JAMBIPRIMA.COM, JAMBI - Pasca disahkannya Partai Berkarya versi Muchdi Purwoprandjono melalui surat keputusan MenkumHAM RI nomor: M.HH-17.AH.11.01 TAHUN 2020 tentang Pengesahan Perubahan Susunan Pengurus Dewan Pimpinan Pusat Partai Beringin Karya (Berkarya) periode 2020-2025, posisi Haris di Pilgub Jambi kini terancam.
Informasi yang dirangkum media ini, surat dari KemenkumHAM tertanggal 30 Juli 2020 tersebut juga berisi pembatalan keputusan MenkumHAM sebelumnya tentang susunan pengurus Pimpinan Pusat Partai Berkarya periode 2017- 2020 versi Tommy Soeharto.
Tentu terdepaknya Partai Berkarya versi Tommy Soeharto alias Hutomo Mandala Putra ini membuat tiket yang dikantongi Al Haris berkurang menjadi 10 kursi yang seharusnya 11 kursi, artinya Al Haris belum memiliki cukup kursi sebagai syarat minimal untuk maju sebagai Paslon Cagub dan Cawagub di KPU.
Terkait hal ini, Pengamat Politik dari Pusat Kajian Demokrasi Dan Kebangsaan (Pusakademia), M. Farisi mengatakan, prediksi kita terbukti, konflik dan dualisme kepemimpinan diinternal Partai Politik sangat rawan.
" Konflik seperti ini akibatnya sangat fatal apalagi kalau waktunya sudah mepet, tapi selain saat ini posisi waktunya masih cukup jauh, sepertinya hal ini juga sudah diantisipasi oleh Al- Haris dengan lobi- lobi ke PAN sebelumnya," sebutnya, Kamis (6/8).
Direktur Pusakademia ini menjelaskan, sesuai aturan, Pengurus Partai yang telah disahkan oleh KemenkumHAM lah yang benar.
" Kalau kemudian pengurus- pengurus yang baru yang telah disahkan melalui keputusan KemenkumHAM tersebut menyatakan bahwa rekomendasi dukungan yang sudah keluar tidak berlaku, Al Haris harus lobi- lobi lagi," jelas Farisi lagi.
Menurut Dia, karena Partai Berkarya hanya memiliki satu kursi, yang paling berpotensi untuk mengambil partai Berkarya cuma Al Haris.
" Kalau yang lain rasanya tidak begitu ngefek, andai diambil CE, Fasha ataupun Fachrori toh kursi mereka juga tetap masih kurang," ungkap Farisi.
Ia menambahkannya, artinya yang paling berpeluang untuk mendapatkan dukungan Berkarya adalah Al Haris, tinggal bagaimana komunikasi Al Haris dengan pengurus baru partai Berkarya itu sendiri.
" Al Haris yang paling berpeluang untuk dapatkan Berkarya, tinggal bagaimana komunikasinya dengan pengurus Berkarya yang baru," pungkas Farisi. (Bts)