Sebagai Ketua DPD, Pilih Maju Lewat Jalur Perseorangan di Pilkada Tanjabtim

Romi-Robby ‘Tinggalkan’ PAN, Ada Apa?

Kamis, 20 Februari 2020 - 07:58:39 WIB - Dibaca: 9998 kali

(ist/Jambione.com)

Jambione.com, JAMBI – PAN pecah? Ada Apa dengan PAN? Pertanyaan pertanyaan ini mengemuka seiring dengan keputusan Romi Hariayanto maju di Pilkada Tanjabtim 23 September mendatang melalui jalur perseorangan. Ya…Bupati Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) ini sudah mantap bersama wakilnya Robby Nahliansyah ‘meninggalkan’ PAN. Rencananya, Ketua DPD PAN Tanjabtim ini akan menyerahkan syarat dukungan ke KPU Tanjabtim pada Jum’at (21/2) besok.

Hal ini dibenarkan Komisioner KPU Tanjabtim Nurdin Manessa. Menurut dia, KPU sudah menerima surat pemberitahuan dari tim Romi-Robi. Jadwal penyerahan syarat dukungan akan dilakukan pada hari Jum'at pekan ini. "Paslon perseorangan hari Jum'at daftar pukul 13.00 WIB," ujar Nurdin.

Terpisah, tim Romi Hariyanto, Darwis saat dikonfirmasi mengatakan pihaknya sudah menyiapkan berkas yang dibutuhkan. Jumlah syarat dukungan juga sudah melebihi dari yang dibutuhkan. "Semua syarat-syarat sudah kita kumpulkan, sudah lengkap. Jumlahnya lebih dari cukup. Tinggal kita serahkan ke KPU dalam waktu dekat ini," jelas Darwis.

Dari informasi yang dihimpun Jambi One, pasangan petahana ini sudah menginput sebanyak 27 ribu lebih dukungan di aplikasi Silon. Bahkan, angka tersebut hampir mendekati dua kali lipat dari jumlah syarat minimal dukungan calon perseorangan, yakni 16 ribuan dukungan. Dengan kata lain, Romi-Robby hampir dipastikan melenggang maju di perebutan kursi nomor satu di bumi Sepucuk Nipah Serumpun Nibung kedepan.

Langkah Romi-Robi maju melalui jalur perseorangan ini cukup mengejutkan. Mengingat Romi merupakan Ketua DPD PAN Tanjab Timur. Selain itu, daerah yang dipimpinnya merupakan penyumbang kursi terbanyak bagi PAN di Pileg 2019 lalu.

Sejumlah pihak menduga, keputusan Romi  ‘meninggalkan’ PAN di pilkada Tanjabtim ini disebabkan ada masalah internal. Karena, keputusan Romi ini dinilai cukup aneh. Karena dia menjabat sebagai ketua DPD PAN.

‘’ Bisa saja ada konflik internal. Mungkin dengan DPW PAN Provinsi Jambi. Kalau diinternal DPD (PAN Tanjabtim) rasanya tidak mungkin. Karena semua pasti bisa dikendalikan Romi sebagai pucuk pimpinan,‘’ kata salah seorang politisi senior Jambi yang minta namanya tidak ditulis.

Menurut dia, jika Romi benar benar ‘meninggalkan’ PAN di Pilkada Tanjabtim,  ini merupakan suatu kemunduran bagi partai berlambang matahari terbit itu. Dan ini bisa menjadi preseden buruk ke depannya.

‘’ Tanjabtim itukan basis PAN di Provinsi Jambi. Masak Ketua DPD nya maju lewat jalur perseorangan. Inikan aneh dan lucu ya. Kejadian ini jelas bisa berdampak negatif bagi PAN. Pimpinan tertinggi (DPW) nya harus bisa menjelaskan ini ke seluruh kader dan simpatisan supaya tidak timbul gejolak,’’ katanya.

Pengamat politik Jambi, Dori Efendi mengatakan ada beberapa indikator untuk menilai kenapa Romi memilih langkah di luar kewajaran ini. Pertama, keberanian Romi dikarenakan kinerjanya berhasil selama memimpin Tanjabtim. Kedua, Romi memiliki pilihan politik sendiri. Yaitu berhubungan mesra dengan calon gubernur dari partai lain di luar PAN. "Ketiga, Romy tidak mau didikte oleh partai politik. Hal ini berkaitan dengan "candidation buying" mahar politik," katanya.

Selain itu kata Dori, satu hal yang menarik adalah komunikasi politik antara ketua DPW PAN H Bakri dengan Romi tidak berjalan dengan baik. "Meskipun, PAN menjadi partai pemenang di Tanjabtim akan tetapi Romi sepertinya bisa menguasai kader PAN di sana untuk mendukungnya maju jalur perseorangan," sebutnya.

"Satu hal yang juga harus diperhatikan adalah, kandidat lain belum memilki populeritas yang setingkat dengan Romi Hariyanto. Jika dilihat dari sisi pendewasaan demokrasi, majunya Romi sebagai calon perseorangan menjadi contoh bahwa demokrasi dalam Pemilu meletakan azas pembuktian kinerja yaitu keberhasilan pemimpin dalam melaksanakan janji politiknya," jelasnya.

Sementara itu, salah seorang di lingkaran Romi membenarkan keputusan Romi memilih maju lewat jalur persorangan ini salah satunya karena ada masalah internal dengan DPW PAN. Namun, sumber yang minta namanya tidak ditulis ini tidak menjelaskan apa masalah yang dimaksud.

‘’ Biasalah, kalau musim Pilkada inikan kandidat biasanya banyak ditekan partai. Syarat ini lah, itulah. Padahal, Romi kan kader PAN. Yang membesarkan PAN di Tanjabtim. Beliau merasa syarat syarat yang diminta partai itu tidak etis gitu,’’ ungkapnya.  

Meski maju lewat jalur perseorangan, menurut sumber ini, bukan berarti Romi tidak butuh PAN. Sebagai kader, dia tetap komit membesarkan PAN. Dan tetap butuh dukungan PAN. ‘’ Beliau tetaplah dengan PAN. Bahkan DPC DPC PAN se Tanjabtim sudah komit mendukung beliau. Hanya saja, jalur majunya saja tidak melalui PAN,’’ katanya.

Terpisah, Sekretaris DPW PAN Provinsi Jambi Ahmad Khusaini membenarkan jika Romi-Robby bakal maju di Pilkada Tanjabtim melalui jalur perseorangan. Ia juga mengatakan jika persoalan ini sudah disampaikan ke DPP PAN. "Tapi kita lihat lah sampai batas akhir pendaftaran," kata Khusaini, Rabu (19/2) kemarin. (fey)





BERITA BERIKUTNYA