Investasi Kota Jambi Tembus Rp1,53 Triliun, PMDN Dominasi dengan Kontribusi 91,5 Persen

Senin, 02 November 2026 - 11:39:07 WIB - Dibaca: 34 kali

Kepala DPMPTSP Kota Jambi, Abu Bakar, berpose dengan latar ilustrasi pertumbuhan investasi yang didominasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) pada triwulan III-2026. Foto: Rahim
Kepala DPMPTSP Kota Jambi, Abu Bakar, berpose dengan latar ilustrasi pertumbuhan investasi yang didominasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) pada triwulan III-2026. Foto: Rahim ()

JAMBIPRIMA.COM, JAMBI – Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) masih menjadi penopang utama investasi di Kota Jambi. Pada triwulan III-2026, investasi dari modal domestik mencapai sekitar Rp820 miliar dari total realisasi sebesar Rp896,78 miliar, Senin (2/11/2026).

Sementara itu, Penanaman Modal Asing (PMA) tercatat sekitar Rp76 miliar. Dengan komposisi tersebut, kontribusi PMDN mencapai 91,5 persen, sedangkan PMA sebesar 8,5 persen selama periode Juli hingga September 2026.

Data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Jambi menunjukkan, besarnya porsi investasi domestik tersebut mencerminkan peran pelaku usaha dalam negeri dalam menggerakkan perekonomian daerah.

Secara kumulatif, realisasi investasi Kota Jambi sepanjang Januari hingga September 2026 mencapai Rp1,53 triliun. Angka tersebut telah melampaui target investasi tahunan yang ditetapkan sebesar Rp1,509 triliun.

Kepala DPMPTSP Kota Jambi, Abu Bakar, menyebutkan sejumlah sektor yang menjadi penopang investasi daerah, di antaranya perdagangan dan jasa, perumahan, konsumsi, serta transportasi.

Dominasi investasi domestik di Kota Jambi juga memperlihatkan perbedaan komposisi dibandingkan realisasi investasi secara nasional.

Berdasarkan data Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), realisasi investasi Indonesia sepanjang Januari-September 2026 terdiri dari PMA sebesar Rp777,8 triliun dan PMDN sebesar Rp761,4 triliun.

Secara nasional, kontribusi PMA mencapai 50,5 persen, sementara PMDN sebesar 49,5 persen. Komposisi ini menunjukkan sumber investasi nasional relatif berimbang antara modal asing dan domestik.

Berbeda dengan kondisi tersebut, investasi Kota Jambi pada triwulan III-2026 jauh lebih banyak ditopang oleh modal dalam negeri.

Kondisi ini sekaligus memperlihatkan pentingnya keberadaan pengusaha domestik dalam menjaga aktivitas ekonomi daerah. Tantangan berikutnya adalah memperluas kapasitas investasi lokal sekaligus meningkatkan daya tarik Kota Jambi bagi investor dari luar daerah maupun mancanegara.

Abu Bakar mengatakan, sektor perdagangan dan jasa, perumahan, konsumsi, serta transportasi menjadi beberapa sektor yang menopang realisasi investasi Kota Jambi.

"Sejumlah sektor tersebut menjadi penopang investasi di Kota Jambi," ujar Abu Bakar. (rhm)



Tags:


BERITA BERIKUTNYA