Cegah Karhutla Meluas, Pemkab Batang Hari Kerahkan 6 Alat Berat

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:42:51 WIB - Dibaca: 54 kali

Petugas saat melakukan pemadaman kebakaran lahan. foto: BPBD
Petugas saat melakukan pemadaman kebakaran lahan. foto: BPBD ()

JAMBIPRIMA.COM, BATANGHARI – Pemerintah Kabupaten Batang Hari, Jambi, mengerahkan enam unit alat berat untuk memperkuat pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Armada tersebut difokuskan untuk membuat sekat bakar dan membangun embung penampungan air di sejumlah kawasan rawan kebakaran.

Langkah ini dilakukan menyusul diperpanjangnya status tanggap darurat karhutla di Kabupaten Batang Hari. Pemerintah daerah mempercepat upaya pencegahan agar kebakaran tidak meluas sekaligus memastikan ketersediaan sumber air untuk pemadaman.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Batang Hari, Ajrisa Windra, mengatakan alat berat berperan penting dalam mendukung upaya tersebut, terutama untuk membangun sekat bakar dan menyediakan cadangan air di lokasi strategis.

"Alat berat ini kita arahkan untuk membantu pembuatan sekat bakar agar api tidak meluas ke kawasan lain. Kita juga membangun embung penampungan air untuk membantu kebutuhan pemadaman," tutur Ajrisa, Kamis (15/10/2026).

Dalam pelaksanaannya, Dinas PUTR mengoperasikan kombinasi alat berat berupa ekskavator dan backhoe loader. Operasional tersebut didukung tujuh personel teknis yang bertugas di lapangan.

Hingga saat ini, tim teknis telah menyelesaikan pembangunan lima titik embung di kawasan strategis. Embung tersebut disiapkan sebagai sumber air bagi petugas Satuan Tugas (Satgas) Karhutla ketika melakukan pemadaman, terutama di lokasi yang sulit dijangkau kendaraan pemadam melalui jalur darat.

Ajrisa menjelaskan, pengerahan alat berat dan personel dilakukan secara fleksibel dengan mempertimbangkan kondisi serta kebutuhan di lapangan. Peralatan akan dipindahkan ke kawasan lain apabila kebutuhan penampungan air di lokasi sebelumnya dinilai telah terpenuhi.

"Jika kapasitas penampungan air di lokasi awal dinilai mencukupi, alat berat dan personel akan segera dipindahkan ke kawasan rawan lainnya untuk menekan risiko penyebaran titik api," katanya. (san)





BERITA BERIKUTNYA