jambione.com– Ratusan masyarakat Dusun Tanjung Kecamatan Jujuhan Kabupaten Bungo, Senin (28/1) kemarin, melakukan unjuk rasa di depan Kantor Bupati Bungo. Mereka menuntut agar Bupati segera melantik Kepala Desa (Rio) Dusun Tanjung, yang sudah terpilih sejak tahun lalu.
Para pengunjuk rasa dengan sengaja mendirikan tenda di halam Kantor Bupati. Selain itu mereka juga membawa peralatan masak. Saat aksi, warga melakukan teaterikal dengan memakai kostum pocong sebagai bentuk keprihatinan terhadap Pemerintah Kabupaten Bungo yang tak kunjung melantik Rio Dusun Tanjung.
Dalam orasinya, masyarakat ingin sekali bertemu dengan Bupati. Namun permintaan tersebut belum juga dipenuhi Bupati, bahkan kata mereka, bertemu dengan Bupati merupakan salah satu upaya mediasi yang dilakukan masyarakat. Dengan sikap Bupati, masyarakatpun menduga bahwa ada kepentingan dibalik persoalan ini. Masyarakt bingung dan hal itu menimbulkan tanda tanya yang besar. Siapa oknum yang bermain? Atau ada kedekatan antara Cakades yang kalah dengan Bupati?
Hal ini diungkapkan Abu Yazid selaku koordinator aksi. “Kami ingin kepala desa (rio) kami di lantik secepatnya, agar roda pemerintahan di desa kami lebih maju lagi, kami iri dengan desa lain yang sudah maju pesat dan berkembang, sementara desa kami. Inilah yang kurang perhatian pemerintah,”kata Abu Yazid.
Kericuhan sempat terjadi antara petugas keamanan dengan pengujuk rasa, ketika masa aksi ingin menerobos pintu masuk Kantor Bupati. Saat itu, Bupati tidak ditempat dan diketahui ada perjalan dinas ke Kabupaten Bandung.
Sekretaris Bungo H Ridwan Is, di damping staf ahli, Tobroni yusuf, Kepala dinas PMD Taupik Hidayat, yang mewakili Bupati untuk menenangkan masa aksi. Namun kehadirian Sekda tetap mendapat penolakan dari pengunjuk rasa. Mereka ingi, Sekda menghubungi Bupati dengan mengunakan video call agar mereka puas.
Tidak puas dengan itu, masa aksi kembali melakukan pengumpulan KTP untuk diserahkan kepada pemerintah daerah untuk pindah alamat ke Kabupaten Darmasraya, Sumatera Barat. Setelah menemui pendemo. Sekda melakukan Negosiasi untuk memulangkan masa aksi. Sekda dan pihak kepolisian menyuruh para pendemo untuk pulang kerumah masing –masing. “Kita selesaikan pada hari Kamis depan bersama Bupati Bungo, agar masalah ini cepat selesai. Para pedomopun berangsur –angsur meninggalkan kantor Bupati Bungo. (yad)