JAMBI -- Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang terjadi di Provinsi Jambi nampaknya menjadi perhatian serius bagi Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) Jambi bahkan rencana untuk melakukan gugatan terhadap pemerintah daerah Jambi akan segera dilakukan.
Direktur Ekskutif WALHI Jambi Rudiansyah mengatakan pihaknya saat ini tengah menyiapkan bahan gugatan yang nantinya akan di layangkan untuk pemerintah Provinsi Jambi. "Kami saat ini tengah menyiapkan gugatan itu,"katanya, Rabu (13/11/2019)
Dia juga menegaskan saat ini pihaknya masih menyiapkan bentuk gugatan yang akan dilakukan. Apakah nantinya dalam bentuk Class Action (Gugatan Perwakilan Kelompok) atau CLS."Kita masih terus rembukan dengan tim kuasa hukum terkait bentuk gugatan, kita masih mendiskusikan dengan kuasa hukum terkait dengan instrumen konteksnya perdata,"ujarnya.
Rudiansyah menargetkan gugatan tersebut akan dilaksanakan dalam waktu tiga bulan."Pihaknya menargetkan paling lama tiga bulan untuk melakukan gugatan,"sebutnya.
WALHI juga menyebutkan kebakaran karhtula di Jambi di 2019 mencapai 165.186.58 hektare yang tersebar di seluruh wilayah Jambi sejak 1 Januari hingga 31 Oktober 2019. "Hotspot tersendiri selama masa yang sama mencapai 6.473 hotspot,"katanya.
Dari 165.186.58 ha tersebut terbagi kedalam hutan lindung ekosistem gambut 85.474,77 ha, kemudian non ekosistem gambut 50.286, 38 ha, dan di kawasan Budi Daya eksositem gambut mencapai 29.425 ,43 ha."Itu tersebar ke berbagai wilayah,"ujarnya.
Dari data itu, kemudian dibagi lagi kedalam jenis lahan berdasarkan pemanfaatan kawasan. Yang berada di lahan gambut terdapat 114.900,2 ha dan non gambut mencapai 50.286,38 ha. Luas lahan ini berada di 62 perusahaan yang ada di Jambi. Lahan tersebut berada di lahan HPH, Sawit, HTI, Hutan Lindung, Restorasi Ekosistem, Taman Nasional, Taman Hutan Rakyat, HTP, Lahan Masyarakat dan HPK.
Seharusnya sangsi adminitrasi juga diperlakukan oleh pemerintah daerah secara aktif baik itu kabupaten maupun provinsi yang kawasan lahanya terbakar. "Bisa sangsi Administratif, Perdata, dan Pidana,"ungkapnya.
Saat ditanyakan kenapa berbeda dengan tim satgas Karhutla dalam merilis data luasan Karhutla. Rudiansyah menyebutkan pihaknya menggunakan Analisis Citra Langsat dan JIS. Denhan tingkat kepercayaandiata 50 persen."Kalau pemerintah kita tidak tau menggunakan apa, mungkin saja bisa menggunakan pengukuran langsung dilapanggan,"tandasnya.
Sementara itu, Sekda Provinsi Jambi M Dianto saat pembubaran tim satgas karhutla beberapa waktu lalu mengatakan jika kebakaran di Jambi mencapai 11 ribu ha. Dengan daerah terluas berada di Kabupaten Muaro Jambi dan terendah berada di Merangin."Terparah berada di Muaro Jambi dan paling sedikit berada di Merangin,"sebutnya saat itu (isw)