Diisukan Positif Rapid Test, Ini Klarifikasi Wabup Mashuri

Rabu, 23 September 2020 - 22:33:38 WIB - Dibaca: 1518 kali

()

JAMBIPRIMA.COM, MERANGIN - Wabup Merangin, H. Mashuri mengklarifikasi merebaknya isu bahwa dirinya Positif Rapid Test COVID- 19. 

Isu tersebut kian santer setelah Wabup Mashuri menjalani Rapid Test di Puskesmas Sungai Bulian Timur beberapa yang lalu 

" Saya diisukan positif Rapid Test Covid- 19, sehingga masyarakat banyak yang menghubungi saya menanyakan langsung atas kebenaran isu yang telah menyebar luas tersebut," kata H. Mashuri kepada awak media di Aula Dua Kantor Bupati Merangin, Rabu (23/92).

Diceritakan Wabup, pada Minggu lalu kegiatan yang dilakukan cukup padat sekali. Ia menghadiri acara di Margo Tabir, kemudian mengikuti pengajian di Tabir Timur di dua tempat, yakni di Desa Sri Sembilan dan Desa Bukit Subur.

Usai menghadiri acara-acara itu, Wabup mendapat informasi ada seorang warga dari Desa Muara Delang yang hasil swab-nya dinyatakan positif. 

" Saya jadi ingat kalau saya merasa ada kontak dengan warga yang dimaksud di acara itu, makanya bersama Kadis Porapar, Pak Sukoso di Rapid Test di Puskesmas terdekat, yaitu Puskesmas Sungai Bulian Tabir Timur," terangnya.

Lebih lanjut Wabup mengatakan, saya gelisah kerena sudah banyak kontak dengan masyarakat. Parahnya lagi petugas medis yang me-rapid tes mengatakan hasilnya samar-samar. Saya berfirasat petugas medis ini tidak jujur, tidak berterus terang atas hasil Rapid Test- nya.

Kondisi itu jelas membuat Wabup kian gelisah dan langsung menelepon Direktur Rumah Sakit Daerah (RSD) Kol Abundjani Bangko, dr Birman Saragih. Wabup kemudian meluncur ke rumah sakit dan langsung melakukan rapid tes ulang.

" Rapid Test di rumah sakit itu ditunjukan tim medis hasilnya negative. Tapi saya masih kurang puas atas hasil tersebut dan akan melakukan uji swab untuk memastikan kondisi saya sebenarnya," jelasnya.

Bagaimana dengan hasil swab-nya nanti? Wabup mempersilahkan tim medis rumah sakit bersama Satgas Covid- 19 Kabupaten Merangin untuk menyampaikannya secara terbuka.

" Saya ingin melindungi keluarga saya dari Covid-19, tetangga saya, sahabat saya, rekan-rekan kerja saya dan seluruh masyarakat Kabupaten Merangin, makanya sudah tiga hari ini saya lakukan isolasi mandiri di rumah," terangnya lagi.

Wabup sangat prihatin dengan isu yang berkembang tersebut, sehingga cukup mengganggu kehidupan sosialnya. Ia mengaku tidak berani keluar rumah, bahkan mau ke masjid saja jadi berat.(Key/lan)





BERITA BERIKUTNYA