Pasca Musda, Beringin Bergoyang: DPP Berusaha Satukan Tiga Kader Golkar di Pilgub, Arus Bawah Menola

Senin, 02 Maret 2020 - 07:52:14 WIB - Dibaca: 4112 kali

(Khusnizar/Jambione.com)

Jambione.com, JAMBI - Musda Golkar selesai. Ketua DPD I pun sudah ditetapkan. H Cek Endra terpilih secara aklamasi setelah mendapat dukungan penuh dari seluruh DPD II dan organisasi sayap partai beringin tersebut. Tercepat pula dibandingkan Musda di daerah lain. Hanya dua jam. Namun masalah belum selesai. Tugas berat yang sebenarnya sudah menanti. Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jambi. Inilah pertarungan yang sebenarnya.    

Cek Endra boleh saja menepuk dada setelah mendapatkan kursi Ketua DPD I Golkar Provinsi Jambi. Tiket diusung Golkar di Pilgub pun sudah hampir pasti ditangan. Namun, ada dua lawan berat yang harus dia hadapi. Syarif Fasha dan Al Haris. Dua duanya juga kader terbaik Golkar. Inilah yang menjadi dilema dan membuat kader serta simpatisan beringin rindang goyang. 

Pasalnya, Fasha dan Haris cukup potensial. Dari sejumlah hasil survei yang sudah dirilis (lembaga survei), eletabilitas Wali Kota Jambi dan Bupati Merangin itu cukup meyakinkan. Walaupun jaraknya tidak terlalu jauh. Fasha selalu berada di posisi teratas. Sementara Al Haris masaih saling salip menyalib.

Dalam kondisi (politik) normal, sebenarnya ini keuntungan bagi Golkar. Karena, hingga 7 bulan jelang Pilgub 23 September nanti, tiga kadernya merupakan kandidat cagub yang paling kuat. Ketiganya sama sama berpotensi merebut kursi Gubernur Jambi. Ibarat kata, saat ini Bola di tangan Golkar.

Masalahnya, kondisi di internal Golkar lagi tidak normal. Bahkan bisa dikatakan up normal. Karena hubungan ketiga kader potensial itu, Cek Endra, Fasha dan AL Haris tidah harmonis. Ketiganya sama sama ngotot maju di Pilgub. Dan sama sama ngotot ingin jadi nomor satu.

CE yang terpilih sebagai Ketua DPD I jelas makin percaya diri (Pede) akan diusung partainya. Sementara Fasha dan Haris tidak tinggal diam. Selain terus melakukan berbagai upaya mendapatkan dukungan Golkar (walaupun kemungkinannya kecil), keduanya juga terus bergerilya mencari dukungan partai lain, seperti PDIP, Gerindra, PAN dan Demokrat.           

Kebetulan empat partai besar ini tidak punya kader potensial yang bisa diandalkan untuk memenangkan pertarungan di Pilgub nanti. Kalaupun ada, levelnya untuk posisi nomor 2 alias wakil. Jika diunsung partai lain, konsekwensinya tentu Fasha dan Haris keluar dari Golkar dan bergabung dengan partai yang mengusungnya. Ini jelas kerugian bagi Golkar.

Kondisi ini membuat arus bawah Golkar galau. Beringin rindang inipun terus bergoyang. Aroma perpecahan pun  menyeruak. Dan sulit dihindarkan. Jika ini tidak cepat di klirkan, bukan tidak mungkin ‘Bola’ yang sudah ditangan bisa lepas di Pilgub nanti.  Karena, bukan tidak mungkin ‘Bola Panas’ di Golkar ini bakal ‘digoreng’ oleh partai lain.

Bibit perpecahan ini sepertinya sudah diketahui oleh DPP Golkar. Makanya pasca Musda 29 Februari lalu, sejumlah skenario pun sudah disiapkan DPP. Salah satunya, memunculkan wacana menyatukan kader Golkar di Pilgub nanti.

