Nanda Pratama
(Sekretaris Umum DPD IMM Jambi)
Akhir-akhir ini, wajah-wajah politisi muda dari generasi milenial mulai bermunculan. Beberapa berhasil lolos untuk duduk di Senayan maupun di ibukota Provinsi. Namun, bagaimana caranya para politisi muda ini bisa menjalani karier politiknya? Apakah mereka berbakat atau beruntung?
Pelantikan anggota DPR RI, DPRD Provinsi periode 2019-2024. Berbicara untuk lima tahun ke depan segala hal yang berhubungan dengan legislasi, anggaran, pengawasan, dan keberlangsungan sukses tidaknya pembangunan di negeri ini akan berada di tangan para anggota DPR baru tersebut.
Pelantikan kemarin menunjukkan masih banyaknya wajah-wajah lama yang bertahan. Di antara banyak anggota DPR, terdapat wajah-wajah lama atau sering di sebut incumbent.
Pelantikan kemarin juga mengorbitkan dari para artis sampai generasi milenial. Tercatat beberapa anggota DPR RI dan DPRD Provinsi baru yang masih berumur 30 tahun ke bawah.
Melihat umur para penyambung lidah masyarakat yang masih “dini” tentu mengundang rasa takjub dari banyak pihak dalam lapisan masyarakat yang mengamatinya. Disaat banyak politisi dari generasi baby boomers baru merintis karir politiknya dari bawah di usia segitu, generasi-generasi milenial ini mampukah memberi warna baru serta menerobos aturan lama dan menghancurkan kaidah-kaidah yang ada, atau malah bahkan memperpanjang dan memperdalam lubang yang ada.
tentu lagi-lagi pertanyaan ini selalu menghampiri apakah Mereka berbakat atau beruntung?
Ada beberapa pandangan yang bisa kita jadikan bahan pertimbangan bahwa generasi milenial yang duduk di posisi wakil rakyat hanya mendompleng nama orang tua atau kerabat dekatnya yang sudah terlebih dahulu membuat rel sehingga mereka hanya bermodalkan poto serta ijazah hanya memanfaatkan jalan yang telah dibentuk.
Jika ada prestasi dan terobosan baru yang pernah mereka lakukan tentu bisa menjadi inspirasi dan bahan rujukan bagi sesama generasinya. Usia yang terlalu muda bukanlah halangan untuk berkarya di tingkat yang lebih tinggi.
Jika seorang anak remaja seperti Thunberg saja bisa menggerakkan seisi dunia, tentu para wakil rakyat yang dari generasi milenial ini tidak terlalu kesulitan membawa perubahan di Indonesia dengan kemampuan yang mereka miliki. Namun, apakah benar mereka bisa terpilih karena kemampuannya sendiri?
Jika kita melihat rekam jejaknya serta riwayat keluarganya lebih dalam, ada fakta menarik tentang latar belakang mereka. Selain rentang umur yang hampir sama, semua anggota-anggota DPRD muda tersebut berasal dari keluarga yang telah lama berkecimpung di dunia politik.
Hal ini menunjukan dinasti politik memberikan sejumlah keuntungan bagi orang-orang yang berada di dalamnya.
hal ini salah satu menjadi benih-benih munculnya dinasti politik yang tentu memiliki dampak buruk bagi kelangsungan demokrasi di daerah kita. Prinsip dinasti adalah pemusatan kekuasaan. Kekuasaan yang terpusat cenderung dekat dengan kekuasaan absolut. Kekuasaan absolut cenderung korup secara berkelanjutan.
Begitu dekatnya mereka dengan lingkaran korupsi, membuat siapa pun khawatir mereka akan terperosok di lubang yang sama. Lubang yang pernah menjegal para pendahulunya. Dengan kemampuan yang meragukan, serta pengalaman yang masih sangat kurang di dunia politik, tentunya kita berharap generasi-generasi milenial ini dapat menjawab dengan baik setiap sinisme yang mengarah kepada mereka. Bahwa mereka bisa naik menjadi wakil rakyat bukan cuma dengan mengandalkan pengaruh orang tua dan keluarga. Bahkan, para anggota DPR muda ini bisa menjadi solusi baru bagi masyarakat yang jenuh dengan para politisi tua yang dianggap tidak becus menjalankan tugasnya.