Fasha Batal Maju, Joni Ismed dan Kemas Faruq Coba Peruntungan Rebut Ketua Golkar

HBA Terganjal Syarat, Langkah CE Mulus

Kamis, 27 Februari 2020 - 08:25:14 WIB - Dibaca: 7555 kali

(Syahril Hannan)

Jambione.com, JAMBI- Langkah Cek Endra merebut kursi Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Jambi sepertinya sulit dibendung. Tiga lawan berat yang diprediksi bisa menandingi Bupati Sarolangun itu hampir bisa dipastikan bakal terjegal sebelum perang. Syarif Fasha misalnya, sudah menyatakan tidak akan mendaftar sebagai calon ketua.

Keputusan Walikota Jambi ini cukup mengejutkan banyak pihak. Karena, dia disebut sebut salah satu kandidat kuat yang bisa menyangi CE. "Saya tidak tertarik lagi (jadi Ketua Golkar), silakan kepada rekan-rekan kader Golkar untuk berkompetisi secara sehat," kata Fasha, Rabu (26/2) kemarin. ’"Yang penting niat saya adalah membesarkan partai Golkar. Bukan hanya sekedar mengejar rekomendasi," tukasnya.

Sementara itu, calon kuat lainnya, Hasan Basri Agus (HBA) juga diperkirakan bakal sulit lolos sebagai calon. Anggota DPR RI ini tidak menemuhi salah satu dari sembilan syarat pencalonan. Yaitu aktif terus menerus menjadi anggota Partai Golkar sekurang-kurangnya 5 tahun dan tidak pernah menjadi anggota Partai politik lain.

Seperti diketahui, HBA memang kader Golkar. Namun, mantan Gubernur Jambi itu sempat keluar dari Golkar dan terpilih menjadi Ketua Partai Demokrat Provinsi Jambi. HBA baru keluar dai partai berlambang mercy itu pada 2016, dan belum genap 5 tahun bergabung lagi dengan Partai berlambang beringin rindang ini.

Lantaran tidak memenuhi salah satu syarat, HBA hampir dipastikan bakal gugur dari bursa calon ketua. Anggota Komisi V DPR RI ini sepertinya sudah menyadari bakal terjegal oleh salah satu syarat pencalonan tersebut. Saat dihubungi tadi malam, HBA belum mau memberi komentar soal pencalonannya sebagai Ketua DPD I Partai Golkar. 

‘’ Bapak pesan, belum mau komentar dulu soal. Kan bapak belum memenuhi salah satu syarat pencalonan. Beliau sudah tahu itu. Kata bapak, nanti lah beliau akan memberikan pernyataan,’’ kata Heri, asisten pribadi HBA saat dihubungi tadi malam.

Jika Fasha dan HBA batal dan gagal maju, kini tinggal AL Haris yang menjadi lawan kuat Cek Endra. Hanya saja, hingga kemarin, Bupati Merangin itu belum mendaftar sebagai bakal calon. Namun, masih ada waktu bagi Haris untuk mendaftar jika benar benar serius mau maju.

Sebaliknya, jika Haris juga batal maju, maka semakin muluslah langkah CE memimpin Golkar Jambi.

Informasi dari orang di lingkaran Al Haris, sang Bupati Merangin itu juga tidak akan mendaftar sebagai calon Ketua Golkar. ‘’ Sejak awal, jauh sebelum Musda, Wo Haris memang sudah niat tidak akan maju,’’ katanya orang dekat Al Haris ini saat dihubungi tadi malam.

Memang ada dua lawan lagi yang mencoba pertungan. Keduanya mendaftar sebagai bakal calon ketua pada hari kedua pendaftaran kemarin. Yaitu Joni Ismed dan Kemas Faruq. Namun, Keduanya dinilai hanya ikut meramaikan saja. Sementara untuk bersaing dengan CE, keduanya dianggap beda kelas. Keduanya juga bakal sulit lolos dari syarat dukungan 30 persen.

Sementara itu, orang di lingkaran CE mengatakan mereka sudah sangat solid. Dengan batalnya Fasha maju dan HBA yang terganjal syarat pencalonan, langkah CE untuk merebut kursi Ketua Partai Beringimn sulit dibendung. ‘’ Sepertinya sudah hamper pasti CE terpilih secara aklamasi,’’ katanya.

Menurut sumber ini, mendekati puncak pelaksaan Musda, para pemilik suara pendukung CE semakin solid. Bahkan, hampir seluruh DPD II sudah merapat ke CE. Jadi sulit calon lain untuk mendapat dukungan 30 persen syarat dukungan,’’ ungkapnya.

Bagiaman dengan AL Haris? Menurut dia, Haris memang kuat. Tapi itu  saja tidak cukup. Karena syarat menjadi calon harus mengantongi sedikitnya 30 persen dukungan. ‘’ Dalam waktu yang sudah mepet ini  rasanya sulit Bupati Merangin itu memenuhi syarat tersebut,’’ katanya.

