JAMBI -- Bakal Calon Gubernur (Bacagub) Jambi, Cek Endra (CE) kian gencar bermanuver. Setelah menggelar pertemuan dengan sejumlah tokoh masyarakat, tokoh agama dan mahasiswa di Kerinci dan Sungaipenuh, Bupati Sarolangun itu menyasar Merangin yang merupakan basis Al Haris, yang bakal menjadi rivalnya dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jambi 2020 nanti. Manuver CE ini pun bikin heboh diperbincangkan lantaran Haris terbawa perasaan alias Baper.
Selasa (8/10) malam, antara pukul 19.30 -20.00 Wib, handphone (HP) Ketua DPRD Merangin Herman Efendi berdering. Ketika melihat nomor telepon yang menghubunginya, wakil ketua pengurus harian Golkar Merangin ini sedikit gugup. Karena yang menghubunginya bukan orang biasa. Tapi Bupati Sarolangun Cek Endra yang juga petinggi Golkar di Provinsi Jambi.
Fendi makin gugup, karena melalui handphone itu, Cek Endra yang dalam perjalanan pulang dari Kerinci ke Sarolangun mengatakan mau singgah di rumahnya. Mau istirahat dan numpang mengganti pakaian. Tentu dia tidak mungkin menolak, dan mempersilahkan Cek Endra mampir.
Begitu sambungan telepon putus. Fendi berpikir apa gerangan tujuan Cek Endra. Apalagi dia tahu Cek Endra adalah salah satu kandidat yang bakal maju di Pilgub Jambi 2020 nanti. Dan bakal menjadi siangan Al Haris, Bupati Merangin.
Agar tidak terjadi salah persepsi, sebagai adik dan kader partai, Fendi lalu menghubungi Al Haris, memberitahu bahwa Cek Endra mau mampir di rumah dinasnya. Dan Haris pun mepersilahkannya.
Singkat cerita, malam itu Cek Endra benar benar mampir di rumah dinas Ketua DPRD Merangin. Setelah istirahat sambil ngobrol dan mengganti pakaian, CE menyampaikan permintaannya supaya ditemani bertemu dengan adik adik Malenial di restoran SCI,
di Jalur Tiga Sungai Ulak, Kota Bangko.
Pertemuan itulah yang bikin ramai diperbincangkan di media sosial dan warung warung kopi. Sebab musababnya, dalam pertemuan itu CE didampingi sejumlah Pengurus DPD II Golkar Merangin yang menjadi punggawa Haris-Mashuri (Hamas) pada Pilkada Merangin lalu. Mereka antara lain Tri Herman Efendi (ketua DPRD Merangin) yang kala itu menjabat Ketua Tim Pemenangan, Mulyadi sebagai Bendahara Umum Tim Pemenangan dan Heri S Mohza; Ketua Koalisi Partai pengusung Hamas.
Meski tidak mengungkapkannya secara terus terang, pertemuan itu sepertinya membuat Al Haris kecewa dan terbawa perasaan atau bahasa melinealnya baper alias baperan. Ini bisa dimaklumi. Selain ‘daerah kekuasaannya’, pertemuan itu dilakukan CE dengan orang orang terdekatnya. Kekecewaan Al Haris itu tersirat dalam tulisan sindiran di akun instagramnya.
"Jika engkau pernah berbuat baik untuk seseorang, lupakan kebaikan dan jasamu pada orang itu. Tapi manakala, engkau pernah ditolong dan menerima kebaikan orang, ingatlah jasa dan kebaikannya, dan suatu saat nanti tekadkan dihatimu untuk membalas kebaikannya. Itulah bunyi nasehat itu, masih dipegang teguh sampai hari ini,” tulis Al Haris.
Tulisan itu sudah juga telah dibaca Fendi. Dia menegaskan jika dirinya sudah izin ke Bupati Al Haris. "Sebelum datang pak CE ke Merangin saya sudah menelpon bang Al Haris dulu. Sudah itu CE katanya mau bertemu adik adik Malenia di restoran SCI, CE pun meminta kita kita mendampingi. Sebagai kader partai ya… kita ikuti selagi silaturahmi, " ungkap Fendi saat dikonfirmasi wartawan.
