Para Kandidat Berebut 17 Suara di Musda Golkar

CE Kuasai DPD II, HBA Turun Gunung

Rabu, 26 Februari 2020 - 09:04:39 WIB - Dibaca: 2417 kali

(ist/Jambione.com)

Jambione.com, JAMBI - Jelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda), 29 Februari nanti, persaingan antar kandidat Ketua DPD I Partai Golkar Jambi makin panas. Kabarnya, tiga kandidat kuat yang akan bertarung, Cek Endra, Al Haris dan Fasha terus bergerilya mencari dukungan. Persaingan pun makin panas dengan majunya tokoh senior Golkar Hasan Basri Agus (HBA) sebagai calon.

Anggota DPR RI ini mengutus dua orang timnya mengambil formulir pendaftaran, Selasa sore (25/2), sekitar pukul 17.50 WIB. Ketua Organizing Commite (OC)  Musda Golkar Jambi Endria Putra membenarkan HBA mengutus dua orang mengambil formulir pendaftaran. 

Dengan demikian, HBA menjadi orang pertama yang mendaftar usai pengumuman pendaftaran dibuka oleh Steering Commite Selasa siang. "Iya sudah tadi sore, yang mengambil utusanya pak HBA. Mahmud dan Hefni Zen,” ujarnya.

Ketua SC Musda Golkar Jambi, A. Rahman yang juga membenarkan HBA sudah mengambil formulir pendaftaran sebagai calon Ketua DPD I Golkar.  “Setelah pendaftaran ini, tahap selanjutnya akan dilakukan verifikasi. Kita lihat semua persyaratan terpenuhi atau tidak," katanya.

HBA sendiri merupakan kader partai Golkar dan juga anggota DPR RI dari partai Golkar. Saat ini mantan Gubernur Jambi ini menjabat sebagai Ketua Dewan Pertimbangan DPD I Partai Golkar Provinsi Jambi.

‘Turun gunungnya’ HBA ini membuat pertarungan makin sengit. Peta kekuatan masing masing calon pun bisa berubah.  CE yang semula dikabarkan sudah menguasai DPD II bisa terancam dengan masuknya HBA dalam peta persaingan.

Informasi dari internal Golkar menyebutkan, hingga kemarin, Cek Endra masih berpeluang besar memenangkan pertarungan dibandingkan Haris dan Fasha. Bupati Sarolangun itu disebut sebut sudah menguasai pemilik suara di tingkat II. Kabarnya, hampir semua DPD II sudah merapat ke Cek Endra (CE) yang juga merupakan ketua DPD II Golkar Sarolangun.

Setidaknya, ini terlihat saat CE mendaftar di penjaringan Cagub PDIP beberapa pekan lalu. Saat itu, CE dikawal beberapa ketua DPD II kabupaten dan Kota. Seperti Ketua Golkar Tanjabtim Juber, Ketua Golkar Tanjabbar Faisal Alwi, Ketua Golkar Sungai Penuh Tabri Muis dan Ketua Golkar Bungo Mahsus.

Selain itu sejumlah anggota DPRD Provinsi dari Fraksi Golkar juga ikut mendampingi. Seperti Ivan Wirata, Mai Maznah dan Apif Firmansyah. Disamping itu, Ketua DPD II Golkar Kota Jambi Nuzul Prakasa sepertinya telah lebih dulu merapat ke CE, dengan memasang baliho dukungan ke CE sebagai calon Gubernur Jambi. Baliho itu sendiri dipasang di kediaman almarhum Zoerman Manap. Selain itu, dengan menggandeng Bupati Tebo Sukandar, sudah hampir dipastikan suara DPD II Tebo juga milik CE. 

Bahkan, diinternal CE, kabarnya sudah tersiar kabar CE bakal terpilih secara aklamasi di akhir Musda nanti. ’’ Untuk posisi saat ini, peluang terbesar masih di tangan CE. Hampir semua DPD II merapat ke Bupati sarolangun itu.  Sepertinya kecil peluang bagi Haris dan Fasha. Kecuali kalau ada kejadian luar biasa menjelang dan selama Musda nanti,’’ kata sumber di internal Golkar saat dihubungi Jambione Selasa malam.

Bahkan, menurut dia, jika situasinya aman aman saja seperti saat ini, kemungkinan besar arahnya CE bakjal terpilih secara aklamasi nantinya. ‘’ Ya…budaya Golkarkan seperti itu, Biasanya pada babak akhirnya nanti musayawarah mufakat. Kalau itu yang terjadi, maka CE dipilih secara aklamasi,’’ ungkapnya.

Lalu bagaimana dengan Al Haris dan Fasha? Kedua kandidat tentu tidak tinggal diam. Mereka juga punya massa dan nilai plus. Apakah tidak menjadi pertimbangan? ‘’ Ya… harus diakui Fasha punya prestasi. Tapi itu saja tidak cukup. Di politik, kita harus bisa ‘bermain cantik’. Prestasi itu nomor kesekian. Yang terpenting itu, harus bisa mengayomi, merangkul dan tenggang rasa dengan teman sejawat. Itulah kelebihan CE dibandingkan yang lain,’’ kata sumber yang minta namanya tidak ditulis ini.

Begitu juga dengan Haris. Menurut dia, Bupati Merangin itu memang cukup gencar menunjukkan eksistensinya jelang pilgub. Namun, lingkungan internal Golkar, menurut dia, Haris 

punya cacatan negative diantara sesame koleganya. ‘’ Pokoknya sulitlah bagi kandidat lain, kalau tidak ada kejadian luar biasa,’’ tegasnya.

Sumber ini juga tidak menampik, muara dari Musda ini adalah Pilgub Jambi. Siapaun yang terpilih jadi Ketua DPD I Golkar, sudah dipastikan akan mendapat perahu Golkar. Nah, bagaimana dengan CE, yang dari hasiol survey, elektabilitasnya selalu dibawah Fasha dan Haris? ‘’ Itu tak terlalu dipersoalkan.  Survei itukan salah satu cara saja. Kan masih banyak waktu bagi CE untuk bergerak. Belanda kan masih jauh,’’ kata sumber yang mengaku punya hak suara di Musda nanti.

Lalu bagaimana dengan HBA? Menurut sumber ini, jika lolos menjadi calon, HBA bisa saja menggembosi dukungan CE. Namun, dengan waktu yang sangat singkat dia meyakini sulit untuk menarik dukungan DPD II dari CE.

‘’ Dengan maju nya HBA ini jelas membuat kerja CE makin berat. Tapi, berliau (HBA) kan baru ambil formulir. Apakah beliau bisa mengumpulkan 30 % dukungan sebagai sayarat ditetapkan sebagai calon kan kita belum tahu,’’ katanya.

Yang jelas, menurut sumber ini, CE saat ini sudah mengumpulkan hamper 50 persen lebih dukungan. Nah sisanya akan menjadi rebutan para kandidat lain. Termasuk HBA. ‘’ Ya kita lihat saja nanti bagaimana prosesnya dalam beberapa hari kedepan,’’ pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua Steering Commite (SC) Musda Golkar Jambi, A. Rahman menyatakan pendaftaran bakal calon Ketua DPDI I Golkar sudah dibuka mulai Selasa (24/2) kemarin. Menurut A. Rahman, pada Musda X ini tidak ada biaya pungutan apapun alias gratis untuk pendaftaran bakal calon. Pendaftaran hingga proses pleno ke 7 dalam pelaksanaan Musda. Semua proses ini hanya akan bersinggungan dengan SC.

Ada 17 suara sah yang akan menjadi voter dalam pemilihan orang nomor satu di partai berlambang beringin ini untuk wilayah Jambi. Menurut A. Rahman, 17 pemilik suara yang akan menggunakan haknya pada Musda 29 Februari nanti terdiri dari beberapa unsur. Yaitu DPP, Dewan Pertimbangan, DPD I Provinsi Jambi, 11 DPD II memiliki. "AMPG dan KPPG memiliki 1 suara. MKGR, Soksi, dan Kosgoro juga memiliki 1 suara. Terakhir AMPI, MDI, HWK dan Al-Hidayah dan Satker Ulama juga memiliki 1 satu suara," katanya.

Ia menjelaskan, para bakal calon yang mendaftar, berdasarkan aturan Juklak Musda, harus mendapatkan dukungan 30 persen untuk bisa ditetapkan sebagai calon.Itu artinya bakal calon minimal mengantoingi 5 sampai 6 dukungan. "Jika dukungan sudah melebihi 50 persen, maka ada kemungkinan untuk proses pemilihan berjalan aklamasi," ujarnya.

Mengenai masalah suara, untuk AMPG dan KPPG itu wajib harus sepakat. Jika tidak, suara dinyatakan hangus. Untuk Soksi, MKGR, dan Kosgoro jika terjadi perselisihan maka mereka akan voting. Suara yang sama itulah yang dianggap sah. Sistem ini juga berlaku pada suara AMPI, MDI, HWK dan Al-Hidayah dan Satker Ulama.(fey)





BERITA BERIKUTNYA