Safrial Berharap Koalisi PDIP-Golkar di Pilgub

'Perang Saudara' di Pilkada Tanjabbar

Kamis, 13 Februari 2020 - 07:57:00 WIB - Dibaca: 2318 kali

(Khusnizar/Jambione.com)

Jambione.com, JAMBI - Tak hanya Pilgub Jambi, tensi politik juga bakal memanas di Pilkada Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) 23 September mendatang. Bahkan, perebutan BH 1 EZ tahun ini berpotensi 'perang saudara'. Seperti majunya Cici Halimah yang merupakan istri dari Bupati Tanjabbar Safrial. Dia bakal bersaing dengan adik kandung Bupati Safrial (iparnya) Mulyani Siregar, yang juga menyatakan diri akan maju sebagai bakal calon bupati Tanjabbar.

Begitu pula halnya dengan kandidat lain, ustadz Anwar Sadat yang kini duduk di DPRD Provinsi Jambi dan ustadz Amin Abdullah. Keduanya juga menyatakan bakal maju di Pilkada Tanjabbar tahun ini. Kedua kandidat ini juga memiliki kedekatan keluarga yaitu sepupu.

Dengan majunya Cici Halimah dan Mulyani Siregar dari wilayah Ulu dan ustadz Anwar Sadat dan Ustadz Amin, dipastikan 'perang saudara' tak terelakkan dalam perebutan suara menuju orang nomor satu di bumi Serengkuh Dayung Serentak Ketujuan.

Pengamat politik, Ahmad Harun Yahya mengatakan eskalisi politik di Tanjab Barat menunjukkan sistem politik kita sistem politik yang cair, elastis dan sangat sulit ditebak.
"Kejutan muncul saat beberapa Parpol justru mendukung Cici Halimah untuk maju pada Pilbup yang notabene isteri bupati. Ini berarti akan ada perang antara adik bupati vs isteri bupati," kata Dosen UIN Fattah Palembang dan STAI An Nadwah Kuala Tungkal ini, Rabu (12/02).

Kemudian, kata dia, juga ada Ustadz Anwar Sadat dan Ustadz Amin Abdullah yang merupakan sepupu kontan yang akan maju juga di Pilbup Tanjabbar. "Jika memang nama-nama ini dipastikan menjadi calon, maka Pilbup Tanjabbar nanti seperti perang Bratayuda dalam kisah Mahabrata," ungkapnya.

Ia menjelaskan, apabila nantinya Mulyani berhasil maju di Pilbup Tanjabbar, maka dukungan keluarga Safrial di wilayah Ulu tentu akan ke adik Safrial, yakni Mulyani. Hanya saja Safrial tentu memiliki sumber daya yang lengkap untuk meraup suara di basis Ulu.

lalu, seandainya Ustadz Anwar Sadat juga nantinya mendapatkan tiket maju, maka perpecahan suara akan terjadi juga di internal keluarga dan tokoh-tokoh agama di wilayah Ilir yang merupakan basis suara dua sepupu, Ustadz Anwar Sadat dan Ustadz Amin Abdullah.

Masih kata dia, dengan majunya istri bupati (Cici Halimah, red) akan berpengruh terhadap perolehan suara Mulyani. Begitupun dengan Ustadz Anwar Sadat, dengan majunya Ustadz Amin juga akan mempengaruhi perolahan suara nantinya.  ‘’Apakah pengaruh itu signifikan atau tidak, kita tunggu kepastian pasangan dan tentu survei ilmiah untuk mengukurnya," ujarnya.

Intinya,  kata dia, jangan sampai Pilbup Tanjabbar ini seperti perang Bratayuda dalam kisah Mahabrata. "Ntah yang mana kelompok Pandawa dan Kurawa, mana yang Sengkuni dan mana yang Widura. Yang jelas hampir semua mati dalam perang tersebut dan tentu lagi-lagi rakyat yang menjadi korban dalam permainan elit politik ini," katanya.

Pengamat politik lainnya, Farisi mengatakan untuk maju di Pilkada daerah yang diperlukan adalah modal sosial dan capital. Modal ini hanya segelintir orang yang punya.
"Tentunya dua modal ini, biasa orang terdekat penguasa yang punya. Kemudian ada yang bisa mempunyai modal ini, yakni keluarga penguasa dan yang dekat dengan keluarga penguasa," kata Dosen Fisipol Unja ini.

Lalu muncul pertanyaan, kenapa hanya itu-itu saja yang muncul sejauh ini di Pilbup Tanjabbar? Tentunya balik lagi modal sosial mereka lebih dari yang lain, sehingga mereka-mereka lagi yang muncul. "Tinggal modal kapital lagi yang menentukan nantinya. Yang lebih dekat ke penguasa yang akan lebih diutungkan," jelasnya.

Sementara itu, di Pilgub Jambi, Safrial menjadi kandidat pertama mengembalikan formulir penjaringan Cagub di DPD Partai Golkar Provinsi Jambi, Rabu (12/2) kemarin. 

Kedatangan Bupati Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) berserta rombongan ini langsung disambut oleh Sekretaris Penjaringan Pilgub Partai Golkar, Gordon L Tobing beserta jajarang pengurus lainnya. 

Menurut Gordon, pihaknya hanya sebatas menerima berkas, dan nanti akan diserahkan kembali ke DPD I Partai Golkar Jambi, yang akan diteruskan ke DPP. "Bapak Safrial ini merupakan kandidat pertama yang mengembalikan berkas pendaftaran. Kami tidak berwenang untuk menentukan nantinya. Kami hanya sebatas menerima formulir saja. Untuk dukungan nantinya itu keputusan DPP," kata Gordon. 

Safrial, dalam sambutannya mengatakan kedatangan ke DPD I Partai Golkar Jambi untuk mengembalikan berkas pendaftaran sebagai bakal calon gubernur Jambi. Ia juga menjelasakan kalau pernah ada yang bertanya, mengapa mendaftar di Golkar. Waktu itu ia mengatakan alasan mendaftar di Golkar, karena PDI Perjuangan tidak akan bisa mengusung calon sebagai gubernur Jambi, kalau tidak berkoalisi.

"Mudah-mudahan nantinya, PDI Perjuangan dan Golkar akan bersatu di Pilgub Jambi mendatang," kata Safrial. Tidak hanya itu, ia juga mengungkapkan alasan maju sebagai gubernur karena presiden juga merupakan dari PDI Perjuangan, oleh karena itu tentunya akan lebih mudah kalau gubernurnya juga dari PDI Perjuangan.

"Saya akan terus berusaha dan berikhtiar. Menjadi gubernur ini tentunya sudah menjadi jalan ketentuan Allah. Kita sebagai manusia hanya berusaha dan berikhtiar, semoga nanti jalannya Safrial yang menjadi gubernur Jambi," sebutnya.

Disinggung apakah ini merupakan tindak lanjut salam komando bersama Bupati Sarolangun Cek Endra yang notabene kader Golkar?  "Kami daftar di Golkar ini sebagai bentuk ikhtiar. Bukan karena kejadian salam komando saat itu. Karena semua yang ada di Golkar itu kenal semua," katanya.

Ia menyebutkan, sejauh ini perkembangan politik sangat cair. Karena setiap menit dan detik selalu bisa berubah. Itu juga kadang ada kejutan di injury time. "Karena ada 4 yang ada di Golkar, tinggal Golkar saja yang mikir. Mau mendukung semuanya atau kita sendiri yang didukung. Selebihnya yang paling penting itu adalah kami berdoa PDIP itu untuk saya," pungkasnya.(fey)





BERITA BERIKUTNYA