JAMBIPRIMA.COM, BUNGO – Kepedulian terhadap lingkungan ditunjukkan Lies, warga Dusun Padang Pelangeh, Kabupaten Bungo, Jambi. Di tengah musim kemarau yang membuat jalan lintas Bungo–Kuamang dipenuhi debu, ia rutin menyiram jalan setiap dua hari sekali untuk mengurangi debu yang beterbangan.
Aksi sederhana tersebut dilakukan karena kondisi jalan yang berdebu dinilai mengganggu kenyamanan dan membahayakan pengguna jalan, terutama ketika kendaraan melintas dengan kecepatan tinggi.
Menurut Lies, salah satu kondisi yang paling membuatnya cemas adalah saat mobil pengangkut sawit melintas setelah pulang dari pabrik dalam keadaan kosong. Kendaraan yang melaju kencang dapat membuat debu jalan beterbangan pekat dan mengganggu jarak pandang pengguna jalan lainnya.
Musim kemarau yang berkepanjangan membuat kondisi jalan semakin berdebu. Karena itu, Lies berinisiatif menyiram jalan secara berkala meski upaya tersebut hanya dapat mengurangi debu untuk sementara waktu.
Ia berharap pemerintah segera mengambil langkah nyata untuk memperbaiki jalan lintas Bungo–Kuamang agar kondisinya lebih baik dan tidak terus menimbulkan persoalan bagi masyarakat.
“Harapan saya, pemerintah segera memperbaiki jalan ini. Apalagi kalau musim kemarau, debunya sangat pekat. Yang membuat cemas itu ketika mobil sawit pulang dari pabrik dalam keadaan kosong dan melaju kencang,” ujar Lies. (sab)
Harga Sawit di Kuamang Kuning Bervariasi, Tertinggi Rp2.950 per Kilogram
HUT ke-75 Humas Polri, Polres Bungo Gelar Donor Darah Diikuti 62 Peserta
Tim Gunjo Polres Bungo Tangkap Pria 22 Tahun Terkait Dugaan Pencurian di Kafe
Survey Sahabat KBC Dimulai di MTsN 1 Bungo, 15 Murid Terlibat
Bupati Cup Bungo 2026 Resmi Dibuka, Wabup Dayat Tekankan Sportivitas
Bupati Tebo Agus Rubiyanto Hadiri Paripurna HUT ke-61 Kabupaten Bungo
Dekan Pertanian UNJA Nilai Perbaikan Tata Kelola Hutan Penting untuk Cegah Karhutla