Fasha : "Semoga Ayahanda husnul khatimah"

Guru Daud Dimata Fasha ; Tempat Belajar dan Minta Doa

Jumat, 06 Maret 2020 - 02:24:41 WIB - Dibaca: 1669 kali

(Ali Ahmadi/Jambione.com)

Jambione com, JAMBI - Ulama kharismatik Jambi KH Syekh Muhammad Daud bin H Abdul Qadir Al Hafizh atau yang dikenal dengan Guru Daud meninggal dunia kemarin (Kamis, 5/3) sekitar pukul 06.00 WIB.

Wali Kota Jambi Syarif Fasha, salah seorang yang sangat dekat dengan sosok Almarhum, turut menyampaikan rasa duka dan kesan mendalam atas berpulangnya Almarhum.

"Saya sangat kehilangan sosok Babah (sapaan Fasha kepada Almarhum-red). Beliau seorang yang 'alim dan tawaddhu'. Atas nama Pemerintah dan segenap masyarakat Kota Jambi saya sampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya, semoga Almarhum husnul khatimah mendapat tempat yang mulia disisi Allah SWT. Aamin," ujar Fasha.

Kata Fasha, Ia terakhir bertemu Almarhum, saat menjenguknya dikediaman Almarhum awal Maret lalu.

"Saat menjenguk beliau terakhir, hari Minggu malam 1 Maret di kediaman Babah, beliau masih mendengar sapaan dan melihat kehadiran saya saat itu," kata Fasha.

Fasha yang selalu menjaga silaturrahmi dan hampir tidak pernah absen menghadiri undangan Almarhum dalam berbagai kesempatan, juga memiliki kesan khusus, diantaranya saat Almarhum yang uzhur namun masih bersedia menjadi imam shalat Istisqa di lapangan utama kantor Wali Kota Jambi.

"Saya sangat berterima kasih kepada Almarhum dan keluarga yang selalu mengundang saya dalam berbagai acara baik di rumah, di masjid maupun di pondok pesantren yang beliau dirikan, bahkan saya sangat terharu ketika beliau bersedia memenuhi undangan saya untuk menjadi imam saat melaksanakan shalat minta hujan atau Istisqa yang dilaksanakan dilapangan utama kantor Wali Kota 2015 silam," kenang Fasha.

Bagi Fasha, sosok Almarhum tidak hanya sebagai guru, namun juga orangtua yang sangat perhatian dan mengayomi. Almarhum yang lama bermukim di Kota Mekkah Arab Sadi itu, selain dikenal sebagai sosok guru yang rajin beribadah, juga gemar memasak. 

"Beliau sangat perhatian dengan saya. Beliau sering kali mengirimi saya makanan yang beliau masak sendiri, seperti bubur salik, nasi mandi, kue bika pisang susu," kesan Fasha.

Dalam melaksanakan tugasnya sebagai kepala daerah, Fasha juga selau ingat akan amanah Almarhum.

"Pesan beliau yang selalu saya ingat, teladani akhlaq dan sifat-sifat Rasulullah SAW, perbanyak penghafal Alquran, agar negeri kita diberkahi, itu pesan khusus yang pernah beliau sampaikan" ingat Fasha.

Fasha juga merasa sangat berterima kasih, karena menurutnya, Alamarhum tidak hanya sering memberi nasehat namun juga mendoakannya.

"Saya sangat berterima kasih dan termasuk yang beruntung karena sering mendapat nasehat dan doa dari Almarhum. Bahkan Almarhum sering mendoakan dikala saya dalam kesulitan maupun sedang hajat sesuatu. Almarhum sudah seperti Ayah bagi saya. Semoga Ayahanda husnul khatimah, ditempatkan di tempat yang mulia disisi Allah SWT, Aamiin," tutup Fasha.

Almarhum KH. Muhammad Daud Al Hafidz Bin H. Abdul Qodir merupakan pendiri pondok pesantren yang sangat masyhur di Jambi Sa'addatuddarain. Ia juga merupakan orangtua dari Ustadz Mubarak yang merupakan pimpinan Pondok Pesantren Al-Mubarak Litahfidzil Qur'an Tahtul Yaman Kota Jambi Seberang.

Pantauan media ini, sejak pagi kediaman Almarhum dikawasan Telanaipura di padati peziarah. Selepas Zhuhur sebelum dibawa ke Seberang, Almarhum dishalatkan lebih dahulu di Masjid Al Imam Assyafi'i yang berada disebelah rumah duka, hingga sore harinya setelah Ashar jenazah kemudian diantar ribuan pelayat kepemakaman keluarga di kelurahan Tahtul Yaman yang sebelumnya dilakukan shalat jenazah untuk kedua kalinya di Masjid Saadatuddarain di kompleks pondok pesantren yang beliau dirikan.(Ali)





BERITA BERIKUTNYA