SCI Tembus Jalan Ngaol - Air Liki Dengan Dana Pribadi

Jumat, 27 November 2020 - 20:04:15 WIB - Dibaca: 1866 kali

()

JAMBIPRIMA.COM, Merangin - Sandri Can Indra (SCI), seorang kepala Desa Muara Kibul, Kecamatan Tabir Barat adalah seorang sosok pemimpin yang peduli dengan warganya dan juga warga desa tetangganya, seperti Desa Air Liki dan Air Liki Baru yang terdapat diujung Kabupaten Merangin.

Selama ini, menjadi Desa terisolir, dikarenakan tidak pernah di tempuh oleh kendaraan roda empat (mobil), semenjak adanya desa warga yang ada di dua desa tersebut, hanya mengunakan transprotasi air saja (ketek) sejenis perahu kecil, yang di modiv agar dapat menembus derasnya terjangan air sungai Batang Tabir.

Hal ini terkuak dengan adanya, salah satu postingan yang di unggah oleh salah satu akun, yang mengatakan dalam tulisannya tampa di edit satu hurup pun juga.

"Luar biasa gebrakan dari sang SCI,

Membantu masyarakat Desa Air Liki, yang sudah 75 Tahun kemerdekaan Indonesia, belum bisa menikmati jalan yang bisa dilalui kendaraan roda dua maupun kendaraan roda empat.

Hari ini Sandri can Indra, direktur PT Genting Barat Jaya, dengan dana pribadi menerobos jalan ke Air Liki seperti ini lah bunyi tulisan.

Terpisah Maskun, salah seorang tokoh Masyarakat Desa Air Liki dan Desa Air Liki Baru, Kecamatan Tabir Barat, yang sempat dihubungi oleh media ini mengucapkan banyak terima kasih.

Kepada SCI yang telah rela merogoh kantong pribadinya, untuk menembus jalan menuju Desa Air Liki dan Air Liki Baru yang sudah 75 tahun belum pernah dilalui oleh kendaraan roda 4. 

"Jalan yang di tembus oleh SCI sepanjang 17 Km dengan medan lokasi yang begitu terjal dan sulit, sekarang telah bisa dilanlui oleh kendaraan roda 2 dan 4, walau pun kendaran roda 4 harus yang duobel gardan, dan kami selaku warga Desa Air Liki sangat berterima kasih kepada SCI," ujarnya.

Sementara, Sandri Can Indara yang akrab disapa Bg Lin, yang sempat di hubungi oleh media ini dengan suara yang sedit malu-malu menjelaskan kalau jalan yang ditembus olehnya sepanjang 17 Km dan dengan mengunakan alat berat yang super canggih.

Jikalau hanya dengan alat berat, biasa tidak akan mampu menembus permukaan jalan, sebad permukaan jalan yang ditembus tersebut bukan tanah biasa melaikan gunung-gunung batu yang keras yang harus ditembus oleh alat berat tersebut.

"Alhamdullilah dengan tekat dan semangat yang keras maka jalan Air Liki bisa kami tembus, walaupun gunung batu yang harus kami tembus," ujarnya dengan singakat.(Key)





BERITA BERIKUTNYA