Jambione.com, JAMBI - Partai Amanat Nasional (PAN) sepertinya tak tinggal diam menghadapi ulah 'nekat' Ketua DPD PAN Tanjabtim Romi Hariyanto yang maju memalui jalur perseorang di Pilkada 23 September mendatang. Pemilik 17 kursi di DPRD Tanjabtim ini sangat berpeluang mengusung calon penantang Romi-Robby yang telah menyhia nyiakan perahu partai.
Apalagi, untuk mengusung calon, partai penguasa ini tak perlu berkoalisi karena sudah melebihi syarat minimal didukung 7 kursi untuk pencalonan. Belakangan, beredar isu jika PAN akan menggandeng Golkar untuk memupuskan ambisi petahana memimpin Tanjabtim dua periode. Salah satu nama yang santer disebut yaitu Rasid, dan wakilnya yang salah satu anak tokoh disegani di daerah itu.
Terkait isu tersebut, Ketua DPW PAN Provinsi Jambi, H. Bakri mengaku belum mengetahui informasi itu. "Belum ada info soal itu," kata Bakri ditemui saat melaksanakan uji kelayakan Cagub di DPD PDIP Provinsi Jambi, Kamis (20/2) pekan lalu.
Ditanya apakah PAN akan mengusung calon lain sebagai penantang Romi-Robby di Pilkada Tanjabtim, Anggota DPR RI ini juga belum berani mengomentarinya lebih jauh. Menurutnya, masih akan menunggu hasil rapat harian. "Untuk keputusan lainnya (mengusung calon lain) nanti akan diputuskan melalui rapat harian PAN," sebutnya.
Bakri kembali menegaskan jika sikap partainya akan diputuskan melalui rapat nantinya. "Sikap PAN Akan diputuskan melalui rapat tersebut," katanya.
Pengamat politik, Dori Efendi mengatakan, ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan oleh PAN. Majunya Romi melalui jalur perseorangan tentu menimbulkan gejolak politik di internal partai pemilik 17 kursi di DPRD Tanjabtim. "Ini dikarenakan Romi adalah kader terbaik PAN dan Ketua DPD di Tanjabtim. Pertama, akan terbentuk gerbong politik dalam tubuh PAN yaitu antara barisan Romi dan bukan barisan Romi. Ini akan memberi dampak terhadap Pilgub nanti," katanya.
Kedua, kata dia, 17 kursi legislatif dari PAN tentu akan mempertanyakan sikap Romi tersebut. Ini akan membuat catatan sejarah bagi PAN karena seharusnya mereka bisa mengusung kader maju tanpa harus berkoalisi dengan partai lain.
Selain itu, menurut Dori, sikap Romi menjadi tanda tanya oleh pengurus PAN di nasional. Dampak ini bisa baik jika ditanggapi dengan baik. Ini berkaitan dengan budaya politik baru di Ranah Demokrasi. "Kejadian ini juga bisa berdampak negatif bagi PAN sendiri karena kader-kader terbaiknya berani melawan partai," jelasnya.
Menurut Dori, jika potensi kemenangan Romi-Robby tinggi, maka partai politik lainnya tentu akan mendukung. Meskipun mereka tidak mengusung. Majunya Romi-Robby melalui jalur perseorangan juga tidak mudah dalam menggalang massa. " Romi-Robby memerlukan partai politik sebagai mesin politik untuk kampanye politik," tandasnya.
Jika PAN mengusung calon, menurut dia, partai Golkar tentunya yang berpeluang menjadi koalisi.(fey)