Jambione.com, JAMBI-Selesai sudah masa penantian Nusa Syarafina. Warga Jambi ini masuk sebagai salah satu WNI yang dikarantina di Natuna, Kepri karena baru saja dipulangkan dari China yang terkena wabah Coronavirus Disease (COVID-19).
Ia sampai di Jambi dengan menggunakan pesawat Lion Air sekira pukul 20.30 WIB Sabtu (15/2) malam. Nusa Syarafina dipulangkan setelah melawati masa inkubasi selama 14 hari dengan pemeriksaan kesehatan yang sangat ketat. Ia bersama ratusan WNI lainnya dipulangkan setelah dipastikan sehat dan tidak terjangkit virus corona.
Syara, panggilan akrab untuk mahasiswa asal Jambi ini yang sedang menempuh pendidikan di Fakultas Kedokteran Yangtze University, Jingzhou, Hubei, China, sempat mencoba mengelabui awak media yang telah menunggu di depan pintu terminal kedatangan.
Syara keluar lewat pintu keberangkatan dengan dikawal petugas Bandara Sultan Thaha Jambi. Mengenakan baju berwarna hitam garis putih, Syara langsung disambut keluarga begitu keluar dari bandara.
Syara saat ditanyai awak media mengaku jika saat ini ia dalam kondisi sehat. "Alhamdulillah sehat, dan pelayanan pemerintah di sana baik," ujarnya.
Syara juga mengatakan meski berada di Provinsi Hubei, namun ia tidak bermukim di Wuhan, melainkan di kota berbeda. Kebetulan mahasiswa Jambi yang tinggal di Provinsi Hubei cuma dia sendiri.
Meski berada di Hubei, tapi Syara tidak bermukim di Wuhan, karena Syara kuliah di kota berbeda yakni di Fakultas Kedokteran Yangtze University, Jingzhou, Hubei, China.
"Jaraknya jauh, sekitar 1,5 jam dari Wuhan kalau pakai kereta cepat," kata Syara.
Syara juga menjelaskan tidak ada warga Jambi yang bermukim di Wuhan sampai sejauh ini.
‘’Tidak ada. Cuma Saya saja yang di Jingzhou, masih satu provinsi dengan Wuhan," jelasnya.
Ditanya bagaimana dengan perkuliahannya dan kapan dia akan kembali ke China, Syara menjelaskan bahwa dirinya saat masih menunggu kondisi di sana benar-benar baik.
"Untuk kuliah sementara pihak kampus lagi siasati kuliah online dulu. Dan kapan akan kembali ke China untuk melanjutkan kuliah, Saya belum bisa memastikannya, Mungkin sampai situasi benar-benar oke," tutupnya.
Sementara itu pihak keluarga nampak sangat senang dengan kepulangan si cantik calon dokter ini.
Hal itu diungkapkan oleh Zainidar nenek dari Nusa Syarafina.
"Alhamdulillah, senang sekali dan bersyukur syara udah bisa pulang ke Jambi," ungkapnya.
Zainidar juga mengatakan bahwa cucunya sudah tiga tahun berkuliah di Fakultas Kedokteran Yangtze University, Jingzhou, Hubei, China.
Sementara itu Gubernur Jambi, Fachrori Umar, mengimbau masyarakat untuk menerima dengan baik warga Jambi yang telah dipulangkan dari Natuna.
Empat orang warga Jambi dipulangkan dari Natuna hari ini, Sabtu (15/2) setelah 14 hari mengikuti oservasi terhadap Virus Corona/Coronavirus Disease (COVID-19). Keempat orang tersebut termasuk dalam 238 orang Warga Negara Indonesia (WNI) yang dipulangkan oleh Pemerintah Indonesia dari Wuhan Provinsi Hubei, China, karena maraknya kasus visus corona. Seluruhnya diobservasi dan dikarantina selama 14 hari di Natuna, supaya diketahui apakah mereka mengidap Virus Corona atau tidak. Selama masa observasi, mereka juga diberikan berbagai kegiatan, untuk menyemangati mereka. Masa observasi berakhir pada 15 Februari 2020 pukul 12.00 WIB.
Fachrori menjelaskan, dari observasi yang dilakukan tim terpadu di Natuna, berdasarkan surat dari Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor SR.02.02/Menkes/ 89/2020, Hal Pemberitahuan Tentang Berakhirnya Masa Observasi dan Pemulangan WNI di Natuna dinyatakan bahwa masa observasi berakhir pada hari Sabtu 15 Februari 2020 ijm 12.00 WIB, dengan ketentuan tidak ada satupun di antara warga yang diobservasi dan tim pendukung mempunyai gejala dan tanda berkaitan dengan Coronavirus Disease (COVID-19).
Dengan demikian, Fachrori menyatakan bahwa masyarakat tidak usah takut bergaul dengan warga Jambi yang dipulangkan dari Natuna, namun menerima kehadiran warga Jambi tersebut dengan baik.
Kepala Biro Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Provinsi Jambi, Johansyah, menambahkan, dari 4 orang warga Jambi tersebut, 3 orang yang merupakan satu keluarga tinggal menetap di Jakarta. 1 orang lagi (mahasiswi) pulang ke Jambi, yakni Nusa Syarafina.
Johansyah mengatakan, rombongan dari Natuna dipulangkan ke tempat masing-masing melalui Jakarta, dan biaya transportasinya ditanggung negara. Keempat warga Jambi disambut oleh Kepala Badan Penghubung Daerah Provinsi Jambi di Jakarta, Refli. (cr4)