JAMBIPRIMA.COM, TEBO – Pemerintah Kabupaten Tebo, Jambi, terus mengembangkan inovasi S4 GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting) untuk membantu keluarga yang membutuhkan dukungan pemenuhan gizi. Program yang melibatkan aparatur sipil negara (ASN) tersebut telah menjangkau hampir 300 keluarga dan kini mengikuti Genting Award Nasional 2026.
Program ini digagas pada masa kepemimpinan Bupati Tebo Agus Rubiyanto, S.E., M.M., bersama Wakil Bupati Nazar Efendi, S.E., M.Si. S4 GENTING diluncurkan pada November 2025 melalui Surat Keputusan Bupati Tebo tentang Inovasi Daerah Penanggulangan Stunting.
Melalui program ini, ASN diajak berpartisipasi membantu keluarga berisiko stunting dengan menyumbangkan bahan pangan maupun uang. Kontribusi tersebut dikumpulkan secara bersama-sama untuk kemudian disalurkan kepada keluarga yang telah ditetapkan sebagai penerima manfaat.
S4 GENTING memiliki empat bentuk kontribusi, yakni S1 berupa segenggam beras, S2 sebutir telur, S3 sekotak susu, dan S4 seribu uang. Meski nilainya relatif kecil, sumbangan yang dihimpun dari banyak ASN diharapkan dapat memberikan dukungan nyata bagi keluarga sasaran.
Bupati Tebo Agus Rubiyanto mengatakan, dalam kutipan yang perlu dikonfirmasi, program tersebut diharapkan menjadi gerakan kepedulian bersama dalam mendukung percepatan penurunan stunting.
“Melalui S4 GENTING, kami ingin menumbuhkan semangat gotong royong agar ASN dapat ikut berkontribusi membantu keluarga yang membutuhkan dukungan gizi. Upaya ini diharapkan menjadi bagian dari langkah bersama untuk menekan risiko stunting di Kabupaten Tebo,” demikian draf kutipan untuk dikonfirmasi kepada Agus.
Berdasarkan data Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Tebo, jumlah Keluarga Berisiko Stunting (KRS) yang telah diverifikasi pada 2025 mencapai sekitar 22 ribu keluarga.
Sementara itu, dari dua kali pelaksanaan S4 GENTING dalam satu tahun berjalan, hampir 300 keluarga telah memperoleh manfaat. Capaian ini menunjukkan program telah menjangkau sebagian keluarga sasaran, tetapi masih diperlukan perluasan agar bantuan dapat diterima lebih banyak keluarga yang membutuhkan.
Penerima manfaat program diprioritaskan bagi keluarga berisiko stunting, ibu hamil yang mengalami Kekurangan Energi Kronis (KEK), serta balita dengan kondisi gizi kurang. Penetapan penerima mengacu pada data by name by address yang dihimpun Tim Pendamping Keluarga (TPK).
Wakil Bupati Tebo Nazar Efendi, saat dikonfirmasi via telepon, menekankan pentingnya keterlibatan seluruh tingkatan pemerintahan untuk memperluas jangkauan program.
“Koordinasi antara pemerintah kabupaten, kecamatan, desa, dan kelurahan perlu terus diperkuat agar bantuan dapat disalurkan secara tepat sasaran. Dengan keterlibatan bersama, diharapkan semakin banyak keluarga yang membutuhkan bisa memperoleh manfaat,” pesannya. (syh)
Progres 100 Persen, KDKMP Ulak Banjir Rambahan di Tebo Masuk Tahap Verifikasi
Guru MIN 4 Tebo Kembangkan Etalase Prestasi Digital, Permudah Pendataan untuk PKKM dan Akreditasi
Wakili Jambi di Grand Final Esports 2026, ALLESSO Kerinci Dapat Dukungan Ketua ESI
Sekda Tebo Minta Warga Sungai Rambai Bersabar, Audit Inspektorat Segera Dituntaskan
Bupati Tebo Salurkan Bantuan Disabilitas dan Program Penanganan Stunting di Rimbo Ulu
Tingkatkan Mutu Pembelajaran, Kepala MTsN 5 Tebo Supervisi Guru
ISPA di Kota Jambi, Pasien Dewasa Lebih Banyak Mengeluh Batuk dan Sakit Tenggorokan