JAMBIONE.COM, JAMBI - Masyarakat Provinsi Jambi diminta makin meningkatkan kewaspadaan dan mematuhi himbauan serta aturan yang sudah ditetapkan pemerintah. Sebab, perkembangan kasus covid-19 di Jambi dalam beberapa hari terakhir menunjukkan tren peningkatan. Bahkan empat kabupaten sudah masuk Zona merah (Red Zon) daerah penyebaran virus corona. Kondisi ini cukup mengkhawatirkan.
Berdasarkan data rilis Tim Gugus Tugas penanganan covid-19 Provinsi Jambi, Selasa (14/4) kemarin, jumlah pasien positif bertambah 1 orang. Menjadi 5 orang. Begitu juga dengan jumlah Pasien Dalam Perawatan, bertambah 2 orang, dari 9 menjadi 11 orang.
Pasien baru terkonfirmasi positif covid-19 di Jambi diketahui berjenis kelamain perempuan. Umur 47 tahun asal Kota Kualatungkal, Tanjab Barat. Sebelumnya si pasien punya riwayat perjalanan dari Bogor.
Informasi ini disampaikan Juru bicara penanganan covid-19 Provinsi Jambi, Johansyah kepada wartawan, melalui video conference Selasa (14/4) sore. “Pasien positif bertambah 1 menjadi 5 orang. Penambahan satu pasien positif ini setelah diumumkan jubir pemerintah dari Kemenkes RI. Pasien yang disebut pasien 05 adalah seorang wanita dengan umur 47 tahun sudah dinyatakan terinfeksi atau positif covid-19,” kata Johan.
Sebelumnya, pasien tersebut sudah masuk ke dalam daftar Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Provinsi Jambi sejak beberapa waktu lalu. “Pasien positif bertambah satu dari Tanjab Barat,” sebutnya.
Informasinya, pasien 05 ini adalah seorang pengusaha menjual gas dan pupuk di Kota Kualatungkal. Sebelumnya, hasil rapid tes yang dilakukan tim Gugus Covid-19 Tanjabar, 7 April lalu menyatakan si pasien positif terpapar virus. Selanjutnya, pada 8 April tim medis Provinsi Jambi melakukan pengabilan sampel swab untuk diuji ke Lab Kemenkes di Jakarta.
Akhir Maret lalu, Pasien 05 ini diketahui baru pulang dari daerah zona merah (red zone) di Bogor. Setelah beberapa hari pulang ke Kualatungkal, dia dinyatakan sebagai Orang Dalam Pengawasan. Lalu, beberapa hari kemudian, dia mengeluh demam dengan gejala mirip covid-19 dan dirawat dirawat di RSUD Daud Arif, Kualatungkal dengan status PDP karena hasil rapid test nya positif. Sampai kemarin, sipasein amsih dirawat di rumah sakit daerah tersebut.
Dengan tambahan satu pasien baru ini, artinya empat Kabupaten di Provinsi jambi sudah masuk zona merah penyebaran covid-19. Yaitu Tebo, Kerinci, Bungo dan Tanjab Barat. Seperti dketahui, empat pasien positif sebelumnya berasal dari tiga daerah. Yaitu, pasien 01 berasal dari Tebo, pasien 02 dari Kerinci, Pasien 03 dan 04 dari Bungo.
Sementara itu, jumlah Orang Dalam Pengawasan (ODP) kembali berkurang dari 571 menjadi 543 orang. Artinya, yang sudah selesai menjalani masa pemantauan terus bertambah. Lalu pasien yang masih menunggu uji swab berkurang dar 8 menjadi 7 orang.
Menurut Johan, selain pasien terkonfirmasi positif, Selasa kemarin hasil uji swab seorang PDP juga sudah keluar. Hasilnya negatif. Si pasien tersebut adalah calon perwira Polda Jambi yang baru pulang mengikuti pendidikan di Sekolah Inspektur Polisi (SIP) Angkatan 49 di Sekolah Pembentukan Perwira Setukpa Lembaga Pendidikan Polri (Setukpa Lemdikpol) Sukabumi, Jawa Barat.
Kejadian yang juga cukup membuat heboh, Selasa kemarin adalah meninggalnya seorang PDP di RSUD Sultan Taha Saifuddin (STS) Jambi, Tebo. Menurut Johan, PDP yang meninggal itu berumur 65 tahun, asal Muaro Sebo, Kabupaten Batanghari. Dia menghembuskan nafas terakhir saat dalam perawatan, sekitar pukul 13.00 Wib.
Yang cukup mengejutkan, menurut Johan, sebelumnya si pasien ternyata pernah dirawat di RSUD Hamba Muara Bulian. Awalnya pasien tersebut berstatus Orang Dalam Pengawasan (ODP). Setelah dirawat, dia dinyatakan sembuh dan pulang ke rumah. "Si pasien keluar dari RSUD Hamba sudah sehat. Kemudian berangkat ke Tebo. Di sana dia sakit dan dibawa ke RSUD STS Tebo hingga meninggal," jelasnya.
Menurut Johan, pasien laki laki berusia 65 tahun tersebut meninggal Selasa (14/4/2020) sekitar pukul 13.00 Wib saat dalam perawatan. "Kita baru dapat laporan pukul 17.30 WIB. Kami perlu konfirmasi dari pihak RSUD Tebo. Ternyata pasien awal ODP, di tingkatkan PDP," katanya.
Lebih lanjut Johan menjelaskan, awalnya pasien dirawat biasa dan kemudian memasuki masa kritis. "Pihak RSU Tebo menaikkan status PDP karena ada keluhan sesak nafas seperti gejala covid-19. Tapi, si pasien keburu meninggal, padahal hasil rapid tesnya negative. Itu yang dilaporkan RSU Tebo," ungkapnya.
