Perkerjaan Pisew Tidak Maksimal, Kades Serasah Angkat Bicara

Kamis, 26 November 2020 - 18:27:55 WIB - Dibaca: 1877 kali

()

JAMBIPRIMA.COM, BATANGHARI - Terkait pengerjaan infranstrukur sosial ekonomi (PISEW), di Desa Serasah, Kecamatan Pemayung, Kabupaten Batanghari mengundang pertanyaan.

Bagaimana tidak, perkerjaan tersebut membuat masyarakat desa kesal, dengan materal yang digunakan  tidak bagus. Batu batuan yang besar dan tajam sepanjang jalan 946 meter tersebut, membuat masyarakat melintas menggunakan roda dua, jadi tidak berani melintas jalan itu.

PJS Kades Serasah, Darwis saat di konfirmasi melalui telpon seluler mengatakan, dari pemerintah desa cuma mediakan lokasi, selebih dari itu perangkat desa tidak dilibatkan.

Dikatakan PJS kades, untuk teknis, konsultan dan pembuatan RAB semuanya sudah dari PUPR, semua perkerja padat karya tunai (PKT). Untuk penanggung jawab pengerjaan PISEW dari Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD).

"Kalau soal teknis, konsultan dan pembuatan RAB semuanya sudah dari PUPR, tapi untuk pekerja masyarakat Serasah dan untuk penanggung jawab pengerjaan itu dari Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD)," kata Darwis.

Di singgung soal pengerjaan infranstruktur sosial ekonomi, Darwis sedikit kecewa dengan material seperti yang telah dilaksanakan. Perangkat Desa Serasah sempat komplin dengan perkerjaan PISEW.

"Kami disini heran juga, kenapa seperti itu matrial yang digunakan untuk pengerjaan infranstruktur ekonomi, apa cuma disini saja, apa sumua nya menggunakan matrial seperti itu," Tutur Darwis.

Lanjut Darwis, kita tunggu hasil akhir nya, untuk sementara pengerjaan PISEW belum serah terima sama desa.

"kita lihat hasil akhir, sekerang pengerjaan itu belum serah terima sama desa, walapun pengerjaan itu sudah selesai, kalau pengerjaan jalan seperti kondisi sekarang, kami dari pemerintah desa akan komplin," terangnya. 

Sementara itu, Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD) di Kecamatan Pemayung, Mubarok, saat dikonfirmasi melalui via ponselnya maupun WhatsApp, tidak menjawab. (Indra)





BERITA BERIKUTNYA