Sinyal ini terbaca dari pernyataan Pengurus DPP Golkar, Muhammad Sarmuji. Dia mengatakan terlihat saat ini tiga kader Golkar yang maju di Pilgub Jambi ingin merebut dukungan dari DPP. DIa mengingatkan, di dalam politik pastinya akan banyak muncul keajaiban. "Siapa tahu nantinya mereka bertiga akan bahu-membahu dan saling mendukung," kata Sarmuji usai pelaksanaan Musda, Sabtu (29/2).

Menurut dia, DPP akan berupaya menyatukan kader di hajatan Pilgub Jambi 2020. Tentunya, setelah membaca peluang terlebih dahulu. "DPP juga akan mengusahakan jika ada peluang untuk menyatukan kadernya pada pilgub Jambi," ujarnya.

Sarmuji juga mengakui sudah ada pembahasan mengenai upaya tersebut. Hanya saja pembicaraan ini belumlah bersifat resmi. Dalam artian masih pembicaraan secara informal.
"Hal ini bukan saya yang melakukan, tetapi ada orang lain yang sudah mulai membuka arah untuk para kader Golkar ini bersatu pada kontestasi Pilgub nanti. Apakah itu masalah menjodohkan kita belum tahu. Yang jelas tunggu saja keajaiban politik yang akan terjadi," tukasnya. 

Sumber di internal Golkar mengatakan, wacana menyatukan Cek Endra, Fasha dan Al Haris di Pilgub nanti sudah jadi perbincangan di internal Golkar pasca Musda kemarin. Menurut dia, wacana itu  dimunculkan dari DPP. ‘’ Kita tidak tahu siapa yang mulai mewacanakan itu. Bisa dari DPP, bisa juga dari orang Golkar Jambi. Yang jelas, ide ini muncul pertama kali dari DPP,’’ ungkap sumber yang minta namanya tidak ditulis ini.

Bahkan, lanjut dia, sejumlah seknario pun sudah disiapkan. Yaitu memasangkan Fasha dan Cek Endra, Fasha - AL Haris, dan Cek Endra dengan Sukandar. Diantara beberapa skenario itu, sepertinya menduetkan Fasha dengan Ce Endra yang paling kencang. Hanya saja tinggal siapa yang nomor satu dan siapa yang nomor dua. ‘’ Masalahnya, keduanya CE dan Fasha, sama sama ngotot maunya jadi nomor satu,’’ kata sumber ini.

Lebih lanjut sumber ini mengungkapkan, walaupun dimunculkan oleh DPP, wacana menyatukan kader Golkar itu bukan tidak mendapat tantangan. Karena arus bawah Golkar Jambi belum bisa menerima ide tersebut. Sebagian malah menolak. ‘’ Terutama para pendukung CE. ‘Angin anginya’ mereka menolak wacana tersebut. Apalagi jika CE dipasangkan dengan Fasha. Jadi nomor dua lagi. Belum tahu kalau CE nya nomor satu, Fasha nomor dua, mungkin mereka bisa menerima,’’ katanya.

Menurut sumber ini lagi, wacana duet kader Golkar ini akan menjadi pembahasan hingga sebulan ke depan. Lobi lobi tingkat tinggi pun pasti akan terjadi. Sebab, menurut dia, DPP tentu sudah berhitung untung ruginya jika kader Golkar bersatu, atau di biarkan terpecah belah. Sebab, Pilgub 2020 ini sangat menentukan dan untuk kepentingan yang lebih besar di Pilkada Serentak 2024 nanti.

‘’ Tunggu dan ikuti saja terus perkembangannya. Tentu DPP Golkar tidak mau kadernya terpecah belah di Pilgub Jambi. Karena mereka sudah berpikir ke Pilkada serentak 2024. Apalagi, Pilgub 2020 inilah momen terbaik Golkar untuk merebut kursi Gubernur Jambi. Jika ini lepas, maka akan sulit di 2024 nanti,’’ pungkasnya. (fey/kum)





BERITA BERIKUTNYA