ODP di Jambi Terus Bertambah, Secara Nasional Positif Sudah 1.528 Orang, 81 Sembuh

Pasien Covid-19 Membaik, Dokter-Perawat di Rapid Test

Rabu, 01 April 2020 - 07:44:40 WIB - Dibaca: 1826 kali

(ist/Jambione.com)

Jambione.com, KERINCI – Memasuki hari kedua setelah dinyatakan positif, kondisi pasien Covid-19 di Kabupaten Kerinci masih stabil. Rencana merujuk si pasien ke RS rujukan di Jambi pun batal dilakukan. Saat ini, si pasien yang diketahui berasal dari kawasan Kayu Aro itu dirawat di ruang isolasi RSU MHA Thalib, Kerinci.

Kepala Dinas Kesehatan Kerinci, Hermendizal mengatakan hingga kemarin pasien dalam kondisi baik. " Pasien tidak ada keluhan. Dalam kondisi baik. Tidak ada batuk dan sesak nafas.  Makanya tidak dirujuk ke Jambi. Cuma diisolasi di Kerinci saja,"katanya. 

Sementara itu, untuk mencegah penularan, Dinas Kesehatan terus menelusuri orang yang pernah kontak dengan pasien atau contact tracing. Informasi yang diperoleh, sejumlah tenaga medis yang pernah kontak dengan pasien, mulai dari puskesmas, petugas IGD, dokter yang menangani Pasien saat dirawat di Rumah Sakit Umun MHA Thalib Kerinci diperiksa intensif untuk memutus rantai virus Corona. 

Menurut Hermendizal, sedikitnya sekitar 30 tenaga medis sudah melakukan Rapid Test. 

" Tenaga medis tersebut kemungkinan pernah kontak langsung dengan pasien, mulai dari ruang IGD sampai ruang isolasi," ujarnya.

Selain memeriksa sekitar 30 orang tenaga medis, Dinas Kesehatan juga menelusuri siapa saja yang pernah kontak langsung dengan pasien. Seperti pihak keluarga dan petugas Puskesmas yang merujuk pasien ke RSUD MHA Thalib Kerinci. "Kita saat terus menelusuri rekam jejak pasien beberapa hari belakang," tegasnya.

Kemudian, pihak keluarga pasien juga dikarantina oleh pihak Rumah Sakit Umum MHA Thalib Kerinci. "Ini untuk memutus mata rantai penyebaran Virus Corona di Kerinci,"sebutnya. 

Seperti diketahui, Senin sore (30/03) satu orang Pasien dalam Pengawasan (PDP) di Kerinci dinyatakan positif terjangkit covid 19. Pasien diduga tertular saat mengikuti pengajian yang dihadiri jamaah yang baru pulang dari Malaysia.

Menurut pengakuan pasien, sebelum mengalami gejala Covid - 19, dirinya pernah mengikuti pengajian di Kota Sungai Penuh yang didalamnya diduga jamaah dari Negara Malaysia. Juru bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Jambi, Johansyah mengatakan pasien ini pernah melakukan sebuah kegiatan yang dihadiri banyak orang.

"Kita sudah melakukan inventarisasi contact tracing terhadap pasien yang positif ini. Karena dari perkembangan pergaulan dari pasien 02 itu melaksanakan kegiatan rapat yang ada di Kerinci," katanya.

Selain itu, lanjut Johan, pihaknya juga sudah melakukan tracing contact terhadap orang-orang yang diduga berkontak langsung dengan pasien positif lainnya, asal Tebo. "Contact tracing untuk pasien 01 (Asal Tebo) itu juga sudah kita lakukan. Yang pertama ada 82 orang hasil tes dinyatakan negative. Dan hari ini ada 49 yang kita laksanakan treking tes. Hasilnya tetap negatif," ujarnya. 

