GELIAT PEMBANGUNAN SEKTOR KELAUTAN DAN PERIKANAN PROVINSI JAMBI

2019, Kembali Tingkatkan Peningkatan Produksi Perairan Umum, Laut & Budidaya

Selasa, 15 Oktober 2019 - 15:48:24 WIB - Dibaca: 1675 kali

(Andrey/Jambione.com)

 

JAMBI-Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jambi, di tahun 2019 tetap akan melakukan peningkatan produksi perairan umum, laut dan budidaya, sesuai dengan visi dan misi Pemerintah Provinsi Jambi menuju Jambi Tuntas 2021.

Kadis Kelautan dan Perikanan Provinsi Jambi, Temawisman SPi mengatakan, peningakatan produksi perairan umum, laut dan budidaya selalu perlu dilakukan setiap tahunnya, walaupun untuk perairan budidaya terkendala Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014, bahwa kewenangan perairan budidaya kini langsung diambil alih oleh Kabupaten/Kota. Pada tahun 2018 yang lalu DKP Provinsi Jambi tidak lagi memberikan hibah barang kepada masyarakat berupa benih, pakan dan sarana produksi lainnya sebagaimana tahun tahun sebelumnya. Untuk meningkatkan produktivitas dan produksi perikanan budidaya maka telah dilaksanakan kegiatan pembinaan bagi kelompok pembudidaya ikan,  sosialisasi cara budidaya ikan yang baik (CBIB), sosialisasi Cara Pembenihan Ikan Yang Baik (CPIB), Pemantauan kesehatan ikan dan lingkungan,  pemantauan mutu pakan yang beredar, temu lapang pembudidaya ikan, melaksanakan kegiatan uji coba pembuatan pakan ikan dengan IPB sebagai tindak lanjut antara Pemerintah Provinsi Jambi dan IPB. Untuk target produksi perikanan budidaya tahun 2018 yaitu 60.674 ton, capaian produksi perikanan budidaya yaitu sebesar 50.400 ton dengan persentase realisasi 83,1%. Sedangkan produksi perikanan budidaya tahun 2017-2018, untuk ditahun 2017 total produksi perikanan budidaya 49.690,5 ton, meningkat pada tahun 2018 menjadi 50.400 ton.

“Walau diambil alih Kabupaten/Kota, kami tetap akan meminta bantuan ke Kementerian Kelautan dan Perikanan, agar perikanan budidaya di Kabupaten/Kota tetap meningkat ditengah-tengah keterbatasan anggaran Kabupaten/Kota,” kata Temawisman.

Untuk target produksi perikanan tangkap tahun 2018 yaitu 63.010 ton, capaian produksi perikanan tangkap yaitu sebesar 52.682 ton dengan persentase realisasi 83,6%. Sedangkan produksi perikanan tangkap tahun 2017-2018, untuk ditahun 2017 total produksi perikanan tangkap 51.307,7 ton, meningkat pada tahun 2018 menjadi 52.682 ton.

Pada tahun 2018 diberikan hibah barang untuk masyarakat pesisir yakni bantuan peralatan pengolahan bagi masyarakat pesisir. Hibah barang berupa alat tangkap yang diberikan untuk nelayan selama tahun 2018 yakni bantuan untuk nelayan wilayah Perairan Umum Daratan berupa bahan belat, bubu dan jaring 3 inci, serta bantuan untuk nelayan wilayah Perairan Laut berupa jaring udang ketak, jaring kantong benang, jaring 3 inci, jaring milenium, jaring kantong tangsi dan jaring senangin.

Selain melakukan upaya peningkatan produksi ikan, pihaknya di tahun 2019 tetap memberikan bantuan alat tangkap ramah lingkungan, sekitar 5.000 pcs alat tangkap disediakan untuk diberikan kepada nelayan yang masih menggunakan alat tangkap pukat yang tidak ramah lingkungan.

“Bantuan jaring ikan, alat tangkap ramah lingkungan, alat pengolahan ikan tahun 2018 lalu sudah kami salurkan keseluruhan,” terangnya.

Untuk pemacuan stock ikan di Perairan Umum, maka dilaksanakan kegiatan restocking ikan di kabupaten/kota di Provinsi Jambi.

Dalam rangka untuk meningkatan konsumsi ikan maka telah dilakukan promosi dan kampanye gemar ikan dengan meningkatkan peran Forikan Provinsi Jambi (Forum Peningkatan Konsumsi Ikan) melaksanakan kegiatan Jambore Forikan, melaksanakan diversifikasi produk olahan hasil perikanan, melakukan bimtek dan pelatihan terhadap Unit Pengolah Ikan, mengikuti Lomba Masak Ikan Tingkat Nasional, serta mengikuti ivent-ivent pameran dalam rangka mempromosikan hasil olahan produk perikanan kepada masyarakat. Hasil dari semua kegiatan tersebut adalah angka konsumsi ikan per-kapita ditahun 2017 yaitu 37,00 (Kg/Kapita/Tahun) dan ditahun 2018 ini meningkat menjadi 37,80 (Kg/Kapita/Tahun). Baru-baru ini juga Ketua Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (FORIKAN) Provinsi Jambi, Hj. Rahima Fachrori menghadiri Rapat Koordinasi Nasional Forikan di Jakarta, dan Ketua Forikan Provinsi Jambi mengajak masyarakat untuk meningkatkan konsumsi ikan karena manfaat konsumsi ikan dengan berbagai nutrisi dan protein yang dikandungnya, diantaranya bias meningkatkan kecerdasan otak anak.

Dalam menjaga kelestarian sumberdaya alam khususnya sumberdaya ikan, dilaksanakan  kegiatan restocking  di reservat suaka perikanan dan lubuk larangan yang ada di Kabupaten/Kota dalam Provinsi Jambi, yang bertujuan untuk melestarikan ikan-ikan lokal yang ada di suaka perikanan dan lubuk-lubuk larangan yang ada di Provinsi Jambi, selain itu juga meningkatkan kinerja Kelompok Masyarakat Pengawas (POKMASWAS) yang ada di daerah untuk mengawasi penangkapan ikan dengan menggunakan peralatan yang tidak ramah lingkungan dan yang dilarang oleh pemerinta serta membangun kawasan untuk konservasi.

Pada tahun 2019 ini juga terselesaikannya tahapan penyususan dokumen Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau kecil (RZWP3K). Berdasarkan UU No.27/2007 dan UU No.1/2014 setiap daerah wajib menyusun Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau kecil (RZWP3K). RZWP3K merupakan dokumen perencanaan tata ruang wilayah pesisir di setiap Provinsi yang disusun berpedoman pada Permen KP No. 23 Tahun 2016. Penyusunan RZWP3K Provinsi Jambi merupakan amanat dari kesepakatan pada saat Rakor Gubernur se- Sumatera pada akhir tahun 2017 yang lalu. Hasil kesepakatan Rakor tersebut menjadi MoU antara pemerintah Provinsi Jambi dengan KPK, dimana salah satu point kesepakatan tersebut yaitu Dokumen RZWP3K selesai pada akhir tahun 2018.

Proses penyusunan RZWP3K berpedoman pada Permen KP No. 23 Tahun 2016 yang meliputi 11 pasal yaitu Pasal 23- Pasal 33. Untuk tahun 2018 lalu, Provinsi Jambi telah menyelesaikan tahapan penyusunan dokumen RZWP3K, sedangkan Prolegda dan Perda RZWP3K sendiri telah selesai di Tahun 2019 ini.(rey/adv)



Tags:


BERITA BERIKUTNYA