Bupati Tebo Sukandar ketika dihubungi menjelaskan bahwa pasien yang meninggal itu merupakan warga Batanghari. Tepatnya Desa Muaro Sebo. ‘’ Kebetulan pasien tersebut dirawat di RSUD STS Tebo,’’ katanya melalui handphone.
Sukandar menjelaskan, sebelum sakit dan meninggal, si pasien kebetulan mengunjungan saudaranya yang tinggal di Tebo. Saat tinggal di tempat saudaranya itu, si pasien sakit dan dirawat di SRUD STS Tebo. Karena keluhannya mirip gejala covid-19 maka si pasien masuk dalam daftar Pasin Dalam Perawatan (PDP).
‘’ Jadi kebetulan saja kejadiannya di Tebo. Pasien tersebut sakit saat berada di rumah saudaranya di Tebo. Makanya dirawat dirumah sakit di Tebo,’’ jelasnya.
Sementara itu, Direktur RSUD STS Tebo, Dr Oktavieni mengatakan, karena status pasien adalah PDP, maka semua proses pemulsaran (penanganan dan perawatan jenazah pasien corona secara islam) jenazah dilaksanakan sesuai protokoler penanganan jenazah pasien Covid-19.
Kemudian, Johansyah, jubir penanganan covid-19 Provinsi Jambi menguraikan sebaran ODP terbanyak masih di Kota Jambi. Yaitu 256 orang. Namun jumlah itu berkurang dari hari sebelumnya yang berjumlah 287. Tapi, PDP Kota Jambi bertambah dari 1 menjadi 3 orang. Lalu, di Muarojambi, ODP bertambah dari 79 menjadi 92 orang dan PDP kosong. Di Batanghari ODP berkurang dari 47 menjadi 45 orang dan nihil PDP.
Selanjutnya di Sarolangun dilaporkan tak ada lagi ODP dan juga PDP. Di Merangin, ODP bertambah dari 28 menjadi 29 orang dan PDP tetap 2 orang. Sungaipenuh, ODP berkurang dari 12 menjadi 9 orang dan PDP nihil. Berikutnya, ODP di Kerinci juga berkurang dari 64 menjadi 63 orang dan PDP masih 1 orang.
Di Kabupaten Bungo, ODP masih sama dengan sehari sebelumnya, 29 orang dan PDP 3 orang. Kemudian di Tebo, ODP kembali turun dari 16 menjadi 13 orang dan PDP masih 1 orang. Sementara di Tanjab Timur jumlah ODP berkurang lagi jadi 1 orang dan tak ada PDP. Terkahir di Tanjab Barat, jumlah ODP berkurang dari 7 menjadi 6 orang dan ada 1 PDP yang positif.
Secara nasional, Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto, menyebut masih menemukan kasus baru pasien positif corona sebanyak 282 orang, per Selasa (14/4) pukul 12.00 WIB. Secara akumulatif, kasus positif corona saat ini mencapai 4.839 orang.
"Pada hari ini akan saya sampaikan update data, ada penambahan kasus baru sebanyak 282 sehingga total menjadi 4.839," kata Yuri dalam keterangan resminya di Gedung BNPB, Jakarta Timur, Selasa (14/4).
Mengacu data nasional, pasien baru corona terbanyak ditemukan di DKI Jakarta yakni 130 orang. Setelah DKI Jakarta, kasus baru juga banyak ditemukan di Jawa Tengah dengan 75 orang.
Berturut-turut setelah itu, kasus baru corona juga banyak ditemukan di Jawa Timur (35 orang), Sulawesi Selatan (9 orang), Sumatra Utara (5 orang), Kepulauan Riau (5 orang), dan Yogyakarta (5 orang).
Yuri menjelaskan, kasus baru pasien positif menandakan dua hal. Masih terdapat kasus positif tanpa gejala yang berada di ruang publik, dan masyarakat yang belum disiplin mengikuti imbauan pemerintah.
"Ada dua faktor besar yang perlu diperhatikan, pertama masih ada kasus positif tanpa gejala, tanpa keluhan yang masih ada di tengah masyarakat. Ini menjadi sumber penularan. Kedua, masih ada masyarakat rentan untuk tertular karena tidak mematuhi untuk disiplin tetap berada di rumah," ucap dia.
Ke depan, Yuri berharap, masyarakat mau mematuhi imbauan pemerintah demi menekan penularan corona. Seperti tetap di rumah, menggunakan masker saat berada di luar rumah, hingga rajin mencuci tangan.
"Oleh karena itu kami mengimbau untuk mematuhi dan disiplin untuk mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir. Kemudian mematuhi dan disiplin untuk menggunakan masker, dan menjaga jarak aman," terang dia. (kum/son/)
Pasien Baru Positif Covid-19 Seorang Perempuan, Pengusaha di Kualatungkal
BREAKING NEWS : Jumlah Pasien Positif Covid-19 di Jambi Bertambah Jadi 5 Orang
Hasil Rapid Test Calon Perwira Polda Jambi Positif, Jumlah PDP Tunggu Hasil Uji Swab Jadi 8 Orang
Jumlah Pasien Terkonfirmasi Positif Meningkat, Jambi Naikkan Status Jadi Tanggap Darurat Covid-19
Baca Nih! Riwayat Perjalanan Pengusaha Bungo yang Positif Covid-19 dan Sopirnya
Update Penanaganan Covid-19 di Jambi: PDP dan ODP Masih Fluktuatif