Saat ini, Fendi mengatakan ada lima kader Golkar yang akan bertarung di Pilgub Jambi 2020, mendatang. "Kader Golkar yang bakal maju itu, ada Sukandar (Bupati Tebo), Fasha (Walikota Jambi), Syahirsah (Bupoati Batanghari), CE (Bupati Sarolangun) dan Bupati Merangin Al Haris. Semua kader punya peluang, tinggal lagi keputusan DPP Pusat, "katanya.
Meski menulis sindiran di akun instagramnya, ketika dimintai tanggapannya oleh wartawan, Al Haris mengaku legowo atas kehadiran pengurus DPD II Golkar Merangin pada acara temu Milenial CE di Restoran SCI Selasa malam.
Menurut dia, pertemuan sesama kader (Golkar) adalah sesuatu untuk mempererat hubungan antara Kader Partai Golkar. "Pertemuan sesama kader partai itu adalah memperkuat silaturahmi dan sama sama untuk membesarkan partai, " kata Haris saat dihubungi wartawan.
"Kita legowo pertemuan itu. Apalagi sudah memasuki masa pilgub. Siapa pun berhak untuk menjalin silaturahmi. Politik itu dinamis," ujarnya. Namun, dia mengingatkan pengurus Golkar Merangin harus memahami etika politik. ‘’ Saya berharap pengurus memahami partai Golkar bukan hanya milik salah satu bakal calon gubernur saja," katanya.
Sementara itu, Pengamat Politik Navarin Karim menilai manuver yang dilakukan CE, terutama di Merangin itu wajar-wajar saja. Al Haris tak perlu kecewa. Karena dalam politik, kandidat harus bersosialisasi di daerah yang bukan merupakan basisnya. "Itu sah-sah saja, karena orang mempunyai hak yang sama dalam bersosialisasi dan berkompetisi," katanya.
Menurut dia, yang dipersoalkan karena keduanya (Al haris dan CE) merupakan kader Golkar yang sama-sama ingin merebut hati pimpinan dalam memberikan dukungan. "Kalau tidak didukung Golkar, di antara mereka akan menyebrang ke partai lain," sebutnya.
Seharusnya, lanjut Navarin, partai punya Daftar Urut Kepegawaian (DUK) sebagaimana di ASN. Jadi ada istilah senioritas dalam kepartaian. "Kalau ada DUK di partai, selesai persoalan. Tidak ada ketersinggungan. Karena tidak ada (DUK), jadi semua merasa punya hak yang sama," katanya.
"Jadi kalau saran saya, yang agak muda mengalah lah," sambungnya. Menurut dia, pakailah azas demokrasi musyawarah mufakat. "Filosofi musyawarah mufakat itu senioritas. Dalam memilih pemimpin kita lihat yang lebih senior. Itu inti yang lebih mengakar," jelasnya.
Menurut Navarin, kalau dilihat dari segi umur maupun pengalaman di bidang politik, lebih senior CE ketimbang Al Haris. Perjalanan politik CE dari wakil bupati mendampingi Hasan Basri Agus (HBA) hingga menjabat di periode periode selanjutnya. " kalau dilihat dari pengalaman, jauh lebih matang CE," pungkasnya.
terpisah, pengamat politik dari Unja, Mohammad Farisi menilai manuver yang dilakukan Cek Endra dalam beberapa hari terakhir, termasuk Merangin, merupakan serangan darat ke kepada para lawan lawan politiknya. " Serangan darat itu sepertinya, dia menemui tokoh tokoh dan membangun komunikasi ke basis massa,"katanya.
Tidak hanya itu, dia melihat Cek Endra juga melakukan serangan udara dan laut. Secara tidak langsung dia berhasil membuat branding di berbagai media sosial, media massa cetak dan elektronik. "Keberhasilannya di publikasikan dan memasang sepanduk ucapan ucapan itu langkah udara dan laut,"ujarnya.
Sebagai kandidat calon gubernur, menurut Farisi, Kedatangan CE ke suatu daerah tidak hanya sekedar datang. Tapi ada jaringan komunikasi yang dilakukan dengan Kepala daerah setempat. ‘’ Itu sah sah saja. Tidak perlu ada yang merasa tersinggung atau kecewa. Itu biasa dalam politik,’’ pungkasnya. (lil/ fey/isw/kum)