Jambione.com, JAMBI- Tahapan Penjaringan calon gubernur dan calon wakil gubernur (Cagub-Cawagub) partai Golkar memasuki tahap akhir, Jum'at (14/2) kemarin. Ada empat kandidat yang mengembalikan berkas pada hari terakhir. Yakni Bupati Sarolangun Cek Endra, Bupati Merangin Al Haris, Bupati Tebo Sukandar, dan Presiden Himpunan Keluarga Kerinci Indonesia (HKKI) Ramli Taha.
Dari empat kandidat tersebut, hanya Sukandar yang mendaftarkan diri sebagai Cawagub pada Pilgub Jambi 23 September mendatang. Sementara itu, dari tiga kader Golkar yang mendaftar sebagai cagub, Al Haris terlihat lebih percaya diri (Pede). Bahkan Bupati Merangin ini mulai berani mem pressure (menekan) Golkar.
Saat menyampai orasi, Al Haris mengaku yakin Partai Golkar akan profesional dalam menentukan dukungan di Pilgub Jambi 23 September mendatang. Oleh sebab itu dia mengingatkan partai berlambang pohon beringin ini harus mengusung kandidat berdasarkan hasil survei. "Golkar harus mengusung kader yang hasil surveinya tertinggi," tegasnya.
Jika kandidat hasil survei tertinggi yang dipilih, kata Haris, maka kader yang lainnya tidak akan kecewa. "Kader pasti kecewa kalau yang didukung kandidat yang survei tidak tinggi," ujarnya.
Bupati Merangin ini juga menegaskan survei ini bukan survei abal-abal. Tapi survei dilakukan lembaga yang benar-benar kredibel. Tentu ini juga akan mendapatkan hasil yang baik nantinya. "Kalau salah memilih figur, kasian Partai Golkar nanti kembali ke titik nol lagi," sambungnya.
Pernyataan Al Haris yang tegas ini dinilai berbagai kalangan sebagai sindiran kepada Cek Endra yang digadang gadangkan bakal merebut kursi Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Jambi pada Musda akhir Februari nanti. Karena, siapapun yang berhasil meraih kursi ketua DPD I, diyakini akan mendapat tiket dukungan golkar di Pilgub nanti.
Padahal, jika mengacu pada hasil survei nyang dirilis tiga lembaga survei beberapa waktu lalu, elektabilitas CE selalu berada dibawah Al Haris. Makanya banyak yang menilai pernyataan Al Haris ini sebagai presure buat Golkar dalam menentukan kandidat yang akan diusung.
Infromasi yang diperoleh, kepercayaan diri haris makin naik karena hasil survei internal, angka elektabilitas nya sudah melampaui Syarif Fasha. Sebelumnya, dari tiga survei yang sudah beredar, Haris selalu dibawah Fasha.
Menurut Haris, Golkar merupakan pemilik perahu yang besar. Kedatangannya bersama rombongan tim memastikan bahwa perahu ini akan digunakan dengan penumpang yang penuh.
"Kedatangan ini bukan merupakan suatu eufhoria. Tapi ini bentuk kecintaan kami kepada Partai Golkar. Semoga Partai Golkar bisa bersama-sama dengan kita di Pilgub Jambi," pungkasnya.
Sementara itu, Cek Endra yang pertama menyerahkan formulir kemarin, mengatakan sudah melengkapi berkas untuk mendaftar. Karena kata dia, persyaratan mendaftar di Golkar hampir sama dengan persyaratan mendaftar di KPU. "Kalau sudah lolos mendaftar di Golkar, tentu akan mudah mendaftar di KPU. Karena persyaratan lengkap, sebagai kandidat tentu tidak akan ribet mendaftar di KPU," ungkapnya.
Mendaftar di Golkar ini, kata CE sudah tidak asing baginya, karena sudah yang kesekian kalinya mendaftar di Golkar dan selalu meraih kemenangan. "Di pemilihan bupati (Pilbup) sudah tiga kali bersama Partai Golkar. Mudah-mudahan kali ini di Pilgub juga kembali bersama Golkar dan meraih kemenangan," ujarnya.
CE juga menyakini Partai Golkar akan profesional dalam menentukan dukungan. Walaupun banyak kader Golkar yang maju, tentu DPP akan profesional menentukan dukungan nantinya. "Kader Golkar ada 4 yang menyatakan diri akan maju. Saya menyakini Partai Golkar akan profesional dalam menentukan arah dukungan di Pilgub Jambi ini," sebutnya.
Bupati Sarolangun dua periode ini juga berharap semua kader Golkar jangan sampai terpecah belah. Apapun yang terjadi kita tetap bersatu dengan baju kuning (Partai Golkar, red).
"Insya Allah Partai Golkar bersama kita. Saya siap mengabdikan diri untuk Provinsi Jambi. Kalau tidak ingin mengabdikan diri, saya tidak akan mau maju menjadi gubernur Jambi," pungkasnya.
Selanjutnya Sukandar yang tiba di Golkar sore harinya menyebutkan dirinya mendaftar sebagai Bacawagub tentu ada alasannya. "Edi Purwanto Ketua DPRD merupakan orang Jawa, masa gubernurnya orang Jawa juga," ujarnya.
"Banyak kader dari Golkar yang berebut jadi nomor satu. Saya selaku kader akan mengambil jalur untuk menjadi calon wakil," katanya. Sukandar mengaku siap menerima keputusan partai Golkar. "Apapun keputusan partai saya ikut. Mau disandingkan dengan siapapun atau pun tidak maju, saya siap sebagai kader yang baik dan taat aturan," tegasnya.
Pada kesempatan itu, Sukandar pun membeberkan bahwa hampir semua kandidat Bacagub Jambi sudah menjalin komunikasi dengannya. "Boleh dikatakan hampir semua calon membangun komunikasi dengan Saya. Tapi itu semua tergantung keputusan partai," katanya.
Sementara itu, Sekretaris Tim Penjaringan DPD I Golkar Provinsi Jambi, Gordon L Tobing, mengatakan pada tahapan penjaringan ada 8 kandidat yang resmi mendaftarkan diri ke Golkar.
Menurut Gordon, dalam penjaringan ini pihaknya hanya sebatas menerima berkas dan memverifikasi administrasi. Selanjutnya berkas diteruskan ke DPP Partai Golkar.
"Yang menentukan nanti adalah DPP Partai Golkar. Kami tim penjaringan hanya sebatas menerima berkas pendaftaran penjaringan," katanya.(fey)
Terima Berkas Dari Sukandar, Gordon: Kalau Ada Cawagub Dari Golkar Kenapa Yang Lain
Daftar ke Golkar, Gordon Sebut Sukandar Sangat Layak Jadi Wakil Gubernur
Soal Berduet dengan Abdullah Sani, Al Haris: Sudah Kita Mantapkan
Resmi Mendaftar, Al Haris: Golkar Harus Usung Kader yang Surveinya Tertinggi
Akrab Dengan Nomor 4, Gordon: Mudah-mudahan Ini Petunjuk Beliau Akan Diusung