JAMBIONE.COM, JAMBI- Berbeda dengan Pilkada sebelumnya, pesta demokrasi 2020 di Provinsi Jambi masih minim sosialiasi. Buktinya, banyak masyarakat bumi Sepujuk Jambi Sembilan Lurah belum mendapatkan informasi meskipun launching Pilkada telah dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada tahun lalu.
Berdasarkan data survey yang dirilis charta politika belum lama ini, terdapat 42,6 persen masyarakat belum mengetahui adanya Pilkada langsung 2020. Jumlah ini terbilang besar, karena akan berpengaruh terhadap partisipasi pemilih pada pemungutan suara 23 September mendatang.
Komisioner KPU Provinsi Jambi, Apnizal mengatakan, sosialisasi ini menjadi tantangan paling berat. Karena mereka akan mengajak masyarakat untuk menyalurkan hak pilihnya pada Pilkada.
“Target Provinsi Jambi sebanya 77,5 persen. Tapi kalau melihat Pileg kemarin, kita tertinggi yaitu 85 persen,” ujarnya, Selasa (4/2) kemarin.
Karena itu perlu kerjasama berbagai pihak untuk memberikan informasi dan sosialisasi kepada masyarakat untuk berpartisipasi dalam Pilgub. “Kita ingin pertahankan dipertahankan kalau bisa lebih dari jumlah partisipasi pemilih pada tahun kemarin,” katanya.
Komisioner KPU RI, Viryan Azis usai menghadiri Rapat Koordinasi Pemutakhiran Data Pemilih Pemilihan Serentak tahun 2020 di Swis-Belhotel mengatakan, jika rendahnya angka pengetahuan masyarakat terhadap Pilkada perlu diatasi. Karena itu perlu dilakukan sosialisasi yang akan dilaksanakan oleh KPU Provinsi, Kabupaten/Kota.
“Sama seperti Pemilu 2019, di bulan Februari banyak pihak menyampaikan bahwa masih 50 persen masyarakat belum tau. Tapi seiring berjalannya waktu dengan sosialiasi yang massif di daerah, akhirnya bisa teratasi,” katanya.
Ia mengaku optimisi jika KPU Provinsi dan Kabupaten/Kota bisa melaksanakan sosialisasi dengan waktu yang tersisa. Setidaknya masih tersisa waktu enam atau tujuh bulan menjelang pemungutan suara.
“Kita punya beberapa strategi. Pemilih juga bisa tau mengenai Pilkada dari rumah masing-masing. Masih cukup waktu,” katanya.
Ditanyakan mengenai penyebaran informasi ke daerah-daerah, Viryan mengatakan tidak masalah. “Jangankan Jambi, Papua yang ekstrim saja bisa,” pungkasnya.(fey)