Abdi Negara dan ACC Calon Mertua, Apakah Sekedar Ilusi?

Rabu, 30 Oktober 2019 - 17:17:41 WIB - Dibaca: 1654 kali

()

Nanda Pratama

(Mahasiswa Pascasarjana Ekonomi Pembangunan) 

Belum lama dilantik, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Tjahjo Kumolo sepertinya sudah punya suprise nih untuk masyarakat terutama kaula muda yang mendambakan pekerjaan. Suprise itu tidak lain dan tidak bukan adalah pembukaan pendaftaran Seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2019.

Di media masa mulai dari Instagram, Facebook hingga WhatsApp beredar pamplet informasi mengenai pendaftaran penerimaan calon pegawai negeri sipil. mulai dari kalangan orang tua sampai yang muda, dari mahasiswa tingkat awal sampai tingkat akhir rame-rame membagikan informasi ini.

Wah, kelihatannya mantap nih, ini bertanda mimpi banyak orang untuk jadi abdi negara sudah bisa diwujudkan. Secara mayoritas, jadi PNS masih jadi impian banyak orang di negeri ini. 

Jadi pegawai negeri sepertinya dianggap sebagai salah satu pekerjaan paling mewah di negeri ini. Nampak dari antusias bagi masyarakat Indonesia dalam menyambut perlehatan akbar yang menyentuh segala lini masyarakat hingga ke desa desa terpencil nuansanya sangat terasa. 

Berbicara tentang Pegawai Negeri Sipil (PNS), sampai saat ini jadi pekerjaan yang paling banyak diincar oleh banyak orang. Bagaimana tidak, setiap individu berpikiran bahwa jika jadi PNS hidupnya bakal sejahtera karena banyak tunjangan masa depan. Bahkan sampai pada tataran pensiun nanti.

Seseorang yang telah diangkat atau di terima menjadi PNS pun tak pernah luput dari perhatian para orang tua sehingga menjadi buah bibir ditengah masyarakat secara status sosialnya pun sudah meningkat. Tak jarang pula, mereka (orangtua) sangat mengidamkan calon menantu yang jadi PNS karena dianggap akan menjamin kehidupan anaknya.

Kesejahteraan keluarga serasa semakin mendekat dan punya jaminan untuk masa yang jauh kedepan sampai kepada keturunan nya sudah memasuki zona nyaman ketika menantunya atau anaknya menjadi abdi negara.

Memang tidak bisa dipungkiri begitu banyak fasilitas yang diterima seseorang jika menjadi PNS. berupa tunjangan-tunjangan yang berbagai namanya dan hampir semua di tanggung Negara apalagi jika anda adalah sang kepala dinas atau eselon tertinggi dan yang memegang jabatan struktural di sebuah bidang. Kursi empuk yang menunggu, raungan ber ac, hingga pelayanan yang maksimal untuk segala aktivitas, hingga pada transportasi pun di fasilitasi sangat sayang untuk ditinggalkan bagi yang telah di posisi itu dan sangat sayang untuk tidak di perjuangkan bagi yang belum kesampaian.

Secara spesifik, bekerja sebagai abdi negara kerap jadi pelancar segala urusan, termasuk perkara Jodoh. Karena status sosial yang di lekatkan membawa pandangan positif di tengah masyarakat. Coba, pasti masih sangat banyak calon mertua yang lebih gampang ngasih restu ketika tahu kalau calon menantunya itu adalah seorang PNS.

Nah, karena begitu bergengsinya pekerjaan tersebut membuat banyak fresh graduate atau mahasiswa tahun terakhir hingga eks mahasiswa begitu mendamba pekerjaan ini. Pokoknya pas pengumuman pendaftaran ini dibuka, hiruk pikuk serta bergerilya nya mahasiswa dihabitat kampus penuh dengan kesibukan dalam mengurus persoalan ijazah, hingga eks mahasiswa lama pun memenuhi lingkungan kampus untuk melegalisir ijazahnya.

Dampak positif salah satunya yaitu kontestasi akbar ini mampu memompa semangat juang para kaum rebahan yang selama ini menelantarkan skripsi nya, sehingga dengan adanya moment ini semangat juang nya meningkat drastis, saling berpacu untuk menyelesaikan skripsi nya takut tidak bisa mengikuti ajang akbar yang datangnya tidak bisa diprediksi secara awam. anehnya lagi banyak mahasiswa yang mendesak pihak kampus untuk segera ijazah mereka cepat-cepat terbit, padahal skripsinya belum kelar (Pengalaman).

Itu secarik cerita dan realita yang terjadi, saya harap pandangan itu bukan sekedar patamorgana di pelupuk mata sehingga menjadikan ilusi dalam kehidupan sehari-hari.

salam sukses dan selamat mencoba.

Fastabiqul Khoirot.





BERITA BERIKUTNYA