Jalan Bungo-Kuamang Kuning Diselimuti Debu, Warga Menanti Realisasi Perbaikan Bulan Depan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:06:34 WIB - Dibaca: 44 kali

Kondisi jalan lintas Bungo-Kuamang Kuning dipenuhi debu saat musim kemarau, Kamis (22/10/2026). Warga berharap pemerintah segera merealisasikan perbaikan jalan tersebut. Foto: Saudi
Kondisi jalan lintas Bungo-Kuamang Kuning dipenuhi debu saat musim kemarau, Kamis (22/10/2026). Warga berharap pemerintah segera merealisasikan perbaikan jalan tersebut. Foto: Saudi ()

JAMBIPRIMA.COM, BUNGO – Persoalan jalan berdebu di jalur Bungo menuju kawasan Kuamang Kuning, Kabupaten Bungo, Jambi, kembali menjadi keluhan masyarakat. Memasuki musim kemarau, kondisi jalan yang dilalui kendaraan setiap hari itu memunculkan persoalan kenyamanan, keselamatan, hingga kekhawatiran warga terhadap dampak debu yang beterbangan.

Pada Kamis (22/10/2026), kondisi jalan tersebut masih dikeluhkan warga. Debu beterbangan ketika kendaraan melintas, terutama saat cuaca panas dan permukaan jalan mengering. Situasi ini menjadi pemandangan yang mengganggu aktivitas masyarakat di sepanjang jalur tersebut.

Bagi pengguna jalan, debu bukan sekadar persoalan pandangan yang terganggu. Debu yang beterbangan dapat mengurangi jarak pandang pengendara, terutama ketika kendaraan lain melintas dari arah berlawanan. Sementara bagi masyarakat yang beraktivitas di sekitar jalan, paparan debu berulang juga menjadi sumber ketidaknyamanan.

Warga Menanti Perbaikan Jalan

Salah seorang warga Dusun Padang Pelangeh, Lies, menyayangkan kondisi jalan yang hingga kini masih menimbulkan persoalan bagi masyarakat.

Menurutnya, kondisi jalan yang berdebu membuat aktivitas warga terganggu. Ia berharap pemerintah memberikan perhatian serius agar persoalan tersebut tidak terus berulang setiap musim kemarau.

Lies juga menyoroti kendaraan besar yang melintas di jalur tersebut. Menurutnya, situasi menjadi lebih mengkhawatirkan ketika kendaraan pengangkut sawit yang kembali dari pabrik dalam kondisi kosong melaju dengan kecepatan tinggi, sehingga debu semakin beterbangan.

“Yang kami khawatirkan itu ketika mobil sawit lewat dalam kondisi kosong dan melaju kencang. Debunya sangat pekat, mengganggu warga dan pengguna jalan. Kami berharap pemerintah segera memperbaiki jalan ini agar masyarakat tidak terus menghadapi kondisi seperti sekarang,” ungkap Lies.

Keluhan tersebut menggambarkan persoalan yang dirasakan masyarakat ketika kondisi jalan belum memadai, sementara aktivitas kendaraan tetap berlangsung. Warga tidak hanya mengharapkan penanganan sementara, tetapi juga penyelesaian yang dapat mengurangi persoalan debu secara berkelanjutan.

Wabup Bungo Sebut Insyaallah Bulan Depan

Harapan perbaikan juga disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Bungo. Wakil Bupati Bungo, yang berasal dari kawasan Kuamang Kuning, turut dimintai tanggapan oleh salah satu jurnalis mengenai kondisi jalan tersebut dan harapan masyarakat agar segera diperbaiki.

Melalui pesan singkat, Wakil Bupati Bungo memberikan jawaban terkait rencana perbaikan yang diharapkan masyarakat.

“Njeh dulur. InsyaAllah bulan depan dulur,” tulisnya.

Pernyataan tersebut memberikan harapan kepada warga bahwa perbaikan jalan berpotensi dilakukan pada November 2026. Namun, kepastian mengenai jadwal pelaksanaan, panjang ruas yang akan ditangani, serta bentuk pekerjaan yang direncanakan masih perlu diperjelas.

Bagi masyarakat, harapan tersebut menjadi penting karena persoalan jalan berdebu bukan hanya menyangkut kenyamanan berkendara, tetapi juga aktivitas warga yang setiap hari bersinggungan dengan jalur tersebut.

Menanti Langkah Nyata

Perbaikan jalan Bungo-Kuamang Kuning diharapkan tidak berhenti pada rencana. Masyarakat membutuhkan penanganan yang nyata agar kondisi jalan lebih baik dan debu tidak terus menjadi persoalan ketika musim kemarau tiba.

Selain perbaikan infrastruktur, pengendalian kecepatan kendaraan besar dan peningkatan kewaspadaan pengendara juga menjadi hal yang perlu diperhatikan untuk mengurangi risiko di tengah kondisi jalan berdebu.

Warga berharap pemerintah dapat menindaklanjuti keluhan tersebut melalui langkah konkret, disertai informasi yang jelas mengenai waktu dan bentuk penanganan jalan.

Kini, masyarakat menanti apakah harapan perbaikan yang disampaikan Wakil Bupati Bungo untuk bulan depan benar-benar dapat direalisasikan. Bagi warga yang setiap hari melewati jalur tersebut, perbaikan jalan bukan sekadar janji, melainkan kebutuhan untuk menunjang keselamatan dan kelancaran aktivitas sehari-hari. (sab)



Tags:


BERITA BERIKUTNYA