JAMBIPRIMA.COM, BATANG HARI - Rasa panas dan berdesak- desakan saat antrean ketika menerima bantuan seperti warga lainnya, tidak pernah dirasakan Mistaqim, warga RT 23 RW 06 Kelurahan Rengas Condong, Kecamatan Muara Bulian.
Meskipun kehidupan sehari-hari keluarganya masih jauh dari kata cukup, Mistaqim mengaku namanya tidak pernah tercatat sebagai penerima Bantuan Sosial, baik berupa BST, BBT, PKH maupun BPNT.
" Dari awal ada kabar bantuan corona yang dari pemerintah sampai dari presiden, gak dapet. BST yang dibagiin beberapa hari lalu saya tidak dapat, juga PKH, saya cuman petani bang, itu pun motong (Deres) karet punya orang, hasil nya bagi dua sama yang punya kebun karet." kata Mistaqim saat dibincangi jambiprima.com, Rabu(17/06/20).
Ibu dua anak itu menceritakan perihal bantuan yang diharapkannya. Setidaknya dia menyebut bantuan itu dapat mengurangi beban hidupnya dalam kondisi saat ini.
Untuk mengurangi beban hidup di tengah kondisi sulitnya ekonomi akibat pandemi COVID- 19, Ibu dua anak ini sangat berharap dapat menerima bantuan Pemerintah, layaknya warga tidak mampu lainnya.
Namun justru yang membuat dirinya pilu, ada warga yang notabene mampu hingga sanak saudara pengurus di kewilayahan sering terdata sebagai penerima bantuan.
" Soal BST, saya tadi tanya ke pak RT, katanya 'nanti mau diusahain' bilangnya mah gitu karena di data penerima BST saya gak ada. Tapi dari awal ada BBT sampai ada corona juga saya gak dapat bantuan," ungkap Mistaqim.
Terkait Bansos, dia juga mengaku tidak pernah diberitahu oleh RT setempat.
" Sosialisasi saja Pak RT tidak pernah, apalagi mintak KTP dan KK," kata Mistaqim. (*)