Jambione.com, Jambi-Teriakan 2019 ganti presiden di acara resmi KPU Jambi dalam video berdurasi 21 detik mendadak viral. Video ini bahkan mendapat sorotan dari Bawaslu RI dan dinilai melanggar netralitas.
Menanggapi ini, KPU Jambi menggelar jumpa pers di Sekretariat KPU untuk mengklarifikasi video ini. Dalam jumpa pers yang dihadiri seluruh Komisioner KPU Provinsi Jambi membantah, jika teriakan itu berasal dari MC KPU.
KPU mengatakan bahwa teriakan 2019 ganti Presiden ini datang dari personil/pemain parodi dari Partai Gerindra yang dalam kesempatan itu mendapat giliran tampil pada acara pagelaran seni budaya.
“Kami tegaskan lagi bahwa yang menyatakan ganti Presiden tahun 2019 bukan dari personilnya KPU, tetapi berasal dari pemain parodi saat giliran partai Gerindra tampil,” kata Komisioner KPU Provinsi Jambi, Desy Arianto.
Desy melanjutkan, bahwa penampilan utusan Gerindra dalam pentas seni tersebut berdasarkan inisiatif bersama yang diputuskan dalam rapat KPU sebelumnya. Dimana, dalam rapat itu disepakati acara diisi oleh Parpol.
“Dalam rapat itu kita membahas terkait dengan apa yang boleh ditayangkan. Yang jelas, dalam pagelaran seni itu, partai bebas mau menentukan tema. Mau parodi, drama, kompangan, hadrah di persilakan dengan durasi waktu paling lama 10 menit. Larangannya adalah parpol yang tampil tidak boleh menyampaikan visi misi, orasi dan kampanye, itu larangan yang telah kita sepakati," kata Desy.(***)