Sementara itu, perkembangan penanganan Covid-19 di Jambi, jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) melonjak drastis. Dalam satu hari bertambah 90 orang. Johansyah mengatakan dari data Gugus Tugas penanganan Covid-19, Selasa (31/3) sore, ODP di Jambi dari 1.041 orang meningkat menjadi 1.121 orang.

Sedangkan jumlah PDP berkurang 1 orang dari 18 menjadi 17 orang. Kemudian yang sudah dinyatakan positif masih 2 orang dan yang masih menunggu uji swab sebanyak 5 orang. Sementara yang pasien yang sudah dinyatakan negatif 18 orang.

Johan menguraikan, data ODP tertinggi dan peningkatan cukup banyak masih di Kota Jambi. Dari 293 bertambah menjadi 416 orang. Sementara PDP di Kota 10 orang. Lalu, di Batanghari ODP turun dari 171 menjadi 158 orang dan PDP kosong. Sementara di Sarolangun ODP kembali berkurang drastis dari 103 menjadi 69 orang. PDP yang sebelumnya dilaporkan 4 orang juga berkurang menjadi 2 orang.

Berikutnya  di Merangin, masih sama dengan sebelumnya, ODP 19 orang dan PDP masih kosong. Kemudian, di Sungaipenuh ODP juga bertambah dari 6 menjadi 10 orang dan PDP kosong.  Selanjutnya, Kerinci ODP juga bertambah dari 52 menjadi 57 orang dan PDP bertambah dari 2 orang menjadi 3 orang.

Demikian juga di Muarojambi, ODP bertambah dari 114 menjadi 138 orang dan PDP kosong. Di Kabupaten Bungo, ODP masih sama dari sehari sebelumnya 130 orang dan PDP juga masih 1 orang.  Di Muaro Tebo ODP turun dari 134 menjadi 107 orang dan ada satu PDP. Di Tanjab Timur, ODP kembali berkurang dari 11 menjadi 8 orang dan PDP kosong. Sementara di Tanjab Barat, ODP berkurang dari 11 menjadi 9 orang dan PDP nihil. 

Lalu, secara nasional, Indonesia kembali menambah jumlah kasus baru positif virus corona. Rata-rata setiap hari bertambah lebih dari 100 kasus positif. Saat ini totalnya menjadi 1.528 kasus positif pada Selasa (31/3).

Juru Bicara Pemerintah Untuk Covid-19 Achmad Yurianto menyebutkan, ada penambahan 114 kasus baru positif virus Corona. Sehingga hal itu menunjukkan bahwa penularan masih terjadi. Jaga jarak dalam interaksi sosial adalah kunci keberhasilan menekan dan memutus mata rantai penularan. “Ada 114 kasus baru. Totalnya jadi 1.528 kasus positif,” jelasnya kepada wartawan, Selasa (31/3).

Sedangkan ada tambahan 6 pasien sembuh sehingga totalnya sudah ada 81 pasien sembuh yang dinyatakan 2 kali negatif virus Corona pada spesimennya. Sayangnya, angka kasus meninggal dunia juga masih bertambah.

Terbaru, ada tambahan 14 kasus kematian. Artinya total jumlah meninggal dunia ada 136 jiwa. Angka itu membuat angka kematian (mortality rate) di Indonesia mencapai 8,9 persen.

“Kasus kematian ini adalah mereka yang sudah terkonfirmasi positif Covid-19,” kata Yurianto.

Dia mengingatkan kunci keberhasilan memutus mata rantai adalah terletak pada kedisiplinan. Patuhi jarak sosial lebih dari 2 meter dan biasakan mencuci tangan dengan sabun.

“Bagi yang pulang ke kampung halaman virus ini akan berpindah bersamaan dengan orang yang terinfeksi. Manusialah yang membawanya. Kita yakinkan bahwa benteng paling aman adalah rumah kita. Keluarga kita,” tegasnya. (sau/kum/jpg)





BERITA BERIKUTNYA