Jambione.com, MUARABUNGO – Warga Kampung Sari Dusun Tebing Tinggi, Kecamatan Muko-muko Bathin VII Bungo, dikejutkan dengan ditemukannya Pijomi (38) yang merupakan warga kampung tersebut dalam kondisi tergantung di belakang rumahnya, Rabu (4/3) kemarin.
Pijomi ditemukan pertama kali oleh mertuanya sekiat pukul 11.00 Wib. Hal ini dibenarkan Kapolres Bungo, AKBP Trisaksono Puspo Aji. "Murtuni mertua korban menjerit dan minta tolong, melihat korban sudah tergantung, tidak lama kemudian Arit yang masih warga setempat datang ke TKP dan langsung memotong tali yang melilit dileher korban, dengan mengunakan parang yang bergagang,"ujar Kapolres
Sebut Trisaksono, kondisi korban saat itu masih hidup dan sempat dilarikan ke Rumah Sakit Umum Permata Hati. " Sesampai di rumah Sakit Permata Hati, dilakukan pertolongan Medis. Namun nyawa korban tak tertolong lagi, dan tidak ada tanda kekerasan lainya kecui bekas tali di leher,” katanya.
Saat ditanya motif Pijomi nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri? Trisaksono mengaku juga belum mengetahui secara pasti.
“Belum tahu jelas apa motif dari korban hingga dia mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Kini jenazahnya sudah dibawa ke rumah duka. Keluarga korban sudah mengiklaskan kepergian korban dan membuat pernyataan untuk tidak dilakukan otopsi,” katanya.
Mertuni saat dikonfirmasi, mengungkapkan ia menemukan Pijomi dalam keadaan tergantung, ketika ia masuk ke dalam dapur. Ia pun kaget melihat sosok Pijomi tergantung dan saat itu ia berteriak minta tolong kepada warga lainnya. Saat Pijomi diturunkan, Pijomi masih dalam keadaan hidup.
"Saya kaget milihat anak menantu saya tergantung di dapur belakang rumah. Saat itu saya berteriak minta tolong dan di bantu oleh tetangga juga dan sempat di bawah kerumah sakit terdekat akhirnya nyawa menantu saya tidak terselamatkan,” ungkapnya. (yad)