Awas...! Ada Pabrik Ganja Jual Narkoba Lewat Media Sosial

Minggu, 09 Februari 2020 - 09:11:00 WIB - Dibaca: 1557 kali

()

Jambione.com, - Polda Metro Jaya masih mengembangkan pabrik rumahan ganja sintetis di Surabaya, Jawa Timur. Dari temuan awal, sindikat ini memasarkan barang ilegalnya melalui media sosial.

Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Pol Herry Heryawan mengatakan, informasi ini mulanya diperoleh dari salah satu pelanggan ganja sintetis yang diamankan polisi. Dalam dia mengakui dia menerima barang tersebut dengan cara membeli di media sosial.

Pengguna yang kami tangkap yang membeli dari reseller dari akun toko online. Akun toko online tidak dapat kami sebutkan karena kepentingan penyidikan, ”kata Herry di Polda Metro Jaya, Jakarta, Sabtu (8/2).

Setelah dikembangkan, penjual ganja sintetis ini ditujukan untuk akun reseller di Facebook dan Instagram. Admin akun selanjutnya mulai calon pembeli untuk berkomunikasi melalui akun Line.

Calon pembeli kemudian diharuskan mengisi Formulir data diri. Setelah data diterima, admin Line akan menyetujui identitas pembeli. Jika lolos, transaksi akan berlalu.

“Kami akan melakukan kerja sama dengan pihak Line, Instagram, atau Facebook untuk melakukan banned terhadap akun-akun tersebut,” ucap Herry.

Sebelumnya, Polisi mengendus lokasi industri ganja sintesis yang menjadi pemasok di berbagai wilayah. Kemarin (7/2) Subdit I Ditreskoba Polda Metro Jaya dan Ditreskoba Polda Jawa Timur menggerebek kamar apartemen yang menjadi tempat produksi barang haram itu. Tepatnya kamar 1006 Apartemen High Point, Jalan Siwalankerto Timur.

Penggerebekan itu dilakukan sekitar pukul 06.00. Petugas menyamar pelanggan apartemen. Beberapa lainnya menjadi karyawan apartemen. Setelah memvalidkan data, tim kemudian menggerebek lokasi.

Para tersangka yang bernama Aris, Bondet, Wahab, dan Rico. Barang haram itu didapat para tersangka sepenuhnya terpisah. Tembakau gayo misalnya. Aris disambut pembelian dari Cianjur, Jawa Barat. Kemudian, ada aroma cokelat, alkohol dengan berbagai berbeda, dan berbagai bahan kimia lainnya. Mereka mencampur tembakau tersebut dalam berbagai ramuan.(sumber: jawapos.com)

 





BERITA BERIKUTNYA