CKG di Muara Kumpeh Jaring Kasus Hipertensi dan Diabetes, 5.494 Warga Sudah Diperiksa

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 18:58:41 WIB - Dibaca: 62 kali

Tenaga kesehatan melakukan pemeriksaan tekanan darah terhadap warga dalam layanan kesehatan. Foto: Tania
Tenaga kesehatan melakukan pemeriksaan tekanan darah terhadap warga dalam layanan kesehatan. Foto: Tania ()

JAMBIPRIMA.COM, MUARO JAMBI – Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di wilayah kerja UPTD Puskesmas Muara Kumpeh, Kabupaten Muaro Jambi, menjadi salah satu upaya mendeteksi penyakit tidak menular sejak dini. Hingga Oktober 2026, sebanyak 5.494 warga telah mengikuti pemeriksaan tersebut. Dari pelaksanaan program ini, petugas menemukan indikasi hipertensi dan diabetes melitus yang membutuhkan perhatian lebih lanjut.

Kepala UPTD Puskesmas Muara Kumpeh, Fadilah, mengatakan pemeriksaan kesehatan gratis tidak hanya memberikan akses layanan kepada masyarakat, tetapi juga membantu petugas mengidentifikasi risiko penyakit yang kerap tidak disadari penderitanya.

“Alhamdulillah, kita memang banyak mendapatkan deteksi dini penyakit tidak menular. Salah satunya hipertensi sama diabetes melitus,” kata Fadilah, Jumat (15/10/2026).

Temuan tersebut menjadi pengingat bahwa penyakit tidak menular dapat berkembang tanpa gejala yang mudah dikenali. Hipertensi, misalnya, sering kali tidak menimbulkan keluhan pada tahap awal. Sementara itu, diabetes melitus juga dapat tidak terdeteksi hingga kadar gula darah meningkat dan memicu gangguan kesehatan.

Melalui pemeriksaan CKG, masyarakat memiliki kesempatan untuk mengetahui kondisi kesehatannya lebih awal. Hasil pemeriksaan juga menjadi dasar bagi petugas untuk menentukan apakah peserta membutuhkan edukasi kesehatan, pemantauan berkala, pemeriksaan lanjutan, atau penanganan medis.

Pemeriksaan Tidak Hanya Mengukur Tekanan Darah

Pelaksanaan CKG di Puskesmas Muara Kumpeh mencakup sejumlah pemeriksaan dasar untuk menilai kondisi kesehatan peserta. Pemeriksaan tersebut meliputi pengukuran berat badan, tinggi badan, lingkar perut, tekanan darah, serta pemeriksaan laboratorium sederhana, termasuk gula darah sewaktu.

Pemeriksaan kolesterol dan asam urat juga dapat dilakukan sesuai indikasi dan kebutuhan medis peserta. Selain itu, layanan mencakup pemeriksaan kesehatan gigi, mata, dan telinga, serta sejumlah pemeriksaan khusus bagi perempuan sesuai ketentuan program.

Rangkaian pemeriksaan tersebut membantu petugas memperoleh gambaran awal mengenai kondisi kesehatan masyarakat. Pengukuran tekanan darah dapat mengidentifikasi dugaan hipertensi, sedangkan pemeriksaan gula darah membantu menemukan indikasi gangguan kadar gula yang perlu dievaluasi lebih lanjut.

Meski demikian, hasil pemeriksaan awal tidak selalu menjadi dasar tunggal untuk menetapkan diagnosis. Peserta dengan hasil yang mengindikasikan gangguan kesehatan tetap perlu mengikuti pemeriksaan lanjutan sesuai anjuran tenaga medis.

Hal ini penting agar masyarakat tidak hanya mengetahui hasil pemeriksaan, tetapi juga memahami langkah yang perlu dilakukan setelah menerima hasil tersebut.

Tantangan Setelah Penyakit Terdeteksi

Deteksi dini merupakan tahapan awal dalam upaya pengendalian penyakit tidak menular. Tantangan berikutnya adalah memastikan masyarakat yang terindikasi memiliki masalah kesehatan memperoleh tindak lanjut yang sesuai.

Pada kasus hipertensi, pengendalian membutuhkan pemantauan tekanan darah, perubahan pola hidup, dan pengobatan apabila direkomendasikan tenaga medis. Sementara pada diabetes melitus, pemeriksaan lanjutan diperlukan untuk memastikan kondisi pasien dan menentukan penanganan yang tepat.

Tanpa tindak lanjut, pemeriksaan berisiko hanya berhenti pada penemuan indikasi penyakit. Padahal, pemantauan berkelanjutan berperan penting dalam mencegah komplikasi dan menjaga kualitas hidup masyarakat.

Karena itu, hasil CKG perlu dimanfaatkan sebagai pintu masuk menuju pelayanan kesehatan yang berkesinambungan. Masyarakat yang memperoleh hasil pemeriksaan di luar batas normal perlu mengikuti arahan petugas dan tidak menunda konsultasi medis.

Di sisi lain, warga yang hasil pemeriksaannya normal tetap dianjurkan menjaga pola hidup sehat dan menjalani pemeriksaan secara berkala sesuai kebutuhan.

Puskesmas Ajak Warga Manfaatkan Layanan CKG

Puskesmas Muara Kumpeh terus mengajak masyarakat memanfaatkan layanan CKG yang tersedia setiap hari di puskesmas maupun melalui kegiatan pelayanan kesehatan di lapangan.

Fadilah berharap meningkatnya pemanfaatan layanan tersebut dapat mendorong perubahan pola pikir masyarakat terhadap pemeriksaan kesehatan. Menurutnya, pemeriksaan tidak seharusnya hanya dilakukan ketika seseorang sudah merasakan keluhan atau jatuh sakit.

Kesadaran untuk memeriksakan diri sejak dini menjadi bagian penting dari upaya pencegahan. Dengan mengetahui kondisi kesehatan lebih awal, masyarakat dapat mengambil langkah yang diperlukan sebelum risiko penyakit berkembang menjadi masalah yang lebih serius.

Capaian 5.494 peserta di wilayah kerja Puskesmas Muara Kumpeh menunjukkan jangkauan pemeriksaan yang telah dilakukan. Namun, keberhasilan program juga perlu dilihat dari tindak lanjut terhadap hasil pemeriksaan, kepatuhan masyarakat menjalani pengobatan jika diperlukan, serta upaya menjaga kesehatan dalam kehidupan sehari-hari.

“Harapan kita, masyarakat semakin sadar bahwa pemeriksaan kesehatan bukan hanya diperlukan ketika tubuh sudah terasa sakit, tetapi juga sebagai langkah pencegahan untuk menjaga kualitas hidup,” ujar Fadilah. (tdr)





BERITA BERIKUTNYA