Nama Bakal Calon Bupati Merangin, Wakil Mulai Bermunculan, Pengamat Politik: Harus Modal Sosial

Senin, 25 Januari 2021 - 21:47:35 WIB - Dibaca: 2426 kali

()

JAMBIPRIMA.COM, MERANGIN - Nama-nama bakal Bupati Merangin, Wakil diperkirakan 2023 mulai bermunculan ditengah masyarakat Kabupaten Merangin.

Bahkan nama-nama itu muncul disetiap hajat pesta pernikahan. Nama - nama itupun tidak lepas dari pantau masyarakat Merangin kususnya.

Tak itu saja, seperti media sosial pun kerap mereka gunakan menjadi  target jualan bakal calon yang mengunakan akun prabadi, dan akun medsos yang kendalikan.

Hingga bakal siap maju, Muzakir dari kalangan ASN, Muhammad Yani dari kalangan DPR Merangin, Herman Efendi ketua DPRD, Adam Pengusaha, Sahar Anggota DPRD Provinsi Jambi, Kausari Waka DPRD Merangin, Rahmad Hidayat DPRD, Aswari alwakas.

Sedangkan mereka bergerak di bidang masing-masing, ada ketua partai dan pengusaha, ketua organisasi.

Pengamat politik Jambi, Bahren Nurdin, saat dikonfirmasi Melalui handphonenya, menangapi apa yang dilakukan bakal calon Bupati-Wakil Merangin.

Terutama kata Pengamat Politik Jambi ini, modal pertama adalah bukan hanya persiapan Pilkada saja. Tapi mereka harus terlebih dahulu, mendekati masyarakat yang dikatakan modal sosial atau, sosial kapital.

"Jadi siapa pun niat untuk maju tahun apapun itu, tapi harus punya modal kapital. Karena paling tidak harus punya tiga modal, politikel, kader partai, anggota partai, lobi-lobi partai bersifat politik kapital," ungkap Pengamat Politik, Bahren Nurdin kepada media ini, Senin (25/1).

Sedangkan yang kedua adalah, sosial kapital yang itu modal sosial, harus kunjungan kepada masyarakat, apalagi maju jalur independen karena membutuhkan ketokohan bertahun-tahun, beda dengan kader politik, mereka digerakan mesin politik partai.

"Jadi bukan kampanye saja mereka bangun, tapi mereka mampu membangun sosial kapital, dari jauh-jauh hari, setahu dua tahu atau tiga tahun, " papar Bahren Nurdin. 

Untuk yang ketiga adalah, financial capital

artinya membutuhkan uang, bukan untuk money politik, tapi untuk modal membuat alat ongkos politik.

"Uang digunakan untuk ongkos politik dalam bikin baleho, kalender peraga kampanye dan sebagainya, nah ini lah saya rasakan disiapkan calon-calon dan bakal calon, yang  orang miliki inilah nanti akan kontek perkenalan dan membangun social kapital," terangnya. (lan)





BERITA BERIKUTNYA