Jambione.com, JAMBI- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Jambi selama 2018 telah menemukan 904 kasus penyakit tuberkulosis (TB). Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinkes Nur Indrayeti mengatakan, penyakit menular itu termasuk satu dari sepuluh penyebab kematian di dunia.
"TB termasuk penyakit menular yang bisa menyebar kepada siapa saja, tanpa terkecuali. Penyakit menular ini juga menjadi salah satu dari sepuluh penyakit penyebab kematian," kata Nur Indrayeti, Kemarin.
Dia menambahkan, di dunia kesehatan, infeksi penyakit TB masih menjadi masalah global atau nasional.
"Pengobatan TB atau yang sering disebut flek paru ini tidak mudah dan murah, karena proses penyembuhannya juga bersifat jangka panjang," terangnya.
Nur menjelaskan, jika, penderita yang tidak ditangani secara tuntas, bisa mengakibatkan kebal terhadap TB dan menyebarkannya penularan kepada orang lain melalui udara.
Sementara pada tahun 2019 lalu, jumlah kasus penemuannya meningkat menjadi 981 kasus. Sebanyak 421 dinyatakan positif.
"Bisa sembuh tapi harus rutin minum obat. Biasanya 6 bulan itu penderita hatus konsumsi obat secara rutin," katanya.
Nur menambahkan merokok memiliki banyak dampak negatif. Bukan hanya menjadi salah satu penyebab penyakit tuberkulosis (TB), tetapi juga kanker paru-paru.
"Perlu kita ketahui, penyakit kanker nomor satu di dunia terjadi pada paru-paru. Penyebabnya, di antaranya kebiasaan merokok," tegasnya.
Gejala awal dari penyakit TB adalah penderita mengalami batuk bercampur darah, dan kemudian sesak nafas dan nyeri dada. Sementara untuk gejala tambahan penderita berat badannya menurun, demam meriang berkepanjangan, beekeringat dimalam hari walaupun tidak berkegiatan, serta napsu makan menurun.
Sementara itu, Kadinkes Kota Jambi, Ida Yuliati mengatakan bahwa penyakit TB ini harus lebih diwaspadai oleh masyarakat. Sebab, penyakit ini juga menular. "Masyarakat jarang mengetahui. Padahal ini sangat berbahaya dan bisa menular. Kami terus melakukan sosialisasi ke masyarakat tentang penyakit ini. Jangan sampai juga maayarakat mengalami penyakit tersebut. Tetap harus jaga kesehatan," pungkaanya. (ali)