41 Orang Terkait Pasien 03 dan 04 Asal Bungo Sudah Dirapid Tes, Hasilnya Negatif

Status Jambi Jadi Tanggap Darurat Covid-19

Selasa, 14 April 2020 - 07:34:48 WIB - Dibaca: 1950 kali

(ist/Jambione.com)

JAMBIONE.COM, JAMBI- Dengan meningkatnya jumlah pasien yang terkonfirmasi positif covid-19, Pemerintah Provinsi Jambi menaikkan status siaga darurat menjadi tanggap darurat Covid-19. Peningkatan status ini disampaikan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jambi, Bachyuni Deliansyah, Senin (13/4/2020).

“ Kami atas nama Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Jambi menyatakan beberapa hal. Berdasaarkan UU nomor 24 tahun 2007 tentang penanggulangan bencana yang terdiri dari bencana alam, bencana non alam, bencana sosial dan berdasarkan kajian gugus tugas dan telaah instansi terkait, dinas kesehatan Provinsi Jambi dan BPBD Provini Jambi dan berdasarkan itu maka Gubernur Jambi berdasarkan SK gubernur Nomor 301/KEP.GUB/BPBD/2020 menaikkan status siaga darurat menjadi status tanggap darurat,” kata Bachyuni dalam potongan video conference yang diperoleh Jambione, Senin malam.

Menurut dia, peningkatan status ini dalam rangka percepatan penanganan covid-19 yang ada di Provinsi Jambi. “Status ini berlaku sampai 29 Mei 2020,” katanya.

Jubir Tim Gugus Tugas Penanganan Covid -19 Provinsi Jambi, Johansyah ketika dihubungi menjelaskan, bahwa peningkatan status dari  siaga darurat ke tanggap darurat itu berdasarkan penilaian dan analisis dari Dinas Kesehatan dan BPBD. Karena meningkatnya jumlah pasien yang terkonfirmasi positif covid-19. 

Menurut Johan, suai dengan instruksi kemendagri, dengan kenaikan status, daerah bisa segera melakukan refocusing (pemokusan ulang) belanja pada pencegahan dan penanaganan covid-19. ‘’ Dan akan segera dilakukan,’’ katanya.

Sementara itu dari Kabupaten Bungo dilaporkan, Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bungo sudah melakukan Rapid Test terhadap 41 orang yang berdasarkan hasil contact tracing pernah kontak dengan pasien 03 dan pasien 04 terkonfirmasi positif covid-19 asal daerah tersebut. Hasilnya, semuanya negatif.

Informasi ini disampaikan Jubir Tim Gugus Penanganan Vovid-19 Kabupaten Bungo, dr Safaruddin Matondang kepada wartawan, Senin (13/4) sore. " Hari ini kita sudah melakukan rapid test terhadap 41 orang. Hasilnya semua negative,’’ katanya.

Menurut Safaruddin, dari 41 orang yang di Rapid Test tersebut, 32 diantaranya adalah keluarga dan karyawan pasien 03. Menurut dia, pelaksanaan rapid test ada yang dilakukan di rumah. Ada juga yang datang langsung ke Kantor Diskes Bungo. " Mereka semua terbuka dan mendukung upaya kita menangani wabah ini. Tiga orang datang langsung ke kantor saya. Sebagian lagi dilalukan di rumahnya," jelasnya.

Sebelumnya, tim gugus tugas Penanganan Covid-19 Bungo resmi mengumumkan dua pasien baru positif Covid-19 Berasal dari Kabupaten Bungo. Keduanya laki laki. Satu nerusia 65 tahun dan satu lagi berumur 35 tahun. Safaruddin Matondang mengatakan, salah satu pasien positif tersebut adalah pengusaha Bungo. Satunya lagi adalah sopirnya.  " Sopirnya ada dua orang. Satu hasilnya postif. Satunya lagi negatif," jelasnya Sabtu lalu.

Ketika ditanya, apakah 32 keluarga dan karyawan pengusaha tersebut yang di rapid test termasuk keluarganya yang di Jambi? Safaruddin membenarkannya. " Ya termasuk yang di Jambi. Tapi yang di Jambi Rapid Testnya dilakukan di Jambi. Bukan di Bungo," ungkapnya.

Terpisah, Jubir tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Jambi, Johansyah ketika dikonfirmasi soal ini, mengatakan pihaknya belum mendapat laporan resmi dari  Tim Gugus Bungo. Menurut Johan, mereka baru mendapat laporan bahwa tim gusus tugas Bungo menarget yang akan dirapid tes sebanyak 40 orang lebih. ‘’ Berarti mereka sudah umumkan ya. Berrati betul itu. Memang mereka (Tim Gugus Tugas Bungo) mengatakan target mereka 40 an orang  yang akan dirapid test. Mungkin besok baru dilaporkan ke kami di Provinsi,’’ katanya.

Selain itu, Johan juga mengungkapkan tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bungo sudah melakukan contact tracing terhadap orang orang yang pernah kontak langsung dengan pasien 03 dan pasien 04  positif covid-19 asal Bungo. Ini dilakukan setelah mengetahui riwayat perjalanan kedua pasien yang merupakan pengusaha Bungo dan sopirnya tersebut.

Riwayat perjalanan pasien 03 dan 04 ini disampaikan Juru bicara penanganan covid-19 Provinsi Jambi, Johansyah. Menurut dia, “Pasien 03 punya riwayat perjalanan pulang dari Jakarta dan Pekanbaru. Sedangkan pasien 04 riwayat perjalanannya Jambi, Bungo dan Merangin. ‘’Keduanya sempat kontak langsung, karena pasien 04 merupakan  staf atau bawahan pasien 03,” katanya.

Menurut Johansyah, riwayat perjalanan itu diketahui berdasarkan laporan yang disampaikan Kadis Kesehatan Bungo dr Safaruddin Matondang yang juga merupakan jubir tim gugus tugas penanganan covid-19 kabupaten Bungo.

Johan mengapresiasi petugas kesehatan di Kabupaten/Kota karena selalu memantau perkembangan ODP di daerahnya. “Hasilnya banyak sekali ODP yang telah selesai masa pemantauan dinyatakan sehat. Data pasien PDP yang diisolasi di rumah sakit Raden Mattaher asal Bungo atau Tebo datanya kita masukan asal daerah dimana pasien tinggal,” katanya.

Seperti diberitakan, saat ini di Jambi sudah 4 orang terkonfirmasi positif covid-19. Pasien 01 berasal dari kabupaten Tebo dirawat di RSUD raden Mattaher Jambi.  Lalu pasien 02 asal Kerinci dirawat di RSUD MHA Thalib Kerinci. Pasein 03 asal Bungo dirawat di RSUD Raden Mattaher Jambi dan Pasein 04 juga asal Bungo dirawat di RSUD Hanafie Bungo. (yad/kum)





BERITA BERIKUTNYA