WNI Positif Virus Korona jadi 4 Orang, yang Konsultasi sudah 548 Orang

Sabtu, 07 Maret 2020 - 00:05:16 WIB - Dibaca: 1713 kali

foto ilustrasi
foto ilustrasi ()

Jambione.com, – Penyebaran virus Korona jenis baru di Indonesia makin meluas. Tim Kementerian Kesehatan dan Provinsi DKI Jakarta menemukan beberapa kontak dari hasil pelacakan siapa saja yang dekat dengan dua pasien positif sebelumnya.

Benar saja. Dari pelacakan tersebut, ada 2 pasien tambahan yang positif virus Korona.

Pasien 3 dan pasien 4 adalah WNI usia 33 dan 34 tahun. Mereka berada di area klub dansa itu dan diyakini kontak dekat dengan pasien 1 saat 14 Februari 2020.

Juru Bicara COVID-19 Achmad Yurianto menjelaskan Dinas Provinsi Jakarta mengidentifikasi 80 orang yang dicurigai. Ternyata 80 orang ini bisa dikecilkan lagi. “Ada orang yang berada di ruangan itu, tukang parkir, juru masak dan tidak masuk sama sekali. Kemudian mengerucut, jadi 20,” paparnya.

Dilakukan pendalaman lagi, dari 20 ini ternyata bisa dikerucutkan lagi menjadi 7 orang. Mereka kemudian dibawa ke RS, Sulianti Saroso kemudian diobservasi dan diisolasi masing-masing. Tim melalukan serangkaian pemeriksaan. “Karena 7 orang ini memiliki gejala fisik yang mengarah ke influenza. Meski tidak influenza berat, ringan saja. Tidak terlalu tinggi demamnya dan pilek,” paparnya.

Kemudian 7 orang yang diperiksa akhirnya didapatkan 2 orang lagi dinyatakan positif. “Kita sebut sebagai kasus pasien nomor 3 dan kasus pasien nomor 4,” jelasnya.

Yurianto menolak menyebutkan identitas pasien karena menjaga kode etik. Jenis kelaminnya pun tidak. “Keduanya tidak tinggal serumah. Yang pasti dari kluster Jakarta (klub dansa). Jenis kelamin tak usah disebut, usianya 33 dan 34,” paparnya.

            Sementara itu, ratusan masyarakat telah mendatangi Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso untuk berkonsultasi terkait wabah virus Korona. Hingga Jumat (6/3), terdapat 548 warga telah mendatangi posko pemantauan virus korona.

            Direktur RSPI Sulianti Saroso, Mohammad Syahril menyampaikan, mereka yang berkonsultasi ke RSPI dinyatakan sebagai Orang Dalam Pemantauan (ODP). Namun, mereka tidak harus menjalani rawat inap di rumah sakit. “ODP 548. Kalau ODP rawat jalan ya,” kata Syahril di kantornya, Sunter, Jakarta Utara, Jumat (6/3).

            Syahril menjelaskan, kategori Pasien Dalam Pengawasan (PDP) juga tidak harus dirawat secara intensif di RSPI Sulianti Saroso. Terlebih, ruang isolasi di RSPI hanya mampu menampung 11 orang pasien suspect korona. “Semua pasien yang ODP maupun PDP gratis, enggak usah bayar karena akan di-cover negara,” ucap Syahril.

Sementara itu, terkait kondisi dua pasien pertama positif Korona yang juga mendapat perawatan intensif di RSPI, lanjut Syahril, hingga kini kondisinya kian membaik.  “Alhamdulillah, kedua pasien (pasien 1 dan pasien 2, Red) ini kan tidak mempunyai penyakit penyerta. Memang umur ibunya 64 tahun, memang usia itu lebih susah, tapi Alhamdulillah,” ucap Syahril.

Syahril pun mengatakan, bahwa hasil pemeriksaan laboratorium telah menunjukkan tidak ada indikator perburukan kondisi. Syahril pun mengharapkan, agar pasien positif korona itu bisa segera sembuh. “Indikator ini menjadi suatu parameter bagi kita semua. Insyaallah dua pasien ini sembuh,” tukas Syahril.(jpg)

 





BERITA BERIKUTNYA