Perebutan Dukungan PDIP Makin Seru, Posisi AJB Tergantung Demokrat

‘Digoyang’ Fasha, Haris Tetap Optimis

Senin, 23 Maret 2020 - 07:30:18 WIB - Dibaca: 4382 kali

(ist/Jambione.com)

Jambione.com, JAMBI - Dinamika perebutan dukungan parpol terus berlangsung. Selain melakukan berbagai manuver, para kandidat dan tim sukses juga melakukan Psywar (Psychological Warfare) atau biasa disebut perang urat syaraf untuk mempengaruhi lawan politik. Fasha dan Al Haris misalnya. Kedua kandidat bersaing ketat mendapatkan perahu PDIP.

Di satu sisi, Fasha disebut bakal merapat ke PDIP sebagai kader dan mendapatkan dukungan 9 kursi di DPRD Provinsi Jambi ini. DI sisi lain, hal itu tak menjadi persoalan bagi Al Haris yang sudah dari awal menyatakan berpasangan dengan kader banteng tersebut. Yakni Abdullah Sani. Meski terus ‘digoyang’ Fasha, kubu Al Haris tetap optimis mendapatkan dukungan banteng.

Penegasan ini disampaikan Tim Center Haris, Hasan Mabruri. Menurut dia,  hingga saat ini pihaknya masih optimis dukungan PDIP bakal berlabuh ke pasangan Haris-Sani. "Kita masih optimis didukung PDIP. Karena komunikasi sangat baik," katanya, Minggu (22/3) kemarin.

Pria yang akrab disapa Bohok ini juga mengatakan komunikasi dengan partai pemilik 9 kursi di DPRD Provinsi Jambi tersebut sudah terjalin intens. Hal itu jauh sebelum kandidat lain (Fasha) diisukan bergabung. "Komunikasi sangat intens dengan PDIP," tegasnya.

Disinggung soal kesiapan Al Haris pindah partai dan bergabung sebagai kader PDIP, Bohok mengatakan, persoalan tersebut nanti dibicarakan. Yang jelas saat ini pihaknya fokus membangun komunikasi. "(Bergabung) Itu nanti pembicaraan wo Haris langsung dengan ketua DPD PDIP. Kita fokus membangun komunikasi dengan partai," jelasnya.

Bohok menegaskan, pihaknya sampai saat ini komit dengan menggandeng kader PDIP yaitu Abdullah Sani sebagai pasangan Al Haris menuju Pilgub Jambi 23 September mendatang.
"Yang jelas kita komit menggandeng kader PDIP pak Abdullah Sani," ujarnya.

Lalu bagaimana dengan dukungan parpol lain? "Hasil komunikasi kita dengan partai, mudah-mudahan minggu depan sudah ada yang mengeluarkan rekomendasi untuk wo Haris," tandasnya.

Terpisah, orang di lingkaran Al Haris ketika dihubungi menegaskan bahwa Al Haris juga ditawari PDIP bergabung. Bahkan tawaran tersebut jauh sebelum adanya wacana Fasha bergabung dengan PDIP. ‘’ Bagi kita itu sudah selesai. Kita optimis PDIP akan ke kita,’’ kata sumber yang minta namanya tidak ditulis ini.

Dia melanjutkan, karena sudah yakin PDIP berlabuh ke Wo Haris, maka mereka tidak terlalu menanggapi berbagai isu yang menyebutkan Fasha mau bergabung dengan Banteng Moncong Putih. ‘’ Kita lihat saja nanti,’’ ujarnya.

Sebelumnya, isu yang menyebutkan Syarif Fasha bakal keluar dari Partai Golkar makin kencang. Wali Kota Jambi itu sendiri tidak menampik kemungkinan dirinya akan keluar dari partai beringin. Menurut Fasha, dia sudah berkomunikasi dengan sejumlah partai. Termasuk diantaranya PDIP.

Fasha menegaskan, niat dia ikut bertarung di Pilgub Jambi bertujuan ingin menjadi Gubernur Jambi. Bukan menjadi ketua partai. “Jadi bisa saja saya bergeser ke partai lain. Sampai saat ini belum ada yang positif ke partai mana,” katanya kepada wartawan usai menghadiri suatu acara di Pemkot Jambi, dua hari lalu.

Hanya saja, lanjut Fasha, sampai saat ini dia belum bisa memastikan ke partai mana dia akan bergabung jika keluar dari Golkar. “Kecuali partai tersebut sudah memanggil kami. Kemudian pihak DPP nya sudah menjanjikan rekomendasi positif, mungkin kami terima kartu anggotanya,” jelasnya.

‘’Tapi kalau masih berandai-andai dan tidak ada kepastian, maka kami akan melihat partai mana yang lebih cepat memberikan dukungan dan menerima saya menjadi kader. Sebelum ada skenario yang memastikan saya didukung, maka masih terbuka untuk semua partai,” ungkapnya.

Di bagian lain, kenyamanan Asyafri Jaya Bakri (AJB) yang menyatakan sudah dipinang Fasha sebagai calon wakil mendapat ‘gangguan’ dari Sukandar. Bupati Tebo ini mengakui adanya wacana duet tersebut. Meski berbagai kalangan menyebut isu duet Fasha- Sukandar ‘sudah basi’ paling  ini pengakuan Sukandar ini membuat AJB tidak tenang.

Pasalnya posisi AJB juga belum aman. Kepastian AJB mendampingi Fasha juga tergantung pada Demokrat. Jika dia berhasil membawa Demokrat, duet ini kemungkinan berlanjut. Sebaliknya, kalau Demokrat lepas dari AJB, bisa jadi duet Fasha-AJB juga akan buyar. ‘’ Fasha milih AJB tentu berharap dukungan Demokrat. Karena AJB kan kader partai berlambang Mercy tersebut. Kalau tidak bisa bawa Demokrat, kemungkinan duet ini tidak berlanjut,’’ kata sumber di lingkaran Fasha. (fey/kum)





BERITA BERIKUTNYA