Sudah Mantap dengan Sani Walaupun Tak Didukung PDIP

Haris-Fachrori Berebut Dukungan Banteng

Sabtu, 15 Februari 2020 - 07:44:33 WIB - Dibaca: 1795 kali

(Khusnizar/Jambione.com)

Jambione.com, JAMBI- Dua bakal calon Gubenur (Balongub) Jambi, Al Haris dan Fachrori Umar berebut dukungan PDIP. Sinyal persaingan Bupati Merangin dan Gubernur Jambi ini terbaca dari saling klaim keduanya menggandeng kader banteng moncong mutih sebagai wakil.

Al Haris mengklaim sudah mantap berpasangan dengan Abdullah Sani, kader PDIP di Pilgub Jambi 23 September mendatang. Penegasan ini disampaikan Haris saat mengembalikan formulir pendaftaran cagub di DPD I Partai Golkar Provinsi Jambi, Jumat (14/2) kemarin.         

Menurut Haris, dalam menentukan calon wakilnya tersebut, dirinya sudah duduk bersama dengan banyak pihak. Minta pendapat terkait nama Abdullah Sani sebagai pasangannya di perebutan BH 1 mendatang. "Sudah kita mantapkan, wakil saya adalah Abdullah Sani," tegasnya.

Dia juga mengatakan keputusan tersebut merupakan petunjuk setelah melakukan shalat istikharah. baik dirinya maupun Abdullah Sani sendiri. "Ini bukan istikharah saya saja, tapi beliau juga demikian. Insya Allah kami berdua maju bersama," katanya.

Selain itu, Al Haris juga mengklaim sudah mengamankan perahu dukungannya untuk maju pada kontestasi politik Pilgub Jambi. Dia mengaku sudah bertemu dengan tokoh nasional dalam rangka meloby perahu dukungan. "Sudah ada 11 kursi. Mudah-mudahan tidak berubah, akan bersama dengan kita," katanya.

Hanya saja, Bupati Merangin ini enggan membeberkan partai politik mana saja yang dimaksudkannya. "11 kursi sudah mantap, tinggal lagi prosesnya," ujarnya.

Seperti diberitakan, sehari sebelumnya, Kamis (13/2), kandidat petahana Fachrori Umar juga menegaskan calon wakilnya adalah kader PDIP, Safrial.  "Insyaallah wakilnya dengan yang di Tanjung Jabung Barat. Beliau dosen. Kemaren beliau mencalonkan diri juga," kata Fachrori disambut tepuk tangan tim pemenangannya.

"Saya sudah kenal beliau sejak lama. Kemudian PDIP juga Insya Allah sama beliau. Beliau juga punya massa dan saya optimis bisa berpasangan dengan beliau," katanya lagi.

Politisi NasDem yang biasa di panggil Pak Puk ini juga menegaskan bahwa wacana duet Fachrori- Safrial ini sudah hampir final maju sebagai pasangan calon gubernur Jambi di Pilgub Jambi, 23 September mendatang. "Yang jelas Bupati Tanjung Jabung Barat yang sekarang. Insyallah itu positif," tandasnya.

Sementara itu, Tim keluarga Fachrori Umar mengklaim telah mengantongi 17 kursi partai politik sebagai perahu maju di kontestasi paling bergengsi di Provinsi Jambi mendatang. "Kalau ditotal lebih kurang 17 kursi," ungkap Idham Khalid, tim keluarga Fachrori Umar, Kamis (13/2).

Meski sudah bisa mentotal jumlah kursi yang akan dibawa,  klaim tersebut belum bisa disertai dengan nama partai. "Kalau nama partai nanti saja, tinggal menunggu rekomendasi," ucapnya.

Menganalisa klaim kedua kandidat ini banyak yang menilai pernyataan Al Haris dan Fachrori itu merupakan sinyal bahwa keduanya bersaing merebut dukungan PDIP.  Salah seorang kader PDIP yang minta namanya tidak ditulis mengatakan, sampai saat ini PDIP belum memutuskan siapa yang akan diusung pada Pilgub nanti. Sebagai partai pemilik kursi terbanyak, kata dia, PDIP tidak akan gegabah menentukan kandidat yang akan diusung.

‘’ Kalau mereka mau menggandeng kader PDIP.. ya silakan saja. Tapi apakah otomatis akan diusung PDIP, belum tentu. Karena partai punya mekanisme sendiri dan punya hitung hitungan,’’ kata sumber di internal PDIP ini.

 Menurut dia, sebagai partai pemenang pemilu dan pemilik kursi terbanyak, PDIP punyak nilai tawar tinggi. Dan rugi jika hanya menjadi ban serep di Pilgub nanti. ‘’ Kalau ada kader yang layak dimajukan sebagai nomor 1, kenapa harus menerima tawaran nomor 2?,’’ ujarnya.

Lalu bagaimana dengan pernyataan Al Haris dan Fachrori yang sama sama menegsakan akan mengandeng kader PDIP? ‘’ Ya itu kan baru sebatas wacana. Biasalah, sekarang kan masih tahap lobi lobi. Wajarlah, kalau tidak menggandeng kader PDIP, bagaimana mau mendapat dukungan banteng,’’ kata sumber ini.

Manjawab keraguan dukungan PDIP tersebut, Al Haris mengatakan pilihan itu (berpasangan dengan Sani) akan dijalaninya dengan segala konsekuensi. Termasuk seandainya Abdullah Sani tidak didukung PDIP Jambi.

“Setiap calon itu punya rencana. Ada plan A dan ada Plan B. Kalaupun seandainya Pak Abdullah Sani tidak didukung PDIP, saya akan tetap berpasangan dengan beliau. Soal apa rencananya, belum bisa saya sampaikan disini,” ungkap Haris.

Selain atas petunjuk Ilahi (melalui salat istikarah), menurut Haris, pilihannya kepada Adullah Sani juga berdasarkan hasil survey internal pihaknya. “Berdasarkan hasil survei, Pak Abdullah Sani masih tetap yang tertinggi untuk bakal calon wakil gubernur,” katanya. Kemudian,

keluarga besarnya juga mendukung dirinya menjadi gubernur, bukan wakil gubernur.

Pernyataan Haris itu juga menjawab mengapa dirinya lebih memilih Abdullah Sani ketimbang Fasha yang berdasarkan bisik-bisik di DPD I Golkar Jambi justru akan dipasangkan dalam pilgub Jambi kali ini.

“Jadi harus diluruskan, bukan saya menolak dipasangkan (dengan Fasha), tapi karena banyak hal, yang salah satunya hasil Istikarah kami dan hasil survei internal,” pungkas Haris.(fey)





BERITA BERIKUTNYA