JAMBIPRIMA.COM, TANJABBAR - Terkait Gas Elpiji 3 Kg Bersubsidi yang telah diborong oleh para Pengecer dan menyebabkan Warga tidak kebagian di salah satu Pangkalan, yakni Pangkalan Marwiyah, PT Rizki Usaha Bersama yang berlokasi di RT 16, Kel. Kampung Nelayan, Kec. Tungkal Ilir, YLKI Tanjabbar Sebut Koperindag jangan nunggu ada Honornya baru turun, Senin (27/07).
"Ini wewenang Koperindag, jangan menunggu ada Honornya baru turun," tegas Hamka, Ketua YLKI Tanjabbar.
Hamka mengatakan Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk di Kota Kuala Tungkal Rp.19.000,.
"Untuk di Kota Kabupaten Tanjabbar, yakni Kota Kuala Tungkal, HET-nya Rp.19.000, apabila ada yang melebihi itu, berarti dia melanggar aturan yang telah ditetapkan," kata Hamka.
Meski aturannya sudah ada, Pangkalan Marwiyah tetap menjual Jauh diatas HET.
"Die jual ke Warga 21, untuk pengecer 25," ungkap Rajumi, salah seorang pengecer yang pernah mengambil di Pangkalan tersebut.
Hamka juga merasa dengan laporan dan bukti-bukti yang disampaikan oleh Warga ini sudah cukup akurat.
"Ini sudah cukup bukti, selama ini Dinas Koperindag selalu beralasan Bukti tidak ada. Nah ini ada buktinya, nunggu apalagi," cetus Hamka. (mr)