JAMBIPRIMA.COM, Merangin - Pondok Pesantren Depati Agung, yang terletak di Desa Pulau Raman, Kecamatan Muara Siau, yang di pimpin oleh Solihin, sekarang memiliki santri/wati sebanyak 816 Santri.
Dalam kondisi Pendemi Covid-19, pondok pesantren ini tidak meliburkan santrinya dan tetap melaksanakan proses belajar mengajar, sementara ruangan belajar mengajar ada sebanyak 24 lokal, dan setiap lokal telah dipasang CCTV, untuk memantau proses belajar mengajar santri agar lebih efektif dari sebelumnya.

Sementara, Solihin selaku pimpinan Pon-Pes yang sempat dijumpai oleh media ini, pada hari Sabtu (16/01/21), menerangkan panjang lebar kemajuan dan kendala yang ada di Pon-Pesnya.

"Dalam situasi Virus Corona ini, kami tetap melakukan proses belajar mengajar, dengan ketentuan bagi santi/wati yang sakit kami beri izin untuk berobat di luar, dan sebelum masuk ke pondok, harus di cek dulu kesehatannya jika memang benar-benar sehat, kami persilakan untuk mengikuti proses pembelajaran di sini," terang Solihin.
Dan dirinya juga berterima kasih kepada, Kementerian Perhubungan, yang telah memberikan satu Unit Bis Angkutan Santri, yang diterimanya pada akhir tahun 2020 yang lalu.

Dan untuk Provinsi Jambi, hanya dua Pon-pes yang mendapat bantuan Armada tersebut, yang satunya diperoleh oleh salah satu Pon-Pes yang ada di Kabupaten Sarolangun.
"Alhamdullilah, pengajuan permintaan kami untuk Armada sudah dikabulkan oleh pemerintah, kami ajukan permohonan pada akhir tahun 2019, dan akhir 2020 sudah sampai, kami sangat berterima kasih, armada yang ada, kami pergunakan untuk membawa santri jika ada perlombaan Hadroh, semenjak adanya armada ini sudah dua kali kami pergunakan," ujarnya.
Diakhir pembicaraan, Solihin mengharapkan adanya perhatian pemerintah, baik dalam situasi virus Corona ini, tetap melakukan proses belajar mengajar, dengan ketentuan bagi santi/wati yang sakit diberi izin untuk berobat di luar.
Sebelum masuk ke pondok, harus di cek dulu kesehatannya jika memang benar-benar sehat kami persilakan untuk mengikuti proses pembelajaran di sini," terang Solihin.
Daerah, Provinsi, dan bahkan Pemerintah Pusut agar dapat memberikan bantuan untuk penambahan ruang kelas sebanyak 5 ruangan lagi, karena 5 ruangan tersebut masih menggunakan asrama, asrama putri tiga ruangan, dan asrama putra di pergunakan dua ruangan.
"Untuk sementara, kami masih kekurangan lima ruangan belajar mengajar, karena yang kami pakai untuk sekarang mau tidak mau, kami pakai asrama putra dan putri untuk proses belajar, dan kami sangat berharap adanya perhatian dari hamba Allah yang mau memberi, dan membuka pintu hatinya untuk meningkatkan Pon-Pes ini," tandasnya. (Key)