JAMBIPRIMA.COM, MERANGIN - Ratusan pendemo Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan Aliansi Mahasiswa dengan pihak keamanan, saling dorong.
Bukan tanpa alasan, orasi berlangsung selama tiga jam, namun belum juga mendapat fasilitas dari para dewan Merangin untuk mendengarkan aspirasi membicarakan UU Omnibus Law Cipta Kerja.
Hingga akhirnya, pendemo memaksa masuk sehingga terjadi insiden saling dorong, antara pihak keamanan dengan pendemo.
Pendemo kecewa, dengan sikap DPRD Merangin, yang tidak kunjung memberikan ruang untuk melakukan audiensi di Ruang Paripuran.
Sementara, DPRD tidak menyambut aspirasi dari pendemo, karena DPRD hanya bisa memfasilitasi di Ruang Banggar saja. (lan)
Tingkat Perceraian Tinggi, Kemenag Merangin Menyosialisasikan Persiapan Pra Nikah Kepada Mahasiswa
Aliansi BEM Jambi Sebut, Sahnya Omnibus Law Bukti Matinya Hati Nurani Pemerintah
Antisipasi Aksi mogok, Polres Muaro Jambi Sambangi Dua Perusahaan di Jaluko
Hanya Bertemu Ketua DPRD Merangin, Pendemo HMI Protes, 34 Anggota Dewan Tak Hadir
Pemkab Tebo Surati Kementerian LHK, Ini Tanggapan WALHI Jambi