CE sendiri mengutus sejumlah timnya yang diketuai Adri SH mengambil formulir pendaftaran pada hari kedua, kemarin. "Saya mendapatkan mandat untuk mengambil formulir buat pak CE maju sebagai Calon Ketua Golkar," kata Adri sebelum mengambil formulir.

Menurut Adri, dirinya membawa rombongan tim sebagai bentuk keseriusan CE maju di perebutan kursi nomor satu di partai beringin rindang.

Untuk diketahui, dalam perhelatan Musda kali ini, Steering Commite (SC) Pelaksanaan Musda Golkar Jambi menetapkan sejumlah persyaratan bagi para kandidat yang ikut dalam perebutan posisi Ketua Golkar Jambi pasca ditinggalkan Almarhum Zoerman Manap ini. Diantaranya, pernah menjadi pengurus Partai Golkar tingkat Provinsi atau sekurang - kurangnya pernah menjadi pengurus Partai Golkar tingkat kabupaten kota dan atau pernah menjadi pengurus provinsi organisasi pendiri dan yang didirikan selama satu periode penuh. 

Kemudian, berpendidikan minimal S1 atau yang setara. Aktif terus menerus menjadi anggota Partai Golkar sekurang-kurangnya 5 tahun dan tidak pernah menjadi anggota Partai politik lain. Selanjutnya, dinyatakan lulus mengikuti pendidikan dan pelatihan kader Partai Golkar, memiliki prestasi dedikasi disiplin loyalitas dan tidak tercela PD2LT, memiliki kapabilitas dan akseptabilitas, tidak pernah terlibat G30S PKI, bersedia meluangkan waktu dan sanggup bekerja sama secara kolektif dalam Partai Golkar.

Syarat terakhir, tidak mempunyai hubungan suami atau istri atau keluarga sedarah dalam satu garis lurus ke atas dan ke bawah yang duduk sebagai anggota DPR RI DPRD provinsi DPRD kabupaten kota mewakili partai politik lain atau menjadi pengurus partai politik lain dalam satu wilayah yang sama.

Ketua Steering Commite (SC) pelaksanaan Musda Golkar Jambi, A. Rahman, mengatakan persyaratan itu dibuat oleh pihaknya berdasarkan AD/ART dan Petunjuk Pelaksanaan (Juklak) DPP yang menjadi pedomannya. "Kami tidak bisa lari dari situ. Bukan dibuat-buat," katanya kepada wartawan, Rabu (26/2) kemarin.

Dia juga menegaskan, aturan tersebut bukan sama sekali dibuat untuk menjegal salah satu kandidat yang akan bertarung dalam Musda Golkar kali ini. "Persyaratan itu dari Juklak DPP serta AD/ART. Jadi tidak ada dibuat-buat. Apalagi untuk menjegal. Tidak ada sama sekali. Pedomannya ada di AD/ART dan juklak. Kami hanya mengikuti aturan itu. Tidak bisa nambah dan mengurangi," jelasnya.

Soal lolos atau tidaknya, bakal calon, menurut A Rahman, bukanlah kewenangannya. "Nanti ada tim verifikasi waktu pembukaan di pleno. Itu akan diserahkan kepada SC. Siapa yang memenuhi syarat, kita serahkan, batas waktunya pleno 7 itu," sebutnya.

"Kenapa kita buka (pendaftaran) sekarang? Karena ada syarat SKCK, ada persyaratan-persyaratan lain. Kewajiban kita untuk mengumumkan. Menurut Juklak memang harus diumumkan," sambungnya.
           
Sementara itu, Politisi muda Golkar, Joni Ismed mengaku optimis bisa lolos sebagai calon ketua Golkar. Dia mengutus perwakilannya mengambil formulir calon ketua kemarin. "Saya mewakili atas nama bang Joni Ismed sebagai kandidat calon ketua umum DPD I Partai Golkar yang akan berkompetisi pada tanggal 29 sampai tanggal 1 Maret nanti," kata Amri usai mengambil formulir.

Menurut dia, Joni Ismed adalah kader murni Golkar. Dia sudah 20 tahun bersama Golkar. "Dia akan mengikuti proses dan sebagai pengurus provinsi wakil ketua kita sudah siapkan," ujarnya.

Soal 30 persen dukungan minimal dari pemilik hak suara, Amri menyampaikan tentu ada dukungan, tidak hanya sekedar maju. "Kita serius untuk maju," tegasnya.

Calon lain, Kemas Faruq usai mengambil formulir pendaftaran menyatakan keputusannya maju sudah melalui pertimbangan yang panjang. Kemudian juga ada desakan dari kader partai berlambang beringin untuk meminta dirinya maju. "Dengan ini saya menyatakan maju di Musda Golkar Provinsi Jambi. Tadi saya sudah mengambil formulir pendaftaran dan sekaligus mengembalikan," katanya.

Faruq menyebutkan punya visi misi besar untuk membesarkan partai besutan Airlangga Hartarto. Salah satunya menyiapkan mobil operasional untuk DPD II Kabupaten/kota. "Selain mobil Innova sebagai operasional, kita juga akan menyiapkan anggaran Rp 500 juta untuk masing-masing DPD II perbulan," pungkasnya.(fey) 





BERITA BERIKUTNYA