Jambione.com, JAMBI – Sebagai Partai pemenang pemilu, PDIP menjadi incaran para kandidat bakal calon gubernur (balongub) Jambi. Sembilan kursi PDIP di DPRD Provinsi Jambi menambah daya tarik bagi para kandidat. Jiki berhasil mendapat dukungan banteng mocong putih, kerja bakal lebih ringan.
Makanya tak heran beberapa kandidat melakukan berbagai maneuver untuk menarik simpati si banteng. Salah satunya dengan melemparkan wacana menggandeng kader PDIP sebagai wakil. Fachrori Umar misalnya. Calon petahanan ini sudah menyatakan akan menggandeng Safrial sebagai wakilnya di Pilgub nanti. Padahal Bupati Tanjung Jabung Barat itu sejak jauh hari sudah menyatakan maju sebagai cagub. Bukan Wagub.
Lalu, Al Haris juga menyatakan sudah mantap menggandeng kader PDIP lainnya, Abdullah Sani sebagai wakilnya. Bahkan Bupati Merangin ini mengatakan siap menghadapi kemungkinan terburuk, jika Sani tidak didukung partainya.
Melihat penomena itu, Ketua DPD PDIP Provinsi Jambi Edi Purwanto menilai dinamika politik yang terjadi saat ini merupakan hal yang wajar. Menurut dia, seluruh kader (PDIP) yang memiliki potensi maju dipersilahkan melakukan sosialisasi. Namun dia menegaskan siapa yang akan diusung nanti semua tergantung kepada hasil survei.
Dalam pilgub nanti, Menurut Edi, PDIP tetap akan prioritaskan kader untuk diusung.
Semua itu akan diputuskan oleh DPP. Yang jelas kita akan mengusung kader terbaik. Kami juga bangga kader kami diminati oleh para bakal calon yang ada," katanya.
Dalam waktu dekat, lanjut Edi, pihaknya akan melakukan fit and proper test kepada para bakal calon yang sudah mendaftar. Ini merupakan bagian mekanisme partai. ‘’ Dari fit and proper test ini kita akan lihat visi misi para bakal calon. Sejauh mana mereka siap dalam menghadapi Pilgub. Itu semua adalah bagian dari yang harus kami racik untuk menemukan yang terbaik,"jelasnya.
Mengenai pernyataan Fachrori yang akan berpasangan dengan Safrial, Edi menegaskan bahwa calon petahana tersebut belum berkoordinasi dengan DPD PDIP Provinsi Jambi. Namun, menurut Edi, pernyataan Fachrori tersebut merupakan hak politik. Siapa saja boleh menyatakan akan berpasangan dengan siapa. Namun, pada akhirnya, partai yang menentukan.
“Sah-sah saja beliau ngomong begitu. Itu hak politik beliau. Silahkan sapa rakyat, sosialisasi, dan pada akhirnya akan didapat siapa yang akan diusung partai. Apakah pak Safrial, atau Pak Abdullah Sani,” katanya.
Menurut Edi, hasil survey sangat menentukan siapa kader PDIP yang akan maju di Pilgub 2020. Apakah Safrial atau Abdullah Sani yang merupakan mantan Wakil Walikota Jambi.
“Apakah pergerakan mereka cukup masif, atau cukup diminati. Nanti kita akan tahu,” katanya lagi.
Edi juga mengatakan, Safrial belum membicarakan kepada DPD PDIP soal menjadi wakil gubernur. Sampai saat ini Safrial masih mengatakan maju menjadi Gubernur, bukan Wakil Gubernur. “Pak Fachrori juga belum berkomunikasi tentang itu ke kita. Kami buka ruang,”ujarnya.
‘’Kalau tidak nomor 1, bisa nomor 2. Kita akan lihat surveinya, kita lihat rakyat maunya siapa. Kalau kader kita layak jadi nomor 1, kita dorong. Kalau harus nomor 2, di 2024 akan ada kader PDIP yang menjadi nomor 1,” pungkasnya.(fey)
Berkunjung ke Kumpeh Ulu, Warga: Selama Ini Lihat Fasha di TV, Sekarang Kita Bertemu Langsung
Al Haris Tutup Turnamen Futsal Lintas Organisasi Mahasiswa-Pelajar Kerinci-Sungai Penuh
Lantik Tim Muaro Jambi, Al Haris Satu-satunya Bacagub yang Hampir Rampungkan Tim
Sesama Tokoh Jawa, Abdullah Sani Akan Mundur Jika Sukandar Maju
Soal Pasangan di Pilgub, Abdullah Sani Tegaskan Tunggu Keputusan Partai
Pilkada 2020, Asraf : Jangan Perbedaan Pilihan dan Warna Memecah Persatuan
Launching Pengawasan Pilkada, Abhan: TNI, Polri dan ASN Harus Netral