Air Batanghari Keruh hingga 4.500 NTU, PDAM Tirta Mayang Siapkan Mobil Tangki

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 19:06:01 WIB - Dibaca: 62 kali

Tampak Ketinggian Air Sungai Batanghari. Foto: Tania
Tampak Ketinggian Air Sungai Batanghari. Foto: Tania ()

JAMBIPRIMA.COM, JAMBI – PDAM Tirta Mayang Kota Jambi menghadapi tantangan dalam menjaga pasokan air bersih selama musim kemarau. Setelah muka air Sungai Batanghari sempat turun hingga 60 sentimeter, perusahaan kini harus mengatasi lonjakan kekeruhan air baku yang mengganggu proses produksi.

Direktur Utama PDAM Tirta Mayang Kota Jambi, Arianto, mengatakan penurunan muka air sungai sebelumnya menyulitkan proses pengambilan air baku. Pasalnya, pompa membutuhkan ketinggian air yang cukup agar dapat beroperasi secara optimal.

Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, PDAM memperpanjang konstruksi pipa di bagian pengambilan air atau intake. Perusahaan juga menyiapkan pompa apung untuk mendukung operasional saat permukaan sungai mengalami penurunan.

Namun, ketika muka air Sungai Batanghari kembali meningkat setelah hujan mengguyur wilayah hulu, persoalan lain muncul. Air sungai mengalami kekeruhan ekstrem hingga mencapai 4.500 NTU.

“Kami telah melakukan berbagai antisipasi. Salah satunya membuat atau memperpanjang pipa. Selain itu, pada beberapa hari terakhir air Sungai Batanghari mengalami kekeruhan yang sangat parah mencapai 4.500 NTU,” kata Arianto, Jumat (16/10/2026).

Menurut Arianto, tingkat kekeruhan air baku masih berfluktuasi. Angkanya sempat turun ke kisaran 2.500 NTU, tetapi kemudian kembali meningkat.

Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi PDAM dalam mengolah air baku agar dapat memenuhi standar kualitas sebelum didistribusikan kepada pelanggan.

Sebagai langkah antisipasi jika terjadi kekurangan pasokan, PDAM Tirta Mayang menyiapkan layanan distribusi air bersih menggunakan mobil tangki. Bantuan tersebut ditujukan bagi pelanggan yang mengalami gangguan atau kekurangan air.

Langkah ini dilakukan untuk menjaga pelayanan kepada masyarakat di tengah kondisi air baku yang belum stabil. PDAM juga terus melakukan upaya teknis agar proses pengambilan dan pengolahan air tetap dapat berjalan di tengah perubahan kondisi Sungai Batanghari. (tdr)



Tags:


BERITA BERIKUTNYA