UMKM Tanjabbar Didorong Melek Digital, Kredit Bersubsidi Disiapkan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 12:46:26 WIB - Dibaca: 88 kali

Wakil Bupati Tanjung Jabung Barat Katamso bersama Kepala PNM Cabang Jambi Erwin Syafriadi dalam kegiatan puncak PKU Akbar 2026 di Kuala Tungkal. Foto: Tania
Wakil Bupati Tanjung Jabung Barat Katamso bersama Kepala PNM Cabang Jambi Erwin Syafriadi dalam kegiatan puncak PKU Akbar 2026 di Kuala Tungkal. Foto: Tania ()

JAMBIPRIMA.COM, TANJABBAR – Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar), Jambi, mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) meningkatkan kapasitas usaha melalui penguatan literasi keuangan, pemasaran digital, dan kualitas produk. Upaya ini dilakukan agar usaha lokal mampu berkembang dan menjangkau pasar yang lebih luas.

Komitmen tersebut disampaikan Wakil Bupati Tanjung Jabung Barat Katamso saat menghadiri puncak kegiatan Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) Akbar 2026 di Kuala Tungkal, Rabu (14/10/2026).

Katamso mengatakan, UMKM memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian daerah, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, pengembangan kapasitas pelaku usaha perlu dilakukan secara berkelanjutan, termasuk bagi nasabah Permodalan Nasional Madani (PNM) Mekaar.

“Pemerintah berkomitmen mendukung kegiatan yang memperkuat kapasitas pelaku UMKM. Kami berharap kolaborasi antara pemerintah, lembaga keuangan, dunia usaha, dan masyarakat terus ditingkatkan agar UMKM semakin naik kelas,” kata Katamso.

Menurutnya, tantangan yang dihadapi pelaku UMKM tidak hanya berkaitan dengan keterbatasan modal. Kemampuan mengelola keuangan, menjaga mutu produk, memperbaiki kemasan, dan memanfaatkan teknologi digital juga menjadi faktor penting untuk meningkatkan daya saing usaha.

Pemkab Tanjabbar Dorong Kredit Bersubsidi

Untuk memperluas akses pembiayaan, Pemkab Tanjabbar tengah mendorong program kredit usaha rakyat daerah dengan dukungan subsidi bunga pinjaman.

Program tersebut diharapkan dapat membantu pelaku UMKM mendapatkan pembiayaan dengan biaya yang lebih terjangkau. Dengan begitu, pengusaha dapat meningkatkan kapasitas produksi, menambah persediaan barang, hingga memperluas pemasaran.

Meski demikian, Katamso menekankan pentingnya pengelolaan keuangan yang baik agar tambahan modal benar-benar digunakan untuk kebutuhan produktif. Pelaku usaha perlu memahami arus kas dan menghitung keuntungan sehingga pembiayaan tidak menjadi beban baru bagi usaha mereka.

Pemerintah daerah juga menaruh perhatian terhadap peran perempuan dan ibu rumah tangga dalam mengembangkan usaha produktif. Kelompok ini dinilai memiliki potensi untuk meningkatkan pendapatan keluarga sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Pemasaran Digital Jadi Perhatian

Selain akses pembiayaan, pelaku UMKM didorong memanfaatkan media sosial sebagai sarana pemasaran. Peningkatan kualitas produk, identitas merek, dan kemasan juga menjadi bagian dari upaya memperkuat daya saing.

Produk dengan kualitas terjaga, kemasan menarik, serta informasi harga dan pemesanan yang jelas dinilai memiliki peluang lebih besar untuk menjangkau konsumen di luar wilayah tempat usaha.

Dalam kegiatan PKU Akbar 2026, PNM, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan sejumlah pemangku kepentingan turut berkolaborasi dalam memperkuat pemberdayaan pelaku usaha.

Kegiatan tersebut juga diisi penyerahan bantuan program secara simbolis oleh Katamso bersama Kepala PNM Cabang Jambi Erwin Syafriadi. Bantuan yang disalurkan mencakup program inklusi keuangan, tabungan emas, layanan BRILink, bibit tanaman produktif, serta penghargaan berupa hadiah umrah bagi nasabah terpilih.

Katamso berharap, kegiatan pengembangan kapasitas tersebut tidak hanya menjadi agenda pelatihan, tetapi juga menghasilkan perubahan nyata dalam pengelolaan dan pengembangan usaha.

“Melalui kegiatan ini, saya berharap para pelaku UMKM semakin memahami cara mengelola keuangan, memanfaatkan media sosial untuk pemasaran, serta mengembangkan produk yang berkualitas dan berdaya saing,” ujarnya. (tdr)





BERITA BERIKUTNYA