Jambione.com, Jambi-Seorang pedagang bakso tusuk yang biasa mangkal di kawasan Kampus Universitas Jambi (Unja) Mendalo diamankan anggota Direktorat Kriminal Khusus (Ditrekrimsus) Polda Jambi, Kamis (22/2), kemarin, sekitar pukul 12.45 Wib. Pedagang tersebut diciduk karena diduga menjual bakso mengandung daging babi.
Informasi pedagang bakso mengandung babi ini beredar di kalangan mahasiswa Unja sejak dua hari terakhir. Informasi ini makin heboh setelah beredar laporan polisi seorang mahasiswa Ratumas Dwijayanti, Rabu (21/3), yang melaporkan adanya dugaan pedagang bakso mengandung daging babi berjualan di kampus Unja Mendalo.
Surat laporan tersebut ditujukan kepada Dirreskrimsus Polda Jambi. Dalam laporan itu, si mahasiswa menjelaskan bahwa di kawasan kampus Unja Mendalo ada dua penjual bakso yang mengandung daging babi. Dia juga menjelaskan ciri-ciri kedua pedagang tersebut.
Pedagang yang pertama, berpostur tubuh pendek hitam, suku Jawa. Si pedagang bakso mengandung babi itu berjualan menggunakan Sepeda motor Yamaha Vega warna Biru, dan di etalase dagangannya ada tulisan ‘’BAYAM’’. Lokasi jualannya di samping perpustakaan.
Lalu, pedagang yang kedua, menggunakan sepeda motor berjualan di depan Balairung Kampus unja Mendalo. Ciri-cirinya, berbadan kurus, berjanggut, suku Jawa. Di Etalase dagangannya ada tulisan ‘’mpekmpek, tekwan, bankso’’
Menurut mahasiswa tersebut, terkait bakso mengandung daging babi tersebut dia ketahui berdasarkan sampel bakso yang dia beli tanggal 13 Maret 2018. ‘’ Kemudian saya ujikan ke laboratorium dan hasilnya dikeluarkan pada tanggal 20 Maret 2018,’’ tulis mahasiswa itu dalam laporannya.
Beredarnya informasi bakso babi ini langsung menghebohkan mahasiswa. Sebab, menurut informasi bakso yang disebutkan dalam laporan tersebut sering dibeli mahasiswa.
Menindaklanjuti laporan mahasiswa tersebut, anggota Ditreskrimsus krimsus Polda Jambi langsung memeriksa lokasi pedagang di Kampus Unja Mendalo. Polisi mengamankan seorang pedagang bakso yang dicurigai.
Kasubdit 1 Ditreskrimsus Polda Jambi, AKBP Guntur Saputro membenarkan pihaknya sudah mengamankan pedagang yang dimaksud. ‘’Saat ini tengah kita dalami. Pelaku sedang dalam pemeriksaan," kata Guntur saat dikonfirmasi melalui ponselnya.
Guntur menghimbau kepada seluruh masyarakat Jambi agar dapat bersabar sembari menunggu hasil resmi dari penyidik. "Penjual sedang diinterogasi, yang beredar itu tidak bisa jadi pedoman," ujarnya.
Menurut dia, yang beredar tersebut belum bisa dijadikan pedoman, karena tidak pro Justitia atau bukan dalam rangka penyidikan. Saat ini, Polda baru melakukan penyelidikan lebih lanjut terhadap isu penjualan bakso yang diduga mengandung daging babi tersebut.
"Penyidik sudah mengambil sampel dan melakukan uji laboratorium untuk memastikan dugaan itu. Besok sore paling cepat insya Allah baru keluar hasilnya. Tunggu hasil yang keluar dari penyelidikan ya," pungkasnya.
Sementara itu, pihak BPOM Jambi mengaku sudah koordinasi mengenai temuan ini. "Dalam tim sudah ada dari dinas peternakan sebagai leading sectornya jika terkait bahan bakunya campuran dengan babi," kata Kepala BPOM Provinsi Jambi Ujang Supriyatna dikutip dari metrojambi.com.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jambi, Ariansyah yang juga selaku tim Satgas Pangan juga membenarkan hal tersebut. "Iya, tukang bakso sudah diamankan. Satu lagi hilang," ujarnya. (fay)