Jokowi Enggan Komentari Percakapan Rini dan Dirut PLN yang Viral

Senin, 30 April 2018 - 10:40:53 WIB - Dibaca: 2551 kali

Jokowi
Jokowi (IST/Jambione.com)

Jambione.com - Percakapan antara Menteri BUMN Rini Soemarno dengan Direktur Utama (Dirut) PLN Sofyan Basir bocor ke publik dan menjadi viral. Apa kata Presiden Joko Widodo (Jokowi)?

Saat ditanya, Jokowi sendiri enggan untuk menanggapi. Dia menegaskan akan menunggu kejelasan mengenai persoalan tersebut baru memberi tanggapan.

"Saya tidak mau komentar sebelum semuanya jelas," kata Jokowi saat ditemui usai acara Musrenbangnas 2018 dalam Rangka Penyusunan RKP 2019 di Hotel Gran Sahid, Jakarta, Senin (30/4/2018).

Baca juga: Menyimak Lagi Penjelasan Rini-Dirut PLN soal Rekaman yang Viral


Sebelumnya, percakapan Rini dan Sofyan Basir menjadi viral. Rekaman percakapan yang viral di media sosial itu sudah dibenarkan oleh Rini maupun Sofyan. Namun keduanya kompak mengatakan rekaman itu tidak utuh. Menurut Sofyan, pembicaraan itu dilakukan pada akhir 2016. Sofyan mengaku saat itu tengah berkonsultasi dengan Rini terkait investasi PLN dan Pertamina dengan perusahaan swasta di bidang penyediaan energi.

"Pertama kali komunikasi kalau tidak salah akhir 2016. Saya tahu itu direkam, tapi enggak tahu kok dipotong-potong gitu lho," kata Sofyan saat ditemui di de Tjolomadoe, Karanganyar, Sabtu (28/4).

Baca juga: Geger Rekaman Rini-Dirut PLN Berlanjut ke Pemanggilan DPR


Senada dengan Sofyan, Rini menjelaskan percakapan itu sengaja dipotong sehingga seolah-olah percakapan itu terkait bagi-bagi fee. Padahal, menurut Rini, tak ada kepentingan apapun selain untuk BUMN baginya.

"Pak Sofyan (Direktur Utama PLN) sudah jelas kalau itu adalah apa namanya kapan ya saya juga udah nggak ingat kapan pembicaraan. Saya dengan Pak Sofyan membicarakan mengenai ada proposal untuk apa namanya storage gas yang kemudian minta offtake dari Pertamina tapi kemudian minta offtake juga dari PLN berartikan kita menjadi punya risiko," jelas Rini di Karanganyar, Jawa Tengah, Minggu (29/4).(***)

Sumber: Detik




BERITA BERIKUTNYA