JAMBIPRIMA.COM, TANJABBAR - Kadis Koperindag Tanjung Jabung Barat, Safriwan berharap Pertamina melakukan tindakan tegas dan adil dengan menutup pangkalan Gas Melon Milik Marwiyah terkait permasalahan Gas Elpiji 3 Kilogram bersubsidi yang merebak akhir- akhir ini.
Hal itu diutarakannya pasca dilakukan sidak oleh tim satgas berapa hari lalu di pangkalan milik Marwiyah di Jalan Bahari, RT. 16, Kelurahan Kampung Nelayan, Kecamatan Tungkal Ilir.
" Kita sudah melaporkan terkait hal tersebut ke Pertamina Jambi, saat ini kita hanya tinggal menunggu sikap Pertamina," kata Safriwan.
Untuk sanksi apa yang diberikan pertamina, Safriwan mengatakan tidak tahu. Namun menurutnya, tidak menutup kemungkinan pangkalan tersebut akan di tutup dan diganti oleh Pertamina.
" Harapan kita pertamina tindak tegas dan adil, biar ada efek jera dan tidak terjadi lagi pangkal- pangkalan gas Elpiji nakal lainnya yang merugikan masyarakat," tegasnya.
Ditambahkan Safriwan, kewenangan Disperindag sebagai instansi pemerintah hanya untuk menerima setiap laporan dari masyarakat terkait keluhan konsumen, terutama berkaitan dengan penjualan gas elpiji 3 kilo bersubsidi.
"Jika ditemukan memang terbukti dan tertangkap tangan, tindakan yang bisa dilakukan berupa teguran. Sedangkan untuk sanksinya itu kewenangan Pertamina selaku penerbit izinnya," jelasnya.
Diberitakan sebelumnya, pangkalan LPG subsidi 3 kilogram bersubsisi milik Marwiyah ini diduga telah menjual tabung gas dengan harga melebihi HET. Selain itu pangkalan ini juga diduga melakukan penjualan kepengecer dalam jumlah besar. (mr)
Al Haris Sebut Merangin Miliki 10 Ribu Hektar Lahan Ubi Jalar
Klinik Axella Kecantikan Merangin Berbagi Dengan Warga Yang Kurang Mampu
Dewan Minta Pemkab Merangin Bantu Pengurusan Izin Water Park Sikumbang
Dituding Usahanya Tak Berizin, Ini Kata Manager Waterpark Sikumpang
Sempat Turun, Harga Pinang Dan Kelapa di Tanjab Barat Kini kembali Normal
Hasil Panen Ratusan Hektar Sawah di Sarolangun Merosot, Ini Sebabnya