Jambione.com, Setelah terpilih sebagai Ketua DPD l Golkar Jambi, Cek Endra semakin Percaya Diri (pede) Melangkah menuju Pilgub Jambi, 23 September mendatang. Dia pun terlihat yakin, perahu Gpolkar bakal jatuh ketangannya. Dia pun menyatakan akan berusaha semaksimal mungkin memenangkan Golkar di Pilgub nanti.
Meski demikian, Bupati Sarolangun ini mengaku tetap akan menghormati hasil survei dan keputusan DPP nantinya. "Kemenangan saya secara aklamasi bisa menjadi Ketua DPD l Golkar Jambi merupakan satu poin untuk saya bisa mendapat dukungan dari partai Golkar," kata CE, Sabtu (29/2). ‘’ Saat ini kita tetap mengoptimalkan tim, menunggu hasil survei dan keputusan DPP," saumbungnya.
Sementara itu terkait nasib Fasha dan Al Haris yang juga merupakan kader Golkar dan rivalnya di Pilgub, CE menegaskan tidak akan ‘membuang’ kader yang berseberangan dengannya. Menurut CE, kedua kader Golkar potensial itu semua akan dirangkulnya. ‘’ Siapapun yang punya komitmen yang baik untuk Golkar, akan tetap dipakai kedepannya. Saya tidak akan menyisihkan siapaun yang berniat membesarkan partai,’’ tegasnya.
Bagi CE, persaingan di internal adalah persoalan biasa di partai besar seperti Golkar. Namun, dia menegaskan, setelah ditetapkan siapa yang akan diusung, semua harus kompak. ‘’ dari ketua DPD, saya yang paling tua. Maka anggap saya sebagai orang tua agar kita bersatu kedepannya, ‘’kata.
Sementara itu, Pengamat politik, Dori Efendi menilai, terpilihnya Cek Endra sebagai Ketua DPD I Golkar Provinsi Jambi secara aklamasi, memberikan pengaruh terhadap elektabilitasnya.
"Dengan merebut kersi ketua, secara tersirat CE sudah pasti mengantongi rekom Partai Golkar," katanya.
Kader-kader Golkar dan pengurus tentu akan serius mendukung CE. Karena dia adalah pimpinan tertinggi partai Golkar di Jambi. "Artinya kerja-kerja politik partai Golkar akan menjadi mesin politik yang siap digerakkan untuk kemenangan CE," jelasnya.
Selain itu, lanjut Dori, CE juga berhasil memenangkan persepsi publik bahwa di tubuh Golkar kader yang layak diusung di Pilgub 2020 adalah dirinya. Ini akan membentuk opini publik dan keyakinan publik bahwa pewaris ketokohan di partai Golkar ada di CE. "Peluang kader Golkar, seperti Fasha dan Al-Haris untuk mendapat rekom partai tentu cukup sulit," katanya.
Sebaliknya, kata Dori, kemenangan CE belum bisa dikatakan signifakan pengaruhnya pada elektabilitasnya karena hal ini baru saja terjadi. "Akan tetapi, satu hal yang perlu diperhatikan adalah ancaman perpecahan dalam tubuh partai Golkar karena kader-kader yang tidak mendapat rekom akan dicaplok oleh partai lain bila mereka diusung kelak," pungkasnya.(fey)