Tiga Nonjob, Tiga Turun Pangkat Fachrori: Pejabat Harus Bisa Selesaikan Masalah

Selasa, 26 November 2019 - 00:07:48 WIB - Dibaca: 2281 kali

()

JAMBI- Gubernur Jambi, H Fachrori Umar mulai bersih bersih kabinet. Tiga kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) jadi korban dalam mutasi yang katanya bertujuan

meningkatkan kinerja tersebut. Mereka  terpental dari jajaran cabinet Fachrori. Selain itu tiga pejabat eselon II lainnya turun pangkat atau jabatan ke eselon III.

            Ketiga pejabat yang ‘dibuang’ Fachrori itu yaitu, Kepala Dinas Pendidikan

Agus Herianto. Tepat saat hajatan hari jadi Guru se Indonesia, Agus–begitu dia biasa disapa–, masuk kotak menjadi staf di Badan Pengembangan SDM Provinsi Jambi. Fachrori menunjuk Varial Adhi Putra, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jambi itu sebagai pelaksana tugas (Plt), untuk mengisi kekosongan Kadis Pendidikan.

            Semasa Agus, dinas pendidikan kerap gaduh. Selain selalu diganjar rapor merah dari Ombudsman. Terakhir, Agus dihajar kasus seleksi kepala sekolah. Kemudian, Husairi, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Jambi ikut lengser ke prabon. Ia menyusul Agus sebagai staf di Badan Pengembangan SDM Provinsi Jambi.

Begitu pula Amsyarnedi, Kepala Biro Kesejahteraan dan Kemasyarakatan Setda Provinsi Jambi itu, juga turut terpental. Ia nonjob menjadi staf bersama Agus dan Husairi di BPSDM.

Sementara, anak buah Husairi di BKD, Pahari–Kepala Bidang Pengadaan, Kepangkatan, Pensiun dan Mutasi–, naik pangkat. Ia ditunjuk Gubernur Fachrori sebagai Pelaksana Tugas Kepala BKD. Anak buah Amsyarnedi di Biro Kesramas, Muhammad Taufik– Kepala bagian Agama Biro Kesra–, dipercaya Fachrori sebagai pelaksana tugas Karo Kesramas.

            Sementara itu, dua pejabat yang diturunkan pangkat eselonnya, yaitu Ariansyah, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan. DIa dilantik menjadi Kepala Bidang Deposit Pengembangan Koleksi Layanan dan Pelestarian Bahan Perpustakaan di Dinas Pustaka dan Arsiap Daerah. Ini adalah job eselon III. Sebagai gantinya, Fachrori menunjuk Sri Arguani, Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan sebagai pelaksana tugas Kadis Perindag.

            Lalu, Edy Kusmiran, Kepala Sat Pol PP Provinsi Jambi, dan Ujang Hariadi, Kadis Kebudayaan dan Pariwisata,  juga turun pangkat. Ujang Hariadi turun eselon menjadi Kepala Bidang Penanganan Fakir Miskin pada Dinas Sosial, Kependudukan dan Catatan Sipil. Sedangkan, Edy Kusmiran turun menjadi Kepala Bidang Inovasi dan teknologi pada Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah.

            Fachrori menunjuk Akhmad Bastari—staf ahli gubernur bidang Kesra–, sebagai pelaksana tugas Kasat Pol PP. Dan Sri Purnama Syam—Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata–, sebagai pelaksana tugas Kadis Kebudayaan dan Pariwisata.

            Nama lain yang dicopot dan cukup jadi perhatian adalah istri Ketua DPW NasDem Provinsi Jambi, Evi Firmawaty. Dia terpental dari posisi Kepala BLHD Provinsi Jambi. Namun, kabarnya

Dia mengundur diri karena jadi dosen di UI.

            Pada kesempatahn itu, Fachrori juga melantik Otin Supandi, sebagai Kepala Biro Organisasi Setda Provinsi Jambi (jabatan sebelumnya Kepala Biro Umum Setda Provinsi Jambi).   

Selain itu, pada kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan siap mengikuti job fit (kesesuaian jabatan) dan bersedia ditempatkan di OPD mana saja oleh seluruh Eselon II.

            Fachrori  menyatakan pergantian pejabat struktural di lingkup Pemerintah provinsi Jambi harus bisa meningkatkan kinerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Dia menegaskan pejabat harus menjadi bagian dari penyelesaian masalah dan harus bisa mengakselerasi (mempercepat) pelaksanaan kerja organisasi.

            “Mutasi dan penggantian beberapa pejabat struktural ini dilakukan untuk meningkatkan kinerja birokrasi Pemerintah Provinsi Jambi, supaya pelaksanaan program di tiap OPD maksimal,” ujar Fachrori saat  melantik Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II) dan Administrator (Eselon III) di Lingkungan Pemerintah Provinsi Jambi, di Ruang VIP Room Rumah Dinas Gubernur Jambi, Senin (25/11) sore.

            “Sebelum mutasi dan penggantian pejabat dilakukan, saya selaku gubernur telah terlebih dahulu menerima berbagai masukan dari berbagai elemen. Dilanjutkan dengan assessment (penilaian) dari KASN (Komisi Aparatur Sipil Negara). Termasuk didalamnya wawancara, serta kajian terhadap kinerja kepala OPD. Selain itu, saya juga telah melakukan evaluasi sejak saya menjadi Plt.Gubernur Jambi pada 10 April 2018,” jelas Fachrori.

            Dengan adanya mutasi dan penggantian, dia berharap pelaksanaan program kerja di seluruh OPD semakin lancar dan semakin baik. Dia juga berharap ada inovasi dan ide-ide kreatif dari para pejabat baru, untuk meningkatkan kinerja, sesuai dengan aturan yang berlaku, dan sinkron dengan Visi Jambi TUNTAS. “Untuk itu, saya minta pejabat yang baru dilantik dan seluruh pewagai Pemerintah Provinsi Jambi bekerja semaksimal mungkin,” tegas Fachrori.

            Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Jambi, Johansyah, menambahkan, ada tiga orang Eselon II yang menjadi staf, yaitu Kepala BKD, Husairi, Kepala Dinas Pendidikan, Agus Herianto, dan Kepala Biro Kesramas Setda Provinsi Jambi, H.Amsyarnedi. Ketiganya ditempatkan di BPSDM sebagai staf. Edi Kusmiran (jabatan sebelumnya Kastpol PP) dimutasikan ke Eselon III

            Lalu, Hj.Emi Nopisah  (Sekretaris Dewan), lanjut Johansyah, tetap sebagai Setwan. Namun berdasarkan PP No. 11 Tahun 2011, jabatan Eselon II hanya empat tahun, jika lebih makaharus  dilakukan assessment dan dilantik ulang.

            Menurut Johan, untuk mengisi kekosongan jabatan definitif kepala OPD, ditunjuk  Plt (Pelaksana tugas), yakni Plt Kepala BKD Pahri, Plt Kepala Biro Kesramas Taufik Kabag Agama, Plt. Kepala Dinas Perindang Sri Argunaini (Staf Ahli Gubernur Jambi Bidang Ekonomi dan Pembangunan), Plt. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata adalah sekretaris dinas tersebut, Plt.Kepala Dinas Pendidikan Adi Varial (Kepala Dinas Perhubungan), dan Plt. Kepala Biro Umum Ahmad Bastari (Staf Ahli Gubernur Jambi Bidang Kemasyarakatan dan SDM).

            “Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jambi, Evy Primawaty, S.Pt,M.Si sudah mengajukan pengunduran diri atas permintaan sendiri karena sudah menjadi dosen tetap di Universitas Indonesia, sekarang masih diproses, dia masih tetap sebagai kepala dinas, masih menunggu SK resmi dari BKN,” terang Johansyah. (dre).

 





BERITA BERIKUTNYA