JAMBIPRIMA.COM, Muaro Jambi - Banjir yang melanda Desa Londerang, Kec. Kumpeh, Kab. Muaro Jambi. Membuat masyarakat gagal panen padi tahun ini, padi yang dipanen, tidak seperti yang diharapkan. Tidak hanya itu, masyarakat mengeluhkan tidak ada bantuan dari pemerintah.
Padahal benih yang didapat dari Pemerintah, masyarakat mengeluarkan uang 5 Kampit 50 ribu, racun 2 botol 10 ribu, sementara pupuk sekarung 50kg seharga 50 ribu.
Sampai detik ini, desa yang tidak memiliki akses jalan ini, tidak ada bantuan sama sekali, padahal masyarakat sangat membutuhkan bantuan, apa lagi jerih payah selama ini, berbanding terbalik dengan apa yang dikerjakan.
Sinon, salah satu petani mengatakan, kerugian selama mengurus sawah sekitar 2 juta rupiah. Belum lagi tenaga yang dikeluarkan, mulai dari pembenihan, pembajakan, dan sebagainya. Rasanya, terbuang sia-sia.
Tidak hanya itu, Janda yang mencari rezeki seorang diri ini, merasa kesulitan untuk mencari rezeki. Tidak ada pendapatan sama sekali selama setahun belakangan ini.
Sinon berharap, Pemerintah memperhatikan masyarakat Desa Londerang, karena selama ini, kurang ada perhatian lebih dari pemerintah untuk Desa Londerang yang lokasinya memang jauh, serta akses jalan yang harus melalui jalur air. (Aj)
Jelang Sembilan Desember, Suku Anak Dalam Diberikan Edukasi Protokol Kesehatan
Jelang Pilkada Serentak, Kapolres Muaro Jambi Hadiri Rapat Kordinasi Eksternal
Pengerjaan Infranstruktur Ekonomi Sosial Wilayah di Desa Serasah Menjadi Sorotan
Lagi! Enam Warga Batanghari Terpapar Covid-19, Diantaranya Satu Pasien Meninggal
5 Hari Dilanda Banjir, Warga Dapat Bantuan Dari TNI